Keywords: terapi mendengar / terapi dengar, auditory verbal therapy / terapi auditori verbal, auditory oral therapy, AVT / TAV, terapi wicara, implan koklea / cochlea implant, alat bantu dengar / ABD, komunikasi, tunarungu
Banyak yang mau ditulis, tapi masih repot sama si baby. Tapi kemarin harus nulis buat pihak sekolah si kakak, jelasin beberapa hal. Ini menyangkut komunikasi si kakak, Ellen (6 tahun), yang tuna rungu tapi kami masukkan sekolah umum. Sekaligus berbagi informasi di sini, kalau-kalau berguna. Tulisan terkait akan menyusul (silakan lihat di Recent Posts).
Prinsip Dasar Terapi Ellen
(Terapi terpadu = terapi mendengar + terapi wicara)
1. Mendengar melalui telinga yang dibantu ABD, bukan karena melihat gerakan tangan atau gerakan mulut.
2. Keterbatasan si anak dalam merespon pembicaraan kita adalah karena belum mengerti kata/kalimat yang didengar (keterbatasan kosa kata, karena baru mulai mendengar selama 2 tahun), sehingga perlu dibantu dengan gambar/gerakan tangan. Tetapi bantuan inipun sifatnya hanya sesaat dalam rangka memasok kata baru, setelah kata tersebut dimengerti, bantuan visual dihilangkan.
3. Karena itu yang penting adalah memasok kosa kata ke telinga Ellen, tanpa menuntut dia segera/langsung dapat mengerti apalagi mengucapkan. John Tracy Clinic menuliskan: untuk dapat mengerti suatu kata si anak harus mendengar 100 kali, untuk dapat mengucapkan ia harus mendengar 1000 kali. Jadi sejak Ellen memakai ABD kami konsentrasi memasok dan memasok kata ke telinganya (saat bercakap-cakap normal, maupun saat spesifik mengajarkan kata-kata baru).
4. Teknik berbicara adalah dengan volume suara normal di dekat telinganya. Hal ini bertujuan agar suluruh konsonan dapat ditangkap. Bicara pada jarak yang lebih jauh dengan suara keras (berteriak) menyebabkan yang ditangkap hanya vokal saja.
5. Kami telah menerapkan point 1-4 selama 1 tahun dan telah terbukti menunjukkan hasil yang baik. Pada akhir tahun pertama, dia baru memiliki bahasa reseptif (paham beberapa kata yang kami ucapkan tanpa dia melihat gerak bibir, tapi dia belum bisa mengucapkannya), lalu setelah itu mulai muncul kata-kata pertamanya (walau pengucapan tidak sempurna, tetapi konsisten), dan langsung disusul dengan kata-kata berikutnya. Metode ini biasa disebut teknik auditory verbal. Ini yang kami terapkan…
6. Kendala yang muncul adalah pengucapan yang masih sangat lemah, karena itulah atas saran John Tracy Clinic kemudian Ellen dibantu terapi wicara (di suatu RS). Terapis wicara membantu membentuk pengucapan Ellen dengan teknik terapi wicara terhadap kata-kata yang sudah dimengerti Ellen tetapi belum bagus pengucapannya. Walaupun hanya 4 bulan (terpaksa quit karena tidak tertampung jadwal baru mereka yang hanya pagi–siang), pola ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Metode auditory verbal + terapi wicara ini biasa disebut auditory oral. Ini yang kami lanjut-terapkan saat ini (dengan bantuan terapis wicara di sekolah).
Catatan:
- Penelitian modern menyatakan hampir semua anak tuna rungu masih punya sisa pendengaran (tidak 100% tuli). Sisa pendengaran ini dapat dioptimalkan dengan bantuan alat bantu dengar (ABD, walaupun tidak secanggih implan koklea).
- Tetapi memakai ABD tidak sama dengan orang memakai kaca mata, yang langsung bisa melihat dengan lebih jelas. Karena respon atas stimuli visual adalah langsung, sedangkan respon atas stimuli auditori adalah melalui tahap pemahaman/interpretasi dulu. Untuk mencapai tahap pemahaman yang penting adalah harus sering mendengar dan mendengar, dengan pengucapan yang jelas, kalimat pendek, dan jika perlu disertai bantuan visual: gambar & gerakan tangan (kadang tanpa bantuan akan sulit anak memahami kata-kata baru, mirip kita nonton film berbahasa asing dimana kita mendengar pemain berbicara cas-cis-cus tanpa kita menangkap artinya). Tetapi bantuan itu perlahan dihilangkan, sehingga nantinya hanya akan berkomunikasi secara verbal. (by: mama Ellen, edited by papa Ellen)
Sponsored link: PROPOLIS: suplemen lengkap & obat berbagai penyakit (diskon 40%-50%)
Januari 14, 2008 at 7:27 am
Kalau boleh saya tahu berapa gangguan yang diderita ellen. bagaimana perkembangannya di sekolah umum dalam hal pelajaran dan interaksi dengan teman-temannya. kami tunggu cerita tentang ellen selanjutnya.
Januari 14, 2008 at 9:12 am
Ellen termasuk profound: kanan 90dB kiri 120dB. Kami sudah melalui perjalanan yg sangat panjang (mentok sana mentok sini) utk bisa saat ini sampai di (yg kami yakini sbg) “jalur yg benar”. Saya rencana akan tuliskan juga pengalaman tsb biar para orang tua yg lain kalau bisa tidak usah mentok sana sini dulu utk bisa menemukan jalur penanganan yg sesuai utk anaknya masing2. Mudah2an ada waktu longgar…
Juga sekalian menuliskan perkembangan ellen selanjutnya, termasuk di sekolah. Silakan anda juga berbagi tips penanganan dan perkembangan anak anda, mudah2an bermanfaat bagi kita semua…
Juni 22, 2010 at 10:42 am
di Singapore apa nama rumah sakit tempat ellen tes pendengaran dan beli alat bantu dengarnya. kami sangat mengharapkan bantuan dari ibu untuk memberitahukannya kepada kami, terima kasih sebelumnya.
REPLY>>
di singapore general hospital, ibu bs kontak & reservasi via email golisten [a] sgh.com.sg
Juli 7, 2011 at 4:31 pm
YTH,Papa n Mama Ellen yg baik,
mohon informasinya,klo tes bera di GH spore,berapa biayanya,ank saya sudh tes bera di Harapan kita jkt,untk pembanding tes bera, di jkt sebaiknya kemana lg rscm? apa ada saran? krn hslnya 100db keatas.sdh pakai adb 8 channel selama 5 bln kok blm ada respon samasekali.trima kasih sebelumnya.
Maret 9, 2008 at 2:01 pm
hallo, semua tulisan ibu & bapak saya sudah baca dan banyak membuat pencerahan didalam mendidik anak dgn kekurangan pendengaran. kami mempunyai komunitas tuna rungu tidak resmi di multiply.com yang saling bebagi pengalaman, ide, informasi mengenai tuna rungu. Alangkah indahnya apabila Bapak & Ibu juga mempunyai blog di Multiply serta berbagi dengan kami demi kemajuan anak tuna rungu. salah satu impian saya adalah kita mempunyai komunitas yang solid bagi perkembangan anak tuna rungu agar anak tuna rungu dapat maju berkembang dengan baik, terima kasih
September 24, 2010 at 9:15 am
apa nama multiply nya?
Maret 11, 2008 at 5:20 pm
Terima kasih ibu utk ajakannya, nanti kalau sdh cukup sering online bisa bergabung. Membernya sdh brp? Saya sdh intip blog anda dan juga mendpt info/link berharga soal adanya komnas PGPKT (mudah2an bs berperan nyata).
Di blog ini tadinya kami ingin tuliskan tiap perkembangan Ellen (semacam blog beneran) tapi ternyata cukup repot, jd sementara ini tulisan lbh ke hal2 yg umum.
April 8, 2008 at 4:28 pm
Salam kenal,
saya pun sedang menerapkan hal yang sama dengan anak saya an hasilnya cukup memuaskan. mari berbagi tips dan tricks supaya bisa memberikan stimulasi terbaik buat anak – anak kita.
-audiyanti ibunya falisha-
Maret 3, 2010 at 5:33 pm
Assalamualaikum. Ibu audi, saya orang tua anak yang juga tunarungu, kelas 3 sd sekarang, boleh dong kenal aku mo minta ilmunya bu bagaimana sistem atau sedikit trik yang ibu terapkan ke anak. fb atau email aku di muhamadrustam [a] yahoo.com
makasih sebelumnya
April 11, 2008 at 2:40 pm
salam kenal bu, silakan anda juga berbagi metode yang anda pakai, mudah2an bermanfaat bagi orang tua lain yang juga sedang mengusahakan yg terbaik buat anaknya…
Mei 7, 2008 at 3:40 pm
Selamat siang,
Salam kenal, anak saya yang pertama (8 tahun) juga mengalami gangguan pendengaran (tuli). Saat ini dia sekolah di Dena Upakara (www.denaupakara.org
PAda awalnya kami melakukan AVT di Surabaya. Perkembangannya cukup bagus dan anak kmai bisa mengucapkan kata dengah cukup jelas,. Tetapi dengan berbgai macam pertimbangan anak kami seklah di Dena Upakara. Terima kasih mau berbagi
November 10, 2011 at 12:59 pm
alhamdulillah akhirnya mau menyekolahkan di situ, semoga dengan adanya itu anakmu bisa berkembang dengan baik dan dapat berkomunikasi dengan baik pula… saya juga anak tunarungu alumni dena upakara.
Mei 8, 2008 at 5:34 pm
Salam kenal juga pak, mudah2an anak anda terus berkembang. Silakan anda juga berbagi kalau2 bisa bermanfaat bagi yang lain.
Mei 8, 2008 at 5:56 pm
Saya sangat hormat dan terima kasih kepada ibu Yefvie dengan penuturan pengalaman mendampingi Ellen. Hanya saya juga ingin tahu, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang terapis wicara ? Kebetulan saya seorang guru di SLB B Karnnamanohara, yogyakarta ingin sekali membekali anak-anak seperti llen tapi tak kuat dengan biaya program ATV dan auditory verbalnya.
Terima kasih.
Juni 5, 2011 at 10:08 pm
sekedar informasi bahwa kami memiliki alat bantu pendengaran yang bisa dimodifikasi dengan handphone, jadi anak tidak perlu malu memakainya. achmad_baru[at]yahoo[dot]co[dot]id
Mei 8, 2008 at 5:58 pm
Beaya sepertinya bervariasi pak. Kalau di sekitar jakarta, terapi wicara 1 jam sekitar 100ribu, biasanya seminggu 2 kali (tapi anak saya terapi wicara gratis di sekolah). Terapi mendengar sekitar 300ribu, seminggu sekali, melibatkan orang tua & anak (prinsipnya, terapis mengajari orang tua agar bisa bertindak sebagai terapis di rumah –karena terapi mendengar pada dasarnya adalah terapi sepanjang hari). Di surabaya sepertinya ada yang jauh lebih murah sekitar 100ribu.
Bapak bisa search di internet utk contoh2 terapi AVT. Saya & papanya Ellen sebenarnya berencana berbagi di sini tapi belum kesampaian nulis, mudah2an sedikit demi sedikit bisa nulis.
Mei 26, 2008 at 7:35 pm
saya ikutan sharing ya….anak saya Didan sekarang umurnya 3,5 th dan sudah pakai alat bantu dengar yang analog sejak usianya 1 tahun 7 bulan..terlambat ya? dan udah sekolah di SLB B setahun ini untuk playgroupnya, tapi kosa katanya kok masih minim sekali ya, tapi Didan sering kali saat berkomunikasi dengan kita dia ciptakan bahasa2 isyaratnya sendiri (ciptaan dia sendiri) sehingga dia merasa nyaman saat harus bermain dengan teman2nya yang normal karena dia merasa temanya mengerti. dan Didan sangat canggih banget main komputernya sampai pada tahap program2 bukan game lagi yang dia mainkan. Sebenernya saya juga bingung untuk memilih tempat terapi bicara di surabaya. dan bisa ikutan dong..ato dapetin informasi lebih lanjut tentang terapi terpadu ini, karena saya tertarik sekali……Terima kasih
Mei 27, 2008 at 1:13 pm
Salam kenal,
Saya mau bertanya
1. Berapa harga ABD, dan belinya dimana?
2. Apakah ada efek samping dari pemakaian ABD terhadap si pemakai?
3. Terapi apa saja yang baik untuk anak tuna rungu?
4. Apakah ada Sekolah, Yayasan, Organisasi atau LSM yang membantu anak tuna rungu yang tidak mampu?
Maaf kalau banyak bertanya, karena saya buta dalam hal begini.
Terima kasih.
Februari 11, 2010 at 7:05 pm
Salam kenal,
Saya coba jawab pertanyannya
1. Harga ABD tergantung dari derajat gangguannya. Hargannya yg model poket mulai 650rb samapai dengan 1 juta 100rb, sedangkan yang model belakang telinga harga mulai dengan 1juta 700rb sampai dengan 12juta 500ribu nanti tergantung beratnya gangguan. ABD dapat dibeli Hearing aid center seperti di Be Hear atau lainnya.
2. tidak ada efek samping untuk pengguna ABD
3. Terapi yang dapat dilakukan untuk anak tuna runggu berupa terapi mendengar atau terapi wicara
Juni 11, 2008 at 3:09 pm
Utk ibu Nani, trimakasih sharingnya. Di Surabaya ada terapi mendengar, relatif murah, nanti kalau sudah ketemu alamat/telp saya email ke anda.
Utk cyberkatrox,
ABD bisa dibeli di hearing aid center, biasanya buka cabang di rumah sakit yang menangani gangguan pendengaran, atau perluasan optik (kasoem, melawai dsb) juga ada yang khusus menangani ABD (ABDI dsb) yang kadang tempatnya nebeng di apotik. Harga bervariasi, bisa anda tanyakan di situ.
Terapi ada terapi wicara, terapi mendengar (kedua terapi sialkan baca artikel2 di blog ini), juga ada bahasa isyarat.
Hal-hal lain (efek samping, yayasan/dana) kamim kurang tahu. Mungkin ada netter lain yang berbagi info…
Juga ada artikel utk referensi di http://www.ketulian.com/v1/web/index.php?to=article&id=7
Juni 22, 2008 at 11:29 am
terima kasih atas jawabannya, yang saya tau disurabaya untuk terapi mendengar ada 2 tempat yaitu Aurica dan Jala Puspa biaya terapi per jamnya : Rp. 125.000 untuk Aurica.saya tunggu bila ada informasi lebih lanjut yang bukan 2 tempat itu dengan biaya lebih murah. bulan September depan mungkin saya akan ke Jakarta untuk terapi lilin di Ibu Susana di Tubagus Angke Jakarta Barat , apakah ibu pernah dengar atau mungkin pernah kesana? kalau ya terapi tersebut efektif tidak, saya mohon informasinya untuk terapi tersebut karena biayanya juga tidak murah sekali terapi bisa Rp. 800.000 sdh lkp dengan obat2an dan lilinnya. Terima kasih
Juni 22, 2008 at 11:49 am
Betul yay Aurica, kami pernah ikut seminarnya di Jkt, tahun lalu masih Rp 75.000
selain itu kami tidak tahu.
Ttg terapi lilin pernah dengar sekilas, tapi tidak tahu detilnya. Biasanya kalau kami diberitahu teman atau kenalan mengenai sesuatu terapi (akupuntur, renang dll), yang pertama kami tanyakan adalah apakah pernah berhasil menangani anak dengan kasus yang sama persis dgn anak kami (tunarungu sejak lahir), daripada buat coba2… tapi mgkn juga ada baiknya dicoba daripada tidak sama sekali? kembali ke kemantapan hati masing2.
Juni 22, 2008 at 12:14 pm
Anak saya 2 th 10 bln dengan gangguan pendengaran 90 db, dan baru memakai ABD, saya sedang mencari informasi mengenai terapi audio verbal (AVT) dan terapi wicara, saya juga sedang mencari tau mana yang lebih baik dilakukan, AVT atau terapi wicara, kalau dilakukan dua-duanya apa anak tidak bingung? please infonya….send to; effa.sopandi@gmail.com
Juni 22, 2008 at 12:32 pm
Dulu sehabis periksa dokter menyarankan Ellen pakai ABD dan terapi wicara. Kami jalankan, dengan hasil minimal (juga ada faktor ketidakakuratan hasil periksa sehingga ABD kurang powernya).
Kemudian kami mengenal terapi mendengar (AVT), dan hasil periksa yang baru sekaligus ABD baru. Kombinasi ABD yang sesuai + terapi mendengar kira2 1 tahun memberi hasil yang bagus (reseptif: si anak mulai mengerti apa yang kami ucapkan).
Tapi kemudian ada kendala pengucapannya kurang bagus (ekspresif), maka disarankan terapi wicara. Dan ternyata membantu.
Jadi… jika dari awal anda mengenal terapi mendengar dan menyediakan ABD yang bagus (jangan sayang agak mahal, anggaplah investasi tak ternilai buat anak), coba tekuni barang 1 tahun dan lihat hasilnya. Jika ada perkembangan bagus (reseptif mulai mengerti yang didengar, dan mulai mengoceh), bisa dilanjutkan terapi mendengar.
Jika bagus di reseptif tapi kurang bagus di ekspresif (pengucapan tidak jelas) bisa dibantu terapi wicara.
Jika selama 6-12 bulan pertama perkembangannya kurang bagus (reseptif) mungkin ABDnya kurang sesuai (mungkin juga hasil test yang kurang tepat -> perlu test ulang, jika perlu di singapura).
Yang penting jalur mana yang kita pilih, jalani dulu secara all-out; setelah sekian waktu pantau hasilnya, dan terbuka terhadap jalur lain yang mungkin ternyata lebih sesuai.
Mei 10, 2010 at 3:16 pm
anak saya 3,4thn. kemampuan dengar kanan 90db dan kiri 60db. sudah hampir 5bln terapi bicara, krn baru juga memakai ABDnya. tapi knp ya selama hmpr 5bln blm ada kosakata yg mampu dia ucapkan? bahkan belum nengok kalau di panggil?
REPLY >
kalau 5 bulan belum keluar kata-kata masih ok, mgkn bbrp bulan lagi baru ‘keluar’ (yg penting dimasuki suara dulu).
tapi minimal sdh bs menunjukkan respon terhadap suara/bunyi. kalau sama sekali belum respon kemungk ABD-nya belum sesuai level pendengarannya (perlu di-setting ulang, atau bahkan perlu tes Bera ulang utk tahu level yg sebenarnya –> sebaiknya tes di tempat lain sbg pembanding)
Juni 25, 2008 at 1:01 pm
Sy pengen sharing, krn anak sy jelang 4 thn, tahuan gagal dengar,hsl di cipto hrs pakai ABD, sy pengen tau ttg cara penanganan krn kami berdua kerja pagi pulang malam sbg pekerja tp bukan penghasilan baik, apa saja dampak dari penggunaan alat tsb, msh bingung & blum brani putuskan pakai ABD…sy dpt komunikasi selain email juga Hp : 08128176234 trims atas perkenaannya…Sukses !
Juni 27, 2008 at 3:01 pm
Sebaiknya ibu segera carikan ABD yang memadai sesuai hasil periksa di cipto (jika perlu bisa coba test di tempat lain utk meyakinkan hasilnya tepat), agar si anak mulai bisa mendengar.
Pada dasarnya ABD perlu diset sesuai level sisa pendengaran si anak (kalau powernya kurang si anak tetap tidak bisa mendengar, kalau powernya berlebih, si anak bisa sakit telinga karena suara yang masuk terlalu keras). Biasanya di tempat beli ABD dilakukan penyesuaian bertahap, mulai yang lemah dulu, supaya si anak mulai terbiasa mendegar, baru nantinya powernya dibesarkan.
Efek samping lainnya sepertinya tidak ada yang perlu dikuatirkan.
Setelah pakai ABD si anak perlu dibiasakan mendengar dan mendengar (tidak perlu harus langsung bicara). Kalau seharian ia bersama pengasuh atau neneknya, maka mereka perlu dikasih tahu agar mulai membiasakan berkomunikasi secara verbal dengan si anak (sebagaimana kita berbicara kepada bayi kecil, dia belum bisa bicara tapi terus mendengar; suatu saat ia akan bicara)…
Juli 21, 2008 at 12:06 pm
Anak sy skr sdh sklh d santirama, dan menjalani terapi wicara,umurnya 3 th.Ada keinginan pd diri sy suatu saat anak saya bisa masuk sklh umum. Kemampuan memaksimalkan sisa pendengarannya alhamdulillah sdh ckp baik. Sy berpendapat demikian karena kami sdh dpt berkomunikasi untuk topik2 dan kosakata yg dia pahami tanpa harus melihat bibir(pastinya dengan pelafalan dan volume yg tepat). Tapi masih ada keraguan pada diri saya karena sampai saat ini anak sy jika sdg bermain dgn temannya yg bisa mendengar normal,masih sering ga nyambung kalo diajak komunikasi. Mohon masukannya agar sy bisa memberikan yg terbaik u/ anak sy. Trm kasih
November 19, 2011 at 12:13 pm
ibu Ranurti,,maaf kalo aku boleh tau sekarang anaknya masi di bersekolah di Santi rama?apakah anak ibu sudah memakai ABD?
anak saya umur 2 thn 6 bln juga mengalami ganguuan pendengaran, sekatang saya sedang bingung apakah menyekolahkan anak saya dulu atau mmakaikan anak saya ABD terlebih dahulu, karena terus terang saat ini dana yang kami punya belum mencukupi untuk melakukan keduanya,mohon sarannya
terima kaih
Juli 21, 2008 at 12:07 pm
Putra kami tunarungu sekarang umurnya 23 tahun , sedang kuliah disalah satu perguruan tinggi semester 5 . kepada bapak / ibu yang punya putra / putri tunarunggu jangan menyerah ,anak2 tunarunggu tidak kalah dengan anak normal lainnya , cuma beda harus butuh kesabaran untuk mendidiknya karena keterbatasan komunikasi, bahkan banyak anak2 tunarungu yg sudah menyelesaikan kuliahnya ( s1 ).
SD & SMP sekolah khusus Tunarungu , SMA sekolah umum s/d sekarang kuliah, dan sekarang sudah banyak sekolah umum yang menampung anak2 tuna runggu.
November 23, 2010 at 10:10 am
maaf kalo boleh saya tau dimana perguruan tinggi khusus anak tuna rungu trima aksih ??
September 2, 2011 at 10:44 am
Senang sekali membaca Testemoninya bahwa Putranya sudah semester 5 ….kiranya bisa berbagi sekolahan umum yang menampung anak tuna runggu dimana saja..apakah ada disekitaran jabotabek..keponakan saya usia 15thn …agar bisa juga seperti putra bapak…Terima kasih
Salam
Aryati 0815-13050662 aryaticamelia_lukas [a] yahoo.com
Juli 21, 2008 at 12:09 pm
Bu Ranurti , bagi penderita tuna runggu problemnya pasti masalah pendengaran , apalagi anak ibu umurnya baru 3 tahun ( tahap belajar bicara dan kata2 nya terbatas )
Mungkin saja bahasa dan kecepatan bicara teman bermain anak ibu cepat , bisa saja dia lagi konsent dengan mainannya yg lain.
Anak normal seumur anak ibu juga kan begitu bu , bicaranya juga lambat sampai si anak siap berkomunikasi biasanya umur 4 tahun , anak2 tunarungu biasanya butuh waktu lebih panjang.
Jadi sabar dan yakin bu kalau membaca cerita ibu , anak ibu masih ada sisa pendengaran. Rajin diajak bicara saja bu , pasti berhasil tks
Juli 21, 2008 at 12:29 pm
Trimakasih utk sharing ibu & bpk.
Biasanya anak tuna rungu memang tidak segera bisa berkomunikasi dgn teman2nya. Ellen juga suka bergaul, dgn komunikasi yg masih terbatas. Beda dgn di rumah yang sudah lumayan, karena orang rumah ngerti apa yang dia katakan walaupun banyak kata2 yang belum jelas (tapi konsisten). Orang rumah juga kalau berbicara kpd ellen menggunakan kosa kata yang dia sudah tahu. Sedangkan di luar, teman2nya atau orang lain bicara secara biasa (dgn kosa kata yg banyak) yang belum dimengerti ellen.
Kuncinya di kosa kata (yang si anak ngerti, baik ketika dengar ataupun ketika ngomong) dan kejelasan pengucapan si anak, serta kejelasan pengucapan orang yang didengar si anak (keterbatasan ABD).
Yang penting keuletan kita, perlahan tapi pasti…
Mei 20, 2011 at 9:07 am
anak saya 2 tahun,mengalami gangguan pendengaran dan belum memakai ABD,saat ini anak saya sedang mengikuti program Intervensi dini dan selanjutnya disarankan bersekolah di santi rama. Setelah saya membaca pengalaman2 diatas sebaiknya bagaimana penanganan yang paling baik untuk anak saya,,sebelumnya saya ucapkan terima kasih
Juli 23, 2008 at 10:22 am
Bapak Ibu Mohon informasi, anak sya usia 1,5 th ganguan pendengaran 100 DB kiri kanan, anak sy sudah mengguankan ABD 6 bulan tapi blm ada respon mendengar, dari pengalam bapak/ibu berapa lamakah si anak setelah mengguankan ABD baru ada respon mendengar dan kami mohon informasi tempat untuk terapi mendengan, atau adakah cara2 ( Tips N Trik ) terapi mendengar yang dapat dilkukan dirumah. mohon sharing dari bapak & ibu, terima kasih
>>> silakan lihat reply di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-99
Juli 24, 2008 at 3:06 pm
Anak saya umur 13 tahun penderita tuna rungu sejak lahir, saat ini masih sekolah khusus Tuna rungu kelas 6. Untuk Pak Azmar Azis, mohon sharing pengalaman bagaimana cara belajar anak tuna rungu di sekolah umum,dan apakah ada dampak psikologisnya bagi si anak bila di sekolah umum, seperti misalnya diejek atau dikucilkan dari pergaulan rekan-rekannya. Kemudian bagaimana cara belajarnya apakah si anak dapat mengikutinya. Mohon dijelaskan, pak terimakasih.
Agustus 4, 2008 at 11:06 am
Bu Dera , masalah berapa lama respon sianak jika menggunakan ABD ( anak ibu sdh 6 bulan tapi blm ada respon mendengar), mungkin ibu bisa konsultasi lagi ke dokter . Anak ibu baru I.5 th mungkin saja butuh waktu ( kalau kita bandingkan dengan anak normal umur 1,5 thn kan masih terbats juga komunikasinya bu ). sabar & usaha bu mudah 2an cepat berhasil. Mohon maaf tks
Agustus 4, 2008 at 11:11 am
Anak saya diketahui menderita gangguan pendengarn ketika usia 3 tahun 4 bulan. Saat itu saya langsung memakaikan alat bantu dengar dan melatahnya untuk mendengar selama kurang lebih satu tahun. Alhamdullikah anak cepat merespon suara jika ia dipakaikan alat bantu dengar, bahkan dia bisa membedakan suara pesawat dan azan. Namun ketika alat bantu anak saya rusak pada saat ia berusia 5 tahun dan harus diganti dengan yang baru, sementara harga alat bantu saat ini cukup mahal akhirnya anak saya tidak lagi saya pakaikan alat bantu. Yang ingin saya tanyakan, apakah jika anak saya saya pakaikan alat bantu dengar dan melatih pendengarnya masih memungkinkan mengingat sekarang ia sudah berusia 7 tahun? kedua adakah informasi dari rekan-rekan sekalian tentang harga alat bantu yang bisa dicicil atau yang murah, atau barangkali ada lembaga atau yayasan yang memberikan sumbangan alat bantu dengar. Terima kasih
Agustus 4, 2008 at 11:12 am
Bu Rifah Zainani , kalau membaca tulisan ibu , sisa pendengaran anak ibu masih ada tetapi berapa % ( mungkin bisa di cek pada dr THT / rumah sakit ) , dahulu anak ibu bisa memebedakan suara Azan dengan Pesawat berarti pendengarannya ada respon. Pertanyaan ibu , apakah jika anak saya pakaikan alat bantu dengar dan melatih pendengarnya masih memungkinkan mengingat sekarang ia sudah berusia 7 tahun?, tidak ada yang tidak mungkin bu semua pasti bisa cuma kita butuh upaya lebih dan kesabaran , Mungkin ibu bisa latih banyak dengan bahasa gerak bibir ( sesuai saran bpk/ibu yg lain ) , itu akan lebih membantu disamping alat bantu dengar ( jk sdh ada) . Anak tunarungu harus sering diajak bicara /berkomunikasi , dan kita harus siap banyak mendengarkan kalau dia berbicara & sebagai orang tua sebaiknya juga harus banyak belajar bahasa nya sianak, sehingga dia tidak minder nantinya. Demikian bu terima kasih moga bermanfaat mohon maaf jika salah & dan menggurui.
Agustus 4, 2008 at 11:14 am
tolong minta alamat lengkap sekolah terapi wicara terpadu untuk anak tunarungu lokasi di jakarta
Februari 17, 2010 at 3:45 am
coba di santi rama, saya dengar bagus. ato pangudi luhur di jakbar.
Oktober 13, 2010 at 10:15 pm
info alamat santirama jalan kramat 7 no 13 jakpus
Agustus 4, 2008 at 11:14 am
tolong minta alamat lengkap sekolah terapi wicara terpadu (avt) untuk anak tunarungu lokasi di jakarta, SELAIN DI RSCM
replay please
Juli 17, 2010 at 7:32 pm
Ibu bisa hubungi Kasoem Hearing di 021-3151070 ext.22, ibu bisa tanya2 terlebih dahulu.mudah2n bermanfaat buat buah hati ibu.
Agustus 4, 2008 at 2:02 pm
Buat pak /ibu Ade Prasadi , pengalaman anak kami sekolah umum ( SLA ), insyaallah tidak ada hambatan yang berarti hanya pelajaran bahasa ingris dia agak sulit mengikuti, mengenai lingkungan sekolah dan tempat kost ( kebetulan pada waktu itu kami tinggal di Denpasar sedangkan anak kami sekolahnya di Jokyakarta ( kost ), selama 3 tahun sekolah malahan banyak teman2 nya yang bantu , apalagi guru2nya kebetulan sangat mendukung , dari 40 orang murid 1 klasnya ranking ratanya urutan 10 s/d 16. Yang penting keluarga jgn bosan2 memberikan dukungan sehingga si anak percaya dirinya menjadi tinggi , sehingga dia kelak bisa mandiri.
Ada satu hal pengalaman kami, anak kami lebih suka melihat TV dan menggambar dan matematik / berhitung , pada umur 8 tahun kami sudah mengenalkan ke dia komputer sehingga pada waktu masuk SLA dia sudah agak mahir menggunakan komputer dan sangat membantu sekali pd saat kuliah sekarang.
Demikian mohon maaf terima ksih
November 1, 2009 at 9:02 pm
Pak Azmar..tolong nama dan alamat SMA anak bapak..saya berencana memasukan anak saya yg tuna rungu ke sekolah umum..terima kasih banyak..
Agustus 7, 2008 at 10:57 am
Bp Tahar / ib Irma, pada dasarnya belum ada terapi terpadu (ala artikel kami), yang ada terapi mendengar (TAV) dan terapi wicara terpisah. Kami sendiri memadukan keduanya berdasarkan kebutuhan anak kami.
Ada yang cukup menjalani terapi mendengar saja (pengucapannya bagus tidak perlu dibantu terapi wicara) — silakan baca Reply kami sebelum2nya.
Lihat Daftar terapi mendengar (tav) dan terapi wicara.
Agustus 11, 2008 at 10:11 pm
Kini telah tersedia baterai ABD da Cochlear Implant berbagai brand kelas dunia dengan harga yang sangat ekonomis berkisar antara 20 – 30 ribu rupiah.
Semoga informasi bermanfaat bagi mereka pemakai Alat Bantu Dengar (ABD) dan Cochlear Implant.
[...]
Best Regards
Andy Suseno
[...]
Blog : http://kotabatere.wordpress.com
Agustus 25, 2008 at 11:53 am
Kali kedua saya berkirim kabar, semoga putri ibu dan bapak semakin baik perkembangannya.
Bu, sekarang (baru 3 minggu) saya dimintai tolong oleh salah seorang orang tua yang anaknya berumur 3 tahun selesai operasi kohlea. Anak ini dulu murid saya ketika usia 2 tahun.
Saya sangat takjub dengan perkembangan bahasanya, karena teman-temannya yang senasib dan masih bersekolah di SLB tempat saya bekerja tidak secepat itu perkembangannya. Yang ingin saya tanyakan, apakah putri ibu dalam perkembangan artikulasinya mengalami pengucapan yang kurang jelas seperti cilat/ cadel ?
Kemudian struktur kalimat mana yang cepat dikuasai anak.
Terima kasih, kami sagat menunggu. Salam dari Yogya.
Oktober 16, 2008 at 3:17 pm
Betul pak, banyak anak yang operasi kohlea yang berhasil baik karena memang kualitas suara yang didengar lebih baik daripada ABD. Tetapi faktor yang lebih menentukan (biasanya) adalah penanganannya (terapi), karena ada juga yang sudah operasi tetapi kurang berkembang kemampuannya karena penanganannya kurang bagus.
Anak kami sendiri masih banyak kekurangan, pertama karena keterbatasan ABD, dan juga belakangan dia agak sulit diajak terapi. Pengucapan ada yang kurang jelas dan ada yang belum keluar ucapannya (misal konsonan ‘k’). Tetapi sepertinya yang penting si anak mengerti dulu (ngerti ketika mendengar, dan konsisten ketika mengucapkan walau belum jelas), karena beberapa pengucapan yang dulu kurang jelas sudah membaik perlahan-lahan sambil jalan. Struktur kalimat masih suka kebalik (misal ‘Ellen jepit beli mau’) karena awalnya kami ngajari dengan penekanan ke kata-kata kunci dulu, bukan kalimat lengkap (yang penting dia bisa sampaikan maksudnya dulu), tapi sekarang mulai sambil dibetulkan kalimatnya.
Salam juga dari kami, selamat mendidik anak2 tunarungu di Jogja.
Oktober 16, 2008 at 3:33 pm
bapak/ibu yang terhormat,
mungkin saya termasuk orang tua yang kurang tanggap dengan kondisi anak saya. saya telat memeriksakan ke dokter THT. waktu itu umur Arina ( anak saya ) sudah 2,3 tahun baru test BERA, waktu ke dokter THT pertama kali, diagnosanya hanya karena kotoran saja. sekarang saya sudah belikan ABD dan terapi wicara, tapi sampai saat ini anak saya belum mau memakainya, bahkan marah2 sambil menutup telinganya. saya terus berusaha dan terapi wicara, namun baru 2 kosa kata yang bisa diucapkan kata BOBOK dan SUSU ( minta minum susu ). selebihnya belum. sekarang Arina sudah 3 tahun. untuk itu saya minta saran bapak/ibu bagaimana caranya agar Arina mau pakai alat bantu.
Oktober 16, 2008 at 3:47 pm
pak Joko, pada dasarnya (katanya) memakai ABD memang tidak nyaman. selain faktor risih di telinga, kadang karena keringat juga bikin gatal, belum kalau anaknya merasa malu… Paling tidak, kebersihan alat harus selalu dijaga. Sesekali cek telinga (pakai lampu senter) siapa tahu merah-merah gatal.
Kemudian yang sangat penting: settingan alat sudah betul apa belum (bisa jadi karena terlalu keras suaranya sehingga si anak tidak mau pakai, atau sebaliknya tidak terdengar apa-apa sehingga tidak ada bendanya pakai & tidak pakai). Bapak bisa coba tes audiometri (tidak usah Bera yang mahal), kalau perlu di 2-3 tempat untuk memastikan level yang sesuai bagi si anak.
Kami sendiri agak strick ke anak kalau soal pakai ABD, prinsipnya sebisa mungkin selalu pakai (kecuali pas tidur & mandi). Kadang dengan iming-iming (janjikan makanan kesukaannya), atau kalau dia yang minta sesuatu kami iyakan asal mau pakai. Kalau terpaksa ya kadang2 agak kami kerasi (bentak). Belakangan anak kami yg kecil (1 tahun) kadang ingin pakaikan alat buat kakaknya (harus dijaga jangan sampai alatnya jatuh), tapi justru si kakak lebih mudah menerima (drpd kami yang suruh).
Anda bisa coba berbagai pendekatan mana yang sesuai dengan anak anda. Jangan sampai sering berantem masalah ABD nanti malah nolak pakai terus.
Oktober 16, 2008 at 4:23 pm
bu Dera, maaf terlewat belum dijawab.
“Berapa lamakah si anak setelah menggunakan ABD baru ada respon mendengar?” Pada dasarnya kalau ABDnya tepat, responnya tidak lama. Setting ABD memang bertahap 2-3 kali (tidak langsung keras) tapi dengan ABD biasanya untuk suara keras si anak bisa dengar & noleh (misal ketika dipanggil dari dekat). Untuk mengerti yang didengar memang cukup lama, tapi respon mendengar seharusnya tidak lama. Kalau sampai 6 bulan belum menunjukkan gejala mendengar, sebaiknya cek ulang settingan ABDnya, sekalian tes audiometri (biasanya gratis) untuk menguji tingkat pendengaran anak.
Akan sia-sia lakukan terapi mendengar kalau si anak tidak bisa mendengar. Kami sarankan ibu cek secepatnya, kalau perlu ke tempat lain.
(kami sendiri pernah mengalami hasil periksa Bera yang kurang tepat sehingga pakai ABD kurang berhasil, setelah tes ulang & pakai ABD baru yang sesuai, baru mulai kelihatan hasilnya)
Silakan lihat Daftar terapi mendengar dan terapi wicara.
Mengenai terapi di rumah, saya sudah rencanakan utk tuliskan juga sebatas pengalaman,
tapi belum sempat, moga2 bisa secepatnya. Anda bisa coba dulu search di internet.silakan lihat http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
>> Bapak Ibu Mohon informasi, anak sya usia 1,5 th ganguan pendengaran 100 DB kiri kanan, anak sy sudah mengguankan ABD 6 bulan tapi blm ada respon mendengar, dari pengalam bapak/ibu berapa lamakah si anak setelah mengguankan ABD baru ada respon mendengar dan kami mohon informasi tempat untuk terapi mendengan, atau adakah cara2 ( Tips N Trik ) terapi mendengar yang dapat dilkukan dirumah. mohon sharing dari bapak & ibu, terima kasih
Oktober 27, 2008 at 9:17 am
anak saya baru pake ABD. masih mengamati, sambilo belajar dari tulisan2. Thanks banyak ya
November 15, 2008 at 2:22 pm
saya punya adik yang tuna wucara +tuna rungu, tapi adik saya ini sudah berumur 15 th,kata ibuku dulu adik saya terkena panas tinggi (mungkin itu penyababnya) terus terang saya sedih jika melihatnya ketika dia duduk termenung sendiri, saya pengen sekali tau apa yang dia rasakan, mbk ABD tu bentunya seperti apa, trus harganya kira2 berapa,tolong informasinya ya, saya sangat membutuhkannya,
Januari 24, 2012 at 12:28 pm
selamat siang ibu susi………..
sebaiknya adik ibu tersebut diperiksakan dahulu ke dokter tht, atau bisa langsung ke hearing center. untuk pemeriksaannya. Model untuk ABM, ada yg bertype BTE (dibelakang telinga),CIC (didalam telinga). Semoga bisa bermanfaat ya informasinya
November 15, 2008 at 10:22 pm
salam sejahtera.
di lingkungan pabrik yang saya kelola ada beberapa penderita tuna rungu, selama ini kami lancar-lancar saja membina komunikasi 2 arah dengan mereka. hubungan dengan karyawati yang lain juga sangat baik.
saya ingin sekali belajar bahasa isyarat baku yang dipakai di sekolah-sekolah luar biasa khususnya di indonesia lewat buku-buku, diktat atau website. mungkin administrator blog ini bisa membantu.
terimakasih.
Februari 28, 2010 at 6:53 pm
Silahkan hubungi SLB Santi Rama di Jl. R.S. Fatmawati, Cipete,Jakarta Selatan ( di seberang swalayan D’Best) bila sdr orang Jakarta setiap hari kecuali Sabtu pkl.8-14.30. Bila bukan penduduk Jakarta, tilp. ke 021-75818101, bisa pesan buku “Cara Mudah Belajar Sistem Isyarat Bahasa Indonesia” Makasih atas kepedulian sdr.
November 18, 2008 at 2:55 pm
@ ibu Susi,
ABD ada bermacam2, ada yang pocket (di saku), ada yang dipakai di belakang telinga (BTE behind the ear) dan ada yang di dalam telinga. Ada yang analog dan digital. Kemampuan (amplifikasi suara) dan tingkat kejernihan suaranya juga beragam. Harga juga beragam mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta.
Silakan kunjungi pusat alat bantu dengar (hearing aid center) terdekat. Biasanya gabung dengan optik (Kasoem, Melawai), dan ada juga yang berdiri sendiri (ABDI alat bantu dengar indonesia). Sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter THT, dari situ biasanya diminta test telinga, baru bisa ditentukan penanganannya.
Untuk gambaran awal anda bisa search (www.google.com): “alat bantu dengar”.
November 18, 2008 at 2:57 pm
@ singa
Pada dasarnya kami tidak mengerti (dan tidak mempelajari) bahasa isyarat, tapi ada beberapa referensi yang mungkin membantu (saya sudah kirim email, silakan download).
November 18, 2008 at 3:02 pm
saya mempunyai anak umur 3.8 thn pada waktu itu saya kurang memperhatikan karena ada masalah keluarga shngga baru sekarang saya pperiksa telinga ke RSCM di klinik THT Komunitas tes bera OAE pungsi typani mendengar di 90 db Prekuensi 500 dan dianjurkan pakai ABD dan therapi bicara ,pada saat ini dia tidak mau pake tapi masih thrapi bicara kosa kata yang keluar baru ayah ibu ga mau abi dan ada yang lain tapi tidak jelas , anak saya bila ingin sesuatu bila tidak diikuti akan marah dan teriak teriak .apakah semua anak tuna rungu seperti itu , terus gimana cara menanganinya dan apa benar ABD yang mahal akan cepat dalam peroses bicara
November 19, 2008 at 2:09 pm
Hai all,
terus terang, saya juga mengalami kekurangan fisik yaitu pendengaran …
Jika ingin tahu, silakan mampir blog aku.
Terima kasih.
- Paulus -
November 24, 2008 at 9:03 pm
@ bp Agung
mengenai ABD silakan lihat reply kami di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 .
ABD memang beragam, bisa anda coba dengarkan suara outputnya (pakai selang) jernih tidak, dan sebagainya. pada dasarnya ada harga ada barang, tetapi faktor yang lebih penting daripada alatnya adalah faktor terapinya.
anak kami juga pernah mengalami masa-masa sering marah-marah (temper tantrum) yang sepertinya cukup wajar pada usia tertentu, ketika ia mulai berkembang pemikiran/keinginan/perasaannya tetapi belum bisa menyampaikannya (orang lain tidak mengerti). mungkin bisa dibantu dengan komunikasi visual, misalnya ketika mau ajak pergi, tunjukkan dulu gambar/logo tempat tujuan. kartu bergambar sangat membantu –tetapi jangan sampai kecanduan cara visual saja, karena bisa bikin malas berkomunikasi verbal.
@ mas Paulus
trimakasih berbagi. kalau dari sisi seorang tunarungu, cara/model terapi/pengajaran seperti apa yang bagus?
November 27, 2008 at 8:20 am
– komentar ini masuk ke blog lama –
Salam kenal mama ellen.Sy seorang speech therapist yg jg dikaruniai anak istimewa(tunarungu).Trimakasih….sdh menyempatkan diri utk membuat wadah utk share.Penanganan yg ibu jalankan cukup menginspirasi ortu2 baru yg mendapati ATR.Oh ya,ada jg lho di Bandung ATR(profound deaf) yg cukup menginspirasi saya.Beliau sekolh umum dr TK hingga skr(SMU).Prestasi akademiknya cukup membanggakan.ABD yg dipakai pun msh ANALOG tp mampu komunikasi verbal sangat alami(tdk lip reading or sign language).Jd buat ibu2 & bpk2,jgn putus asa bagi yg memiliki ABD dg teknologi standar,kemajuan ank kita bukan tergantung dr mahal-murahnya ABD,tp tergantung dr ketekunan kita melatih anak kita berkomunikasi.Maaf bukan bermaksud menggurui,TENGKYU
November 27, 2008 at 8:32 am
salam kenal juga bu, akhirnya ada terapis wicara yang bergabung. kalau bisa berbagi tips-tips berkaitan dengan terapi wicara (bagaimana teknik membentuk pengucapan tertentu… misalnya anak kami masih belum bisa mengucapkan konsonan ‘k’ (kakak, koko, dsb) apa ada teknik khusus untuk membantu. kalau ada info judul buku/referensi…
November 29, 2008 at 10:54 pm
Sedikit tips singkat untuk melatih konsonan /k/.Karena bunyi konsonan /k/ tdk dpt terlihat,maka kita hrs memberikan feedback tactil(perabaan)pada daerah dorsovelar(letaknya tepatnya pd pangkal leher)dgn mengarahkan tangan anak keleher anda serta rasakan getaran pd area tsb,begitupun sebaliknya.Untuk referensi buku ada ttg “METODE ARTIKULASI”.Smg bermanfaat,trimakasih.
REPLY>> trimakasih bu utk tips & infonya, kalau ada tips2 lain jangan sungkan2
Desember 3, 2008 at 6:03 pm
Dear Papa-Mama Ellen,
Luar biasa sekali tips2 disini. Saya tunarungu juga, tetapi saya lahir normal, jadi tunarungu usia 8th. Sekarang saya sudah 30th, menikah dengan orang normal, punya putra kembar yang manis2.
Saat ini saya membantu yayasan untuk tunarungu, dan karena selalu sekolah umum (bukan SLB), saya kebingungan dalam mengajar teman-teman tunarungu (rata-rata yang saya ajar sudah diatas 18th), terutama karena banyak yang cuma mengerti kata dasar dan tidak mengerti perbedaan arti awalan, akhir dll, adakah yang punya tips mengajar tunarungu usia pasca sekolah?jika ada yang tahu alat perag,kurikulum dll, saya tunggu juga kabar baiknya.
Regards
Desember 4, 2008 at 9:27 am
Dear papa ellen.
Saya mau sekali membantu ibu erika dlm mengajarkan anak2 tunarungu dalam berkomunukasi verbal di yayasan beliau.Apa anda punya alamat email beliau.Thx
Desember 4, 2008 at 12:06 pm
@ bu Dwi Yanti, sdh diemail, silakan kontak langsung dgn bu Erika.
@ bu Erika, nanti kalau ada kemajuan bisa disharingkan di sini tips2nya, tentunya akan bermanfaat.
Juga krn anda di yay tunarungu, kalau ada info yayasan atau LSM yang memberi bantuan/subsidi utk beli ABD bagi anak tunarungu yang kurang mampu…
Desember 10, 2008 at 12:27 pm
papa-mama eLlen,,,
pita ank PR dah mau nyusun TA d3,,
dan pita amBil teMa tTg komunikasi anak tuna rungu…
moHon bntuan’y yach papa-mama ellen kLo ada pTanyaan ato hal2 yang ga pita mngerti..
mohon bantuan’y yach…,,,
terima kasih,,,
REPLY>> silakan jika ada yang bisa dibantu, sebatas pengalaman kami. sebaknya di-posting di sini, siapa tahu ada pembaca lain yang juga bersedia jadi responden & berbagi info.
Desember 22, 2008 at 3:13 pm
Assalamu’alaikum. Salam sejahtera.
Salam kenal… Saya Budi, guru SMALB-B YPPALB Kota Magelang. Senang sekali saya dapat bergabung dengan Bapak/Ibu. Dalam pembelajaran saya senang sekali menerima masukan dari para orangtua/wali siswa. Saya selalu ingin tahu apa yang dikehendaki para orangtua/wali. Dengan adanya wadah ini, saya bertambah wawasan dan informasi. Benar Bapak/Ibu, kita tidak perlu berkecil hati dengan keadaan anak kita. Siswa-siswi kami juga banyak yang berprestasi. Contohnya anak didik saya, Si Agung, juara melukis Pelajar SMA (umum) Tingkat Kota Magelang dan eks Kars Kedu, Jateng. Juara 2 gambar/cerita komik tingkat nasional, juara 2 modeling tingkat kota dll (semua itu bersaing dengan anak-anak normal). Salah satu teman saya yang tunarungu (Mbak Galuh) juga punya prestasi yang membanggakan, saat ini sedang kuliah S2 di Melbourne Australia atas biaya negara (beasiswa Depkominfo). Dalam pembentukan dan penguasaan bahasa, siswa-siswi kami memang tidak semua sama, bervariasi seiring tingkat desibel
pendengaran mereka, tetapi saya sangat setuju dengan langkah-langkah dan terapi yang diterapkan Bapak/Ibu terhadap ananda. Saya akan mencobakan pada siswa-siswi saya.
Terima kasih Pak/Bu, lain waktu kita sambung. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Salam,
Budi Susilo
REPLY >>
Thanks pak atas sharingnya, silakan dicoba sekiranya ada tips di sini yg mungkin bermanfaat bagi anak didik anda. Dan sebaliknya jika ada info/tips dari pengalaman anda mengajar anak2 tunarungu silakan dibagikan juga.
April 14, 2010 at 11:29 am
Assalamualaikum wr.wb.saya punya ponakan tuna rungu juga, yang tinggql di magelang. bisa saya minta alamat Bapak? Barakallahuafik
Desember 27, 2008 at 4:47 pm
dear….,papa ellen.Trima ksh akhirnya sy bs kontak ibu erika.kebetulan bsk ada sharing parents dan sy mengajak ibu erika,tp syg beliau tdk bs hadir krn sdg ada tugas.kalo bpk berkenan silahkan hadir bsk diacara kami.thx
REPLY>>
Thanks ibu atas infonya.
Ibu tiap ada info gathering silakan posting di sini detailnya (atau kota & contact person-nya saja), siapa tahu ada yg berminat & bisa hadir.
Desember 8, 2011 at 10:46 am
Untuk Ibu Dwi Yanti saya sms ke ibu tapi tdk ada balasan, kapan ada pertemuan lagi dan dimana,untuk anak2 dan orang tua dengan gangguan pendengaran, saya pengin ikut semua gratiskan ya, siapa tau dari situ akan menemukan jalan keluar yang terbaik untuk masa depan anak2 kita yang mengalami gangguan pendengaran
Desember 30, 2008 at 6:20 pm
Ikut nimbrung dong, saya guru privat selama satu bulan ini saya mendapat 1 siswa tuna rungu berumur 16 tahun yang sedang berlibur dari SDLB . Dia ingin privat matematika , b inggris dan komputer. Dia bisa membaca gerak bibir dan keluar suara sedikit, selama ini saya komunikasi secara oral karena saya tidak bisa bahasa isyarat, dan tulisan. saya mengalami kendala untuk mengajarkan matematika terutama pembagian, apakah ada tehnik khusus. saya sangat bersyukur mendapat kesempatan , pengalaman dan pengetahuan tentang mengajar anak tuna rungu. terimakasih
REPLY >>
mgkn ada yg punya pengalaman sejenis?
Januari 28, 2009 at 11:50 am
anak saya bermasalah dengan pendengaran , sekarang sudah berumur 2,5 tahun, belum bisa berbicara,sudah pake alat bantu dengar tapi belumada reaksi, sudah terapi wicara selama 2 bulan tapi sekarang berhenti karena kurang biaya, saya mohon info apa sebaiknya yang harus saya lakukan,
trims
masyandri
pekanbaru
REPLY >>
Pada dasarnya ABD perlu diset sesuai level sisa pendengaran si anak (kalau powernya kurang si anak tetap tidak bisa mendengar, kalau powernya berlebih, si anak bisa sakit telinga karena suara yang masuk terlalu keras). Biasanya di tempat beli ABD dilakukan penyesuaian bertahap, mulai yang lemah dulu, supaya si anak mulai terbiasa mendegar, baru nantinya powernya dibesarkan.
Setelah pakai ABD si anak perlu dibiasakan mendengar dan mendengar (tidak perlu harus langsung bicara). Kalau seharian ia bersama pengasuh atau neneknya, maka mereka perlu dikasih tahu agar mulai membiasakan berkomunikasi secara verbal dengan si anak (sebagaimana kita berbicara kepada bayi kecil, dia belum bisa bicara tapi terus mendengar; suatu saat ia akan bicara)…
Silakan baca reply2 sblmnya:
http://tunarungu.wordpress.com/#comment-99
Agak detil: http://tunarungu.wordpress.com/2008/01/30/abd-vs-cochlea-implant-vs-terapi/#comment-129
Februari 7, 2009 at 11:11 pm
Trimakasih Papa Ellen atas sarana ini. Anakku 2 tahun 2 bulan yang tuna rungu sejak lahir. Tempat tinggalku yang jauh di daerah (Kota Banjar, ujung timur Jawa Barat)dan keadaan ekonomiku, membuatku kesulitan. Aku berusaha melakukan pengobatan alternatif yang tak terlalu berbahaya/mengandung resiko, tapi saat ini belum berhasil. aku mau tanya ke Ibu Nani Yusita yang katanya mau mencoba terapi lilin? Gemana Bu Sudah/belum? Gemana Hasilnya. Boleh minta lamat e-mailnya gak?
Trimakasih untuk infonya.
REPLY >>
silakan kontak bu Nani
mengenai terapi lilin, sepertinya sedang marak (pernah lihat ditawarkan juga di salon kecantikan biasa –coba anda cek ke salon terdekat)
Februari 19, 2009 at 8:00 am
salam knal papa/mama Ellen.
sy ingin menayakan, apakah terapis Ibu Dwi Yanti tinggal di bdg? Sy br pindah ke bdg dan sedang mencari tempat terapi(selain RSHS) utk anak sy yg tuna rungu. trims utk infonya.
REPLY >>
silakan ibu dwi yanti kontak lgs… ternyata di jakarta (cinere)utk Bandung silakan lihat http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/
Februari 19, 2009 at 9:22 am
Salam kenal ellen,
Saya Devi,anak saya menderita tuna runggu ki 50/ka 70, tp kendalanya hingga saat ini ia blm mau memakai ABD yang telah kami belikan,padahal ia sdh sekolah di TKA sklh umum,Bagaimana caranya agar ia mau memakai ya, tp tidak dgn cr dipaksa? apakah sy hrs mencari sekolah khusus tuna runggu yang semuanya memakai ABD agar anak sy jg mau memakai, dmn sekolah spt itu? Tolong infonya, trim. Salam Luar Biasa
REPLY >>
silakan lihat masalah sejenis di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 (mungkin ada tips disitu yang bisa dicobakan ke anak anda)
mengenai SLB anda bisa tanya ke dinas pendidikan setempat atau search di google.com “SLB kota-anda”. tapi sebaiknya anda survei dulu SLB tsb seperti apa, metodenya seperti apa, hasil (anak didiknya) seperti apa, dan apakah itu sesuai dengan harapan anda terhadap anak anda. maksudnya jangan sekedar agar mau pakai abd (kalau soal pakai abd mungkin masih bisa dicoba berbagai pendekatan dulu).
Februari 19, 2009 at 4:58 pm
Papa ellens,terima kasih banyak yaa infromasinya saya akan coba sesuai saran bapak mohon doa nya..terima kasih
REPLY >>
sama-sama bu, silakan dicoba
Februari 19, 2009 at 5:17 pm
Ibu dwi yanti mohon info lokasi/tempat ibu memberikan terapi dan mohon maaf sekali berapa biaya untuk terapi
fyi..anak sy umur 2 th, paki ABD sdh 1 thn.
atau bapak/ibu ada yang tahu tempat terapi ibu dwi yanti seblum & sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
REPLY >>
silakan ibu dwi yanti kontak lgs
Februari 21, 2009 at 12:05 am
buat mama/papa ellen, saya masih baru memakaikan ABD ke anak saya. Adakah email yg bisa saya hubungi?
REPLY >>
sdh diemail pak. utk pertanyaan anda silakan lihat http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
Februari 26, 2009 at 4:06 am
Salam kenal,
Saya memiliki anak yang mengalami hal serupa, namanya hilwa. Sekarang usianya 1,5 tahun dengan kondisi pendengaran ki-ka 110 db. Sudah memakai ABD hampir 1 tahun.
Hilwa sudah mengikuti terapi AVT di Surabaya selama 5 bulan, tetapi saya hentikan karena harus pindah ke Bandung. Saat ini hilwa mengikuti terapi NAO (Natural Auditory Oral) karena di Bandung tidak ada tempat terapi AVT. Menurut terapisnya saat ini penerimaan hilwa akan suara sangat bagus sehingga tidak perlu melakukan implant (sebelumnya saya ada rencana untuk melakukan implant).
Hanya saja kendalanya hingga saat ini ia hanya mau menggunakan alat ketika berada diluar rumah. Jika berada di rumah dengan serta merta ia akan melepas alatnya. Adakah cara untuk menyiasatinya? Karena sebagian besar waktu untuk berinteraksi justru berada di rumah.
Terima kasih.
REPLY >>
ibu bisa coba lihat masalah sejenis di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 mungkin ada tips disitu yang bisa dicobakan atau disesuaikan dgn anak anda
Februari 28, 2009 at 7:57 pm
Salam kenal ibu Rosi…
Wah..lucu ya anak ibu.Kalo memang anak ibu lebih nyaman memakai ABD ketika pergi…,sebenarnya anak ibu sudah merasa ABD adalah kebutuhan,itu sebuah pertanda yang baik bu.Hanya saja memang butuh wkt utk anak ibu mau memakai saat sdg di rmh,ibu bisa jelaskan pd anak ibu dgn bahasa yg bs dimengerti…,bahwa ABD ini akan lebih keren kalo kamu pakai di rmh ataupun pergi.Kuncinya kita tdk boleh kalah kalo anak sering melepas ABD nya,mungkin saja itu a/ perilaku anak dlm mencari perhatian.
Oh ya bu…kalo ibu punya waktu di Bandung sudah ada Parenting Support utk memotivasi kita sbg ortu anak tunarungu.Dan dibandung sdh ada anak dengan 110dB ka/ki mampu bicara sangat alami,beliau sudah usia 17thn(kls 2SMA).trima ksh.
Maret 1, 2009 at 8:06 pm
Terima kasih atas masukannya. Akan saya coba. Untuk masalah Parenting Support kalau boleh tau di mana lokasinya?
REPLY >>
ibu bs coba telp 022-6651205 (Ibu Royke)
Maret 3, 2009 at 8:34 am
Bagaimana anda belajar bahasa isyarat? apakah melalui pendidikan khusus atau seiring berjalannya waktu anda juga mulai memahami mengenai bahasa isyarat yang di pelajari ellen? Saya ingin belajar bahasa isyarat.
REPLY >>
pada dasarnya kami tidak menggunakan & mengajarkan bahasa isyarat ke anak kami; justru sebaliknya sebisa mungkin menggunakan bahasa verbal/lisan. dalam prakteknya ada beberapa ‘gerakan’ (misal: makan, mandi) yg muncul spontan/alami tapi hanya utk membantu saat awal mengajarkan kata-kata tsb.
tapi jika anda ingin belajar bhs isyarat ada bbrp referensi yg mgkn berguna (sdh diemail),walaupun antar negara bhs isyarat yg digunakan berbeda.
Maret 4, 2009 at 7:23 am
anak saya Umar 3 tahun ganggunan pendengaran di 70 dan 90 dB, dah setahun pakai ABD dan juga sudah setahun terapi AVT di yayasan aurica surabaya. Yang butuh alamat Aurica ada di Perumahan Margorejo Indah blok A-408 Suravaya telp. 031-8475341, 031-70130801. Biaya terapi 125 ribu/kedatangan dan untuk member 100 ribu. Kemajuan yang ada pada Umar Alhamdulillah cukup bagus dan sekarang Umar sedang hunting sekolah. jangan patah semangat yaa buat semua ortu ATR…kita lakukan yang terbaik untuk anak2 kita…semangat2…
REPLY >>
trimakasih infonya. silakan sharingkan juga terapi/follow-up yg anda lakukan di rumah utk anak anda, di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
Maret 14, 2009 at 2:38 pm
salam kenal….
anak saya (2th 10 bl) mengalami keterlambatan bicara. Setelah tes bera didiagnosis menderita tuna rungu. saya masih mencoba mencari 2nd opinion sebagai perbandingan. saya mau tanya nih, Bu…. dokter dan RS mana ya yang memang ahli dan pakem untuk hal-hal seperti ini? baik di Indonesia maupun luar negeri. terima kasih.
salam….tolong PM saya ya,Bu… terima kasih
REPLY >>
memang sebaiknya cross check ke dokter/RS lain & bahkan tes bera (kalau ada tes SSEP untuk mengetahui level pendengaran pada frekuensi yg berbeda). blh nanti diemail.
Februari 17, 2010 at 3:29 am
maap ikutan nanya nih Test SSEP bedanya apa dengan ASSR 4 frekuensi. mohon info nya. tq
salam
bunda liloe
Maret 12, 2010 at 5:42 pm
Salam kenal bunda liloe, aku mau menanggapi tentang ASSR 4 Frekwensi. Sebenarnya ada dua produk alat pemeriksaan ASSR satu Interakustik dan satu Biologic. kalo interakustik memang hanya mampu memeriksa 4 Frekwensi, tapi kalo Biologic bisa sampai 8 Frekwensi. Memang kita biasa memeriksa 4-5 frekwensi, hanya saja kalo kita menemukan gap antar frekwensi kita mengambil di antaranya.
salam kenal
Waspada Terapis Wicara RSCM
Maret 20, 2009 at 9:59 am
mama/papa ellen, tes SSEP di ina bs dilakukan dimana?
tx.
REPLY >>
silakan ibu hubungi RS Dr Soetomo Surabaya
Maret 25, 2009 at 8:31 am
Halo mama dan Papa Ellen, anak saya Shine juga tunarungu berat sejak lahir (karena rubela), sekarang telah 7 tahun dan sekolah di pl. Anak saya itu hanya mau pake ABD hanya disekolah, selain itu tidak mau. Dulu waktu umur 2 tahun terapi wicara di ATW jl. kramat, tetapi belum pernah terapi audiovisual (terapi mendengar, sehingga kemampuan mendengar saat ini sepertinya kurang. Disekolah dia membaca ujaran (bahasa bibir), dan kosa kata sudah agak mendingan.
Mengenai Shine ada saya tulis di
http://fitriarapurba.wordpress.com/
http://arghapetra.multiply.com/
cuma belum banyak, karena relatif masih baru. Tolong dong informasi mengenai temapat terapi mendengar di Jakarta, kalau bisa yang buka hari Sabtu karena Shine sekolah dari pagi s.d jam 3 sore.
TKS
REPLY >>
thanks juga ibu utk sharingnya, silakan terus berbagi di blog anda.
utk tempat terapi silakan lihat http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/
mengenai masalah pemakaian ABD, ada bbrp tips di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 dan http://tunarungu.wordpress.com/#comment-155 mungkin ada yang bisa dicobakan atau disesuaikan dgn anak anda
Maret 29, 2009 at 1:38 am
akhirnya saya menemukan blog khusus membahas masalah pendengaran..,ohy sebelumnya perkenalkan saya arie umur 23 tahun, saat ini udah 6 bulan lebih memakai ABD dengan harga 23 jt,awalnya saya juga risih namun dengan tekad keras,akhirnya saya paksakan memakai ABD,
ohy saya kuliah di perguruan tinggi dan sudah tingkat akhir dan udah mau nyusun skripsi, namun perasaan itu selalu muncul yaitu takut ngk nyambung, apalagi saat ujian proposal ataupun ujian skripsi…
ada ngk saran buat saya trimksh
mohon balasannnya lewat email saya
arie_moviech [a]yahoo.com
REPLY >>
silakan sharing pengalaman dgn bbrp netter yang punya pengalaman serupa:
bu erika http://tunarungu.wordpress.com/#comment-122
mas paulus http://paganekoso.wordpress.com
pak asmar (orang tua) http://tunarungu.wordpress.com/#comment-77
info diemail.
kalau ada pembaca yg juga punya pengalaman serupa silakan kontak lgs mas arie di emailnya.
April 6, 2009 at 3:37 pm
Salam kenal,
Kami orang tua anak penyandang tunarungu di Medan, berencana ingin mendirikan suatu wadah untuk berbagi pengalaman sesama orang tua anak penyandang tunarungu. Di dalam hal ini kami kurang mengetahui adanya wadah tersebut diluar kota Medan, kami mohon informasi keberadaan wadah tersebut agar kami dapat berbagi pengalaman. Terima kasih
REPLY >>
salam kenal juga…
beberapa info (bandung, semarang, jkt) ada di http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/ , anda bisa tambahkan jika di medan ada
April 6, 2009 at 4:13 pm
Salam kenal,
Ada yg tau untuk pemeriksaan di JOgja dan terapinya. kebetulan anakku 3,5 thn mengalami gangguan pendengaran.
sya msh blank apa yg hrs saya lakukan.
mohon advice nya.
thx.
lia
REPLY >>
mgkn ada netter yang tahu ttg jogja?
ibu bisa coba telp ke RS, tanyakan dokter THT yg menangani anak tuna rungu. dokter selanjutnya yg mengarahkan utk periksa di mana. setelah diperiksa baru ketahuan penanganannya (ABD, terapi dst). sebaiknya berkonsultasi ke dokter dulu…
Mei 9, 2009 at 3:57 pm
salam kenal,
saya mempunyai anak sudah berumur 12 th yang mempunyai gangguan pendengaran 90db100db saya memakai adb cuma sebelah kiri saya rajin terapi dari umur 3 th lalu saya berhenti karena tak ada kemajuan karena ditempat saya cuma ada 1 tw yaitu rs saya berasal dari lampung saya minta pendapat apa yang saya lakukan sekarang dengan umur yang sudah sebesar itu saya pengin kursus dan mempelajari cara2 mengajar untuk tw dan td siapa yang bisa bantu saya ,kalau saya harus kejakarta biayanya terlalu besar bisa balas ke email ini atau ke blog anak saya ini
REPLY >>
salam kenal juga pak,
- Itu blog yang nulis anak anda? Sudah bagus pak…
- Selama ini si anak masuk SLB atau umum? Kalau di SLB biasanya dilatih membaca gerak bibir & mengucapkannya. (kadang2 tidak begitu perlu ABD, atau ABD hanya sebagai pendukung, karena yang utama lewat mata & latihan pengucapan)
- Tapi kalau anda ingin si anak bisa berkomunikasi secara lisan (dari mendengar) maka harus dipastikan dulu ABDnya berfungsi & setting-nya benar (cek ke penjualnya). Apakah dengan memakai ABD si anak berespon terhadap suara? Atau sama saja pakai & tidak pakai?
- Mengenai ABD, kalau bisa diusahakan pakai kiri-kanan. Oraldeaf menulis: 2 selalu lebih baik drpd 1, bahkan daripada beli 1 ABD mahal, mending beli 2 ABD yang agak di bawahnya.
- Kalau ABD berfungsi dan si anak jadi bisa mendengar (walau tidak sempurna) bisa dilatih untuk mendengar & selanjutnya bicara. Langkah awalnya bisa dipraktekkan bbrp tips di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
- Anda bisa membeli buku contoh praktek terapi mendengar ke yayasan aurica (2 buku sekitar 65.000) silakan lihat infonya di http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/ atau menggunakan referensi (bbrp gratis) di http://tunarungu.wordpress.com/referensi/
Tambahan dari email:
Biasanya ABD memang di-set bertahap. Ketika pertama kali pakai diset agak lemah, setelah terbiasa beberapa hari/minggu baru dinaikkan sedikit. Setelah itu kalau perlu baru dinaikkan lagi. Dan biasanya setting alat di penjualnya gratis, bahkan ada tes audiometri (diperdengarkan suara, si anak dengar/tidak) juga gratis untuk membantu setting yang tepat.
Mengenai terapi mendengar, memang pada tahap awal si anak tidak perlu dituntut bisa langsung menirukan. Yang penting biasakan dia mendengar & mendengar dulu. Sebisanya mengucapkan, tapi tidak harus serta merta bisa mengucapkan dgn benar.
Tambahan lagi kalau si anak sudah bisa baca tulis akan sangat membantu.
Ketika anda mengucapkan, dia bisa disuruh mengucapkan sebisanya & menuliskannya –> Kalau tulisannya belum benar, diajari yang benar gimana, lalu suruh baca tulisan yg benar itu. Tapi kalau tulisannya sudah betul tapi pengucapannya belum betul, sabar saja… lama-lama juga membaik, asal tiap kali anda mengucapkannya dengan betul sehingga ia mendengar yg betul –Perhatikan anda ucapkan kata2 dengan volume suara normal (tidak teriak), di dekat telinga dia.
Tapi kalau masih ada masalah ABD (terlalu keras) berarti harus diperbaiki dulu settingnya…
Juni 5, 2009 at 10:42 am
Salam kenal
Saya orangtua Dani (8 tahun) yang tunarungu (>100 db) ingin gabung dan dapat info lebih jauh tentang kegiatan sharring ini.
Terima kasih
REPLY >>
salam kenal pak, di sini silakan berbagi info & pengalaman atau menanyakan sesuatu mungkin ada yg bisa beri masukan. kalau anda di Bandung bisa bergaung dgn perkumpulan orang tua, ada infonya di http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/
(sejauh ini baru ada info bandung, jkt, semarang, sby)
Juni 14, 2009 at 10:44 am
Sepupu sy umur 2th, br sekitar 2bln memakai ABD utk telinga sebelah kiri setelah di vonis terdapat permasalahan di Telinganya.
Kebetulan juga telinga sebelah kanan mengalami hal yang sama tetapi memiliki tingkat keparahan yang berbeda(red-Fuull tidak bisa dengar)
Keputusan yang diambil adalah pemasangan ABD digunakan untuk telinga kiri tersebut untuk bisa membantu Sepupu saya untuk dapat mendengar.
Saat ini kami berusaha untuk mencari tempat Terapi Dengar dan Bicara, karena selama ini dilakukan di Rumah Sakit, harapan kami sih tempatnya itu berupa sekolah/taman bermain sehinga sepupu saya juga bisa mendapatkan pengetahuan dan pergaulan dengan teman-temannya.
Kpada Bapak/Ibu yang punya pemngalaman yang sama, kami mohon informasi alamat untuk terapi dengar dan bicara tersebut yang berada di wilayah Tangerang. Thx
REPLY >>
Telinga kanan walaupun tidak terbaca level pendengarannya, kalau bisa tetap dipakaikan alat (super power 120dB –tdk perlu yg mahal, yg penting powernya kuat) karena biasanya masih ada sisa pendengaran walaupun tidak bisa diukur dgn alat tes Bera. Disamping itu menggunakan 2 ABD selalu lebih baik drpd 1 saja.
Untuk taman bermain tidak ada salahnya di taman bermain umum biar bergaul dengan anak2 kebanyakan.
Mengenai tempat terapi atau komunitas, infonya baru yang ada di http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/ Mudah2an ada netter lain yg bs menambahkan info…
Juni 16, 2009 at 4:00 pm
Mohon info, kami mau tes ulang BERA anak saya dengan frekwensi lengkap.kalau di jkt dimana ya yg paling lengkap,atau surabaya, krn di jogja terbatas hanya di frekwensi tertentu saja.
maturnuwun.
salam,lia
REPLY >>
ibu bisa coba hubungi RS Dr Soetomo Surabaya untuk tes SSEP
Juni 23, 2009 at 5:49 pm
- sharing dan numpang permohonan bantuan –
setelah membaca blog ini saya semakin terkesan dengan kemajuan dan “mukjizat” yg banyak dialami anak tunarungu.oh ya, perkenankan saya memperkenalkan diri, nama saya ismaya saya mahasiswa jurusan psikologi semester akhir di Yogya. ketertarikan saya pada dunia tunarungu membuat saya mengambil topik tentang penyesuaian diri remaja tunarungu, saat ini saya SANGAT membutuhkan bantuan papa&mama Ellen, atau bapak ibu sesama pemerhati anak tunarungu untuk berbagi ilmu seputar remaja tunarungu yang pernah / masih menggunakan alat bantu dengar.terima kasih sebelumnya untuk kerelaan dan kesediaan berbagi pengetahuan seputar ketunarunguan.
terima kasih.
ismaya
aiya_psycholog[a]yahoo.com
REPLY>>
kami sendiri blm berpengalaman dgn remaja tunarungu, silakan sharing pengalaman dgn bbrp netter yg lbh cocok:
bu erika http://tunarungu.wordpress.com/#comment-122
mas paulus http://paganekoso.wordpress.com
pak asmar (orang tua) http://tunarungu.wordpress.com/#comment-77
info diemail.
kalau ada pembaca yg juga punya pengalaman serupa silakan kontak lgs mas ismaya di emailnya.
Juli 23, 2009 at 11:08 am
salam kenal, saya orang tua alfian tunarungu (90db)pada saat dites diRSAL ramelan sby divonis auditory neuropathy.dan saat ini sudah pakai ABD.bagaimana saya harus melakukan terapi?
terimakasih
REPLY >>
kalau auditory neuropathy sptnya kasusnya berbeda (yg bermasalah bukan rumah siputnya –sbgmn kebanyakan kasus gangguan pendengaran berat). anak kami juga pernah dicurigai auditory neuropathy tapi periksa di tempat lain ternyata bukan.
ada baiknya anda periksakan di tempat lain juga siapa tahu hasilnya beda (di sby ada RS dr Soetomo), karena kalau penyebabnya berbeda bisa jadi penanganannya juga berbeda…
tapi sbg langkah awal bisa dicobakan bbrp tips di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah dan baca referensi di http://tunarungu.wordpress.com/referensi
Juli 27, 2009 at 3:28 pm
Salam kenal, saya orang tua Qonita skrg umur 7 thn dan baru saya belikan ABD yang Analog, masih 2 minggu cuma samapai sekarang anak saya tidak mau pakai ABDnya karena katanya sakit ( dgn Isyarat menutup telinganya ) bagaimana cara saya agar dia mau pakai ABDnya, tolong Tipsnya ya,,,,
REPLY >>
salam kenal bu, mungkin masalahnya bukan terasa sakit tapi hanya karena belum terbiasa. Biasanya ABD memang di-set bertahap. Ketika pertama kali pakai diset agak lemah, setelah terbiasa beberapa hari/minggu baru dinaikkan sedikit. Setelah itu kalau perlu baru dinaikkan lagi. Dan biasanya setting alat di penjualnya gratis, bahkan ada tes audiometri (diperdengarkan suara, si anak dengar/tidak) juga gratis untuk membantu setting yang tepat.
ada bbrp tips lain di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 dan http://tunarungu.wordpress.com/#comment-155 mungkin ada yang bisa dicoba/disesuaikan dgn anak anda
Juli 28, 2009 at 12:38 pm
to: mama elen
salam kenal dr mama fikri, ada yang mau saya tanyakan,berapa lama elen bisa bicara setelah dia menggunakan abd? bagaimana cara mengajari elen dalam kesehariaannya? abd yang digunakan m,erek apa?tks
REPLY >>
salam kenal bu. ellen awalnya pakai ABD yg kurang powerful (karena hasil Bera kurang akurat) jadi hampir tdk efektif. setelah periksa ulang dapat hasil baru, pakai alat baru, mulai terlihat hasilnya. lalu mamanya ellen resign dari kerja dan full di rumah menemani ellen (dgn pendekatan terapi mendengar), kira-kira 1 tahun terus menerus dipasok suara, mulai terlihat hasil (bisa ngerti yang kita omongkan, walaupun belum bisa bicara). baru kira-kira 6 bulan berikutnya mulai keluar kata-kata pertamanya (dari apa yg selama itu sudah didengarnya), dan diikuti kata-kata baru, walau pengucapannya suka ada yg belum sempurna. kira2 gambarannya di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah . mengenai ABD sebaiknya dibelikan secanggih mungkin sesuai kemampuan kita orangtua, tentunya dicoba dulu (anda bisa minta coba dengarkan kejernihan suara ABD menggunakan selang).
Agustus 1, 2009 at 12:41 pm
salam kenal
aku lola tuna rungu… apakah ada tidak dewasa? aku brlajar bicara yg gerak2… tolong alamat kursus bahasa isyarat dan gerak dimana? e-mail dan ym saya: holalove_781 [a]yahoo.com
terima kasih
REPLY >>
pada dasarnya kami tdk ngerti bhs isyarat tapi ada bbrp referensi yg mgkn berguna, sdh diemail (note:antar negara bhs isyarat biasanya berbeda)
Februari 28, 2010 at 7:02 pm
Untuk dik Lola bila tinggal di Jakarta, hubungi SLB Santi Rama, jl R.S. Fatmawati. Cipete, Jakarta Selatan
Agustus 28, 2009 at 6:40 pm
?Anak saya juga pemakai ABD, ada kemajuan tetapi sekolahnya masih juga memakai bahasa isyarat bukan bahasa bibir jadi untuk kemajuan dikatakan sangat lambat. Maklum kota tempat kami tinggal masih jarang memakainya. jadi saya mau tanya gimana solusinya selain orangtua yang aktif tetapi lingkungan sekitarnya tidak mendukung
REPLY >>
mengenai lingkungan, kebanyakan memang begitu… tapi kalau di rumah bisa ditangani dengan baik, sudah bagus. anda bisa coba terapkan bbrp tips di sini pada si anak, siapa tahu berhasil. yang penting langkah pertama adalah menguji apa ABDnya memadai (coba panggil dari samping/belakang, bicara normal di sampingnya : ada respon tidak), kalau ok lanjut dicoba melatih dibiasakan mendengar tanpa melihat (bicara normal dari samping) dst seperti di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/ Yg paling penting memang penanganan di rumah…
November 19, 2009 at 9:18 am
Salam kenal bu Afrilin,
Kalau saran saya, jika pada saat anak kita memakai bahasa isyarat (tangan), pegang tangan anak kita, minta kpd anak kita untuk bicara. Pokoknya sadarkan anak kita bhw harus bicara, tdk blh pakai isyarat tangan.
Begitu bu, lama-lama juga jadi terbiasa deh.
Tetap semangat ya bu, semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua. Amin
September 13, 2009 at 2:49 pm
yth. papa ellen,
saya memiliki anak berusia 5 th,tuna rungu kiri 100 db,kanan 60 db, kami di samarinda kesulitan untuk mendapatkan tenaga terapis, banyak anak yg membutuhkan tenaga tersebut di kota samarinda. Apakah ada info untuk kami?
September 30, 2009 at 7:26 am
ibu siti aisyah, di samarinda mungkin bisa menghubungi ibu nining 085250944440, beliua sukses membantu putrinya yang mengalami gangguan pendengaran denga baik. Mungkin beliau bisa membantu ibu.
salam
REPLY >> terima kasih atas infonya…
September 22, 2009 at 11:02 pm
Hallo Salam Kenal,
Saya skrg sdh berusia 34 thn, lulusan S2 Trisakti, telah menikah dan memiliki 2 anak sepasang. Menilik dari pengalaman saya sedari kecil telah memakai ABD hingga kini, pesan saya “Jangan Menyerah!”. Memang agak sulit berkomunikasi dan hanya melihat gerak bibir…tapi selalu ada jalan untuk paham apa yang dibicarakan oleh lawan bicara. Dan untuk pendidikan pun saya cukup bangga dapat menempuh hingga S2. Ayo adik2…teruslah maju!!! Hanya saran penting bagi orang tua, bekali anak dengan keahlian yang berguna bagi masa depan anak anda, artinya arahkan sesuai dengan hobi/hal yang sangat disenangi anak karena itulah tujuan hidup sebenarnya agar anak menjadi MANDIRI.
REPLY >>
terima kasih sharingnya… mudah2an menjadi pemicu yg lain.
Oktober 20, 2009 at 10:16 am
Salam kenal,
setelah membaca tulisan saudara saya jadi lebih bersemangat mendidik anak saya yang juga mengalami gangguan pendengaran. Dia sekarang sekolah di SLB Pangudi Luhur Jakarta Barat. Tksh
Maret 22, 2011 at 9:58 pm
salam kenal….
anak saya dari usia 1 thn sudah menggunakan ABD….sekarang umur anak saya 2 thn mungkin ada saran utk kami orang tua bagaimana melakukan terapi pada saat dirumah dgn keluarga…
terima kasih sebelumnya atas sarannya…
Oktober 20, 2009 at 10:12 am
Salam kenal,
Anak saya juga mengalami gangguan pendenganran. umurnya 7 th sekarang sekolah di SLB Pangudi Luhur, Jakarta Barat kelas TK3. Dia sudah bisa bicara dan mulai banyak bertanya. di sekolah tsb TK sd SMA. tksh
REPLY >>
salam kenal pak, semoga anak anda terus mengalami kemajuan…
November 19, 2009 at 8:32 am
Salam kenal pak.
Anak saya (DIRA) juga alumni SLB Pangudi Luhur. 3th (p1 s/d p3) di sana,lalu direkomendasikan oleh sekolah utk integrasi ke sklh umum. Sekarang kls 1 SLTA. Bicaranya Alhamdulillah bagus. Saya dukung pak anak bapak sekolah di PL, soalnya terapi wicaranya dan disiplinnya OK punya, sehingga hasilnya bagus untuk anak kita. Tolong sampaikan salam untuk Bu Wiwin, Bu Is, Bu Dian, Bu Prapti. Dari Mama Dira di Cipondoh Tangerang.
Tetap semangat pak, semoga Allah selalu memberikan kemudahan untuk kita semua.
Maret 22, 2011 at 10:00 pm
salam kenal pak sutrisno….
mungkin bapak punya info ttg SLB Pangudi luhur….
Oktober 23, 2009 at 12:03 am
Bapak / Ibu semua yang saya hormati Terima kasih atas infonya, Sekarang saya mulai mengerti cara mendidik anak tuna rungu. Selama ini saya hanya pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keadaan anak saya yang tuna rungu sekarang saya tak boleh hanya pasrah tapi harus berusaha untuk memajukan anak saya sendiri.Putra saya bernama Wira sekarang umur 8 th tuna rungu sejak lahir kami tinggal di daerah transmigran di riau jauh dari kota. terimakasih banyak, semoga tuhan membalas kebaikan bapak/ibu semua
REPLY >>
sama-sama pak, senang kalau blog ini bisa bermanfaat… kalau ada info yg kira2 berguna silakan bagikan juga di sini. semoga anak anda bisa lebih maju lagi… semangat pak!
Oktober 23, 2009 at 10:17 pm
Pagi tadi saya sudah membelikan ABD di Melawai Pekanbaru untuk anak saya, Alhamdulilah wira nampak senang sekali saya sangat terharu. sekali lagi terima kasih bapak/ibu atas blog ini dan terima kasih juga pada teman saya Primantono yang memperkenalkan dan mengajari internet pada saya. wira sudah saya daftarkan di SLB minggu depan mulai msk sekolah dan akan tinggal dng abang saya di pekanbaru. besok pagi saya akan balik ke trans, baru mingu depan saya ke pekanbaru lagi dan bisa buka internet karna di tempat saya tinggal tak mungkin bisa buka internet. kalo ada info yang dpt saya pergunakan untuk mengajari anak saya tolong beritahukan, sekali lagi saya beserta istri mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak dan ibu semua.
REPLY >>
bpk bisa coba http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
ditambah baca2 referensi (ada yg bs diminta gratis): http://tunarungu.wordpress.com/referensi/
Desember 3, 2009 at 10:49 am
salam kenal,saya punya anak usia 2,2tahun dengan gangguan pendengaran berat sekali.dan sekarang sudah pakai abd.sy kepengin tanya,apakah tes bera harus dilakukan beberapa kali, karena saya pernah dikasih tahu tes bera cukup sekali iut sudah mewakili? terima kasih sebelumnya
Desember 3, 2009 at 3:02 pm
kalau dgn 1x test lalu beli ABD, hasilnya bagus, berarti sudah cukup. Kalau hasilnya tidak bagus, kemungk ABD yang kurang sesuai, atau test bera yg kurang bagus (jadi perlu diulang dan/atau dibandingkan test bera di tempat lain)
Oktober 23, 2009 at 10:23 pm
mohon infonya pak/bu, ABD itu dipasangkan tiap hari atau pada hari – hari tertentu saja seperti pada waktu sekolah.
REPLY >>
makin sering/lama makin bagus pak… sebisa mungkin bangun tidur lgs pakai, dilepas saat tidur dan mandi (resiko kena air)
November 19, 2009 at 8:40 am
Salam kenal pak Kandar,
Betul pak, usahakan selalu memakai ABD. Tapi jangan lupa perawatannya, kalau anak kita aktif, maka keringat disekita ABD sering2 dilap. Cek baterenya. O ya, supaya anak kita senang memakai ABD, berdasarkan pengalaman saya, putarkan CD lagu anak2, ajak anak kita menyanyi dan menari.
Oktober 10, 2010 at 4:08 pm
salam kenal pak…
anak saya skr sudah 3 tahun, sudah memakai abd 1 tahunan lah, belinya di melawai, pekanbaru jg tapi kondisinya dia jarang mau memakainya… kalau saya boleh tahu anak bpk sekarang umur berapa ya!! beri tips donk agar anak saya nyaman memakai abd,… terima kasih infonya…
Oktober 25, 2009 at 2:02 pm
salam kenal buat semua Bpk & Ibu yg berada dlm forum ini,anak kedua kami skrg berusia 2,7th jg mengalami gangguan pendengaran dan baru 2,5bln menggunakan ABD telinga kanan 100db, kiri 80db. skrg dia baru bs menoleh jika dipanggil, kesulitan kami saat ini mencari tempat terapi bicara terdekat tmpt kami tinggal di Banyuwangi. mohon info jika ada terapi terdekat tmpt kami tinggal, saat ini kami harus ke sby 2 minggu sekali apalagi keterbatasan waktu kami yg sama2 bekerja. bila ada info buat kami bisa di email : erik.yudho [a] yahoo.co.id atau di no.Hp:081358765789, terima kasih rubrik ini sangat bermanfaat khususnya buat ortu yg butuh sharing dan berbagi pengalaman.
November 28, 2009 at 9:31 am
bp/ib kalo ada info BANYUWANGI …
Oktober 31, 2009 at 1:11 pm
salam kenal, saya seorang ibu yang juga memiliki anak tunarungu dan sudah setahunan memakai alat bantu dengar tetapi pemakaiannya kurang maksimal.kiri n kanan 90 db.haidar namanya, sekarang berumur 4,5th.hai sudah sekolah TKLB di Jember.Alhamdulllah, skrng sdh dapat mengucapkan salam, dan kosa kata yang lain.kalau anak normal itu spt umur 2th.selain saya sekolahkan, dirumah saya ajari kembali spt cara ibu gurunya mengajar.huruf vokal sudah hafal, menulis dan mengucap.huruf vokal m,k,l,s,b. angka menulis dan mengucap 1-40.tetapi kalau untuk memakai ABD, kurang maksimal.dan untuk kemajuan anak saya dan yang senasib,tlong jika ada info menghubungi kami no hp 08133691675 ataudi email chopy_aries[a] yahoo.co.id. terimakasih,semoga bermanfaat. amin.
November 28, 2009 at 9:32 am
bp/ib kalo ada info JEMBER …
Oktober 31, 2009 at 7:24 pm
salam kenal semuanya. Saya ibu dari Umar 3,5 thn ATR 70db dan 90 db, memakai ABD sejak usia 2 thn 2 bln dan masih ikut AVT di aurica sampai sekarang. Umar sekarang sekolah di Playgroup dan alhamdulilah sudah banyak perkembangan kemampuan bicara dan mendengarnya walaupun belum sempurna dan masih harus banyak berlatih. Saran2 dari blog ini amat membantu kami . Kami tinggal di Malang dan butuh sekali komunitas tempat sharing para ortu ATR. Jika ada ortu ATR yang juga tinggal di malang, mari kita menjalin kontak. Saya ada di 0341-9337574 dan email santi_tjahjadini[a] yahoo.co.id. Terimakasih dan tetap harus semangat……
November 28, 2009 at 9:33 am
bp/ib kalau ada info MALANG …
November 6, 2009 at 7:46 pm
heloo,,how are you?
anak2nya 73 murid,guru 41 orang..
aku asal skul SLB DENA UPAKARA WONOSOBO, SLB MEGERI 3 YOGYAKARTA dan SLB KARNNAMANOHARA..
aku skul SCHOOL JAKARTA..
aku umur 13th.. kls 1smp ..
aku bisa bicara cepat.. tp normalku.
tau aku Rhema skul SLB KARNNAMANOHARA ya..
bagaimana anak2nya belajar?
ada atik,prita, nando,huda,devi,bagas,eva dan lainnya TKLB.
ada skul TKLB-SMALB.
itu murah SPP skul SLB NEGERI 4 YOGYAKARTA harga 100,000 rupiah.
ini nomor hp rhema 085743762222.
thanks you..
dari rhema.
November 12, 2009 at 6:07 pm
Salam kenal saya ibu dari anak yang sangat istimewa anak saya sekarang sekolah di sekolah umum kelas 2 awal kelas satu anak saya sangat drop dari yang sudah bisa baca tulisan dengan menggunakan huruf latin sekarang sama sekali tdk bisa membaca, saya bingung dan stress gimana cara menarik memorinya agar dia bisa membaca lagi tapi dengan stress aja tdk cukup untuk dia bisa kembali lagi saya memacu semangatnya untuk mau belajar dan alhamdulillah sekarang semangatnya sudah timbul dan tinggal untuk mengembalikan memorinya dia yang jadi pertanyaan saya bagaimana cara mengajarinya agar dia bisa dapat membaca kembali supaya akademiknya tidak terlalu ketinggalan, saya juga tdk menuntut dia bisa yang penting dia bisa mengikuti pelajaran. Disekolah anak saya mendapat terapi/bantuan untuk tambahan akademiknya sekarang anak saya lebih senang belajar dengan anak reguler ketimbang di inklusinya karena anak saya sekolah di sd inklusi. Mohon bantuannya terima kasih
November 28, 2009 at 9:43 am
Salam kenal ibu Harmi. Berdasarkan pengalaman saya, mungkin bisa ibu coba dengan membuat kartu-kartu bergambar yang dibawahnya disertakan tulisannya.
Misalnya gambar bola, dibawahnya tertulis bola. Lalu kita bacakan dengan memegang kartunya dekat dengan mulut kita, agar anak bisa melihat bibir kita, mendengar bunyinya dan melihat gambar serta tulisannya. Diulang-ulang. Mungkin kalau pernah sekolah di SLB, sudah paham.
Kalau memang harus diulang dari awal lagi, kenapa tidak. Yang penting hasilnya kan.
November 24, 2009 at 12:09 am
dear admin,
saya nikita, mahasiswa ko-ass kedokteran gigi unpad. saya tertarik untuk belajar bahasa isyarat supaya saya dapat berkomunkasi dengan para tuna rungu. dapatkah anda membantu saya dimana saya dapat belajar/kursus bahasa isyarat? saya berdomisili di bandung. terima kasih atas jawabannya ^^
jawabanny bs di posting atau dikirim k email saya : nikita_drg [a] yahoo.com
trm kasih…
November 28, 2009 at 9:36 am
kami tdk menerapkan bhs isyarat tp ada bbrp referensi mgkn membantu, sdh diemail…
November 24, 2009 at 11:00 am
saya mempunyai anak wanita usia 4 th, saat ini anak saya membutuhkan alat bantu dengar,tetapi sampai saat ini saya belum jg ada dana untuk membeli nya, jika ada yg bersedia membantu saya untuk membeli kan alat tersebut saya sgt berterima kasih.sy mhn dgn sgt bantuan dari saudara2. hp saya 08129654463. (atau kirimkan bantuan nya, info no.rekening di admin)
nb: harga alat tersebut berkisar 5jtan
November 28, 2009 at 9:07 am
Berapa dB level pendengaran anak bpk? Kiri berapa dB, kanan berapa. Barangkali ada orangtua yg punya ABD nganggur. Asal cocok dB-nya (kalau belum tahu perlu test Bera dulu).
Utk bp/ibu yg berminat bisa hub pak Irfan lgs atau via admin…
Maret 11, 2010 at 3:10 pm
salam kenal sy mau ty berapa berat yang diderita oleh anak anda? sy punya 2 alat yang suport power 1 analog 1 nya lg pocket tapi yang pocket cm 1 alat tapi itu bekas anak saya karena anak saya ganti kedigitalnya kalau anda mau silahkan hub hp saya 085279100xxx
November 25, 2009 at 1:20 pm
Salam kenal,
Saya florence, adik saya yang berusia 26 tahun tuna rungu. Menurut orangtua saya pada waktu kecil mengalami demam tinggi sehingga menjadi tidak bisa dengar.
Saya dan adik tinggal di Medan.
Mau tanya, adakah yang tahu yayasan atau lembaga yang dapat membantu tuna rungu yang berlokasi di Medan ?
Terima kasih.
November 28, 2009 at 9:37 am
bp/ib kalau ada info di MEDAN …
Desember 6, 2009 at 1:05 pm
saya mau ikutan komunitas ini…
bagaimana caranya ya…???
REPLY >>
komunitas ini terbuka untuk siapa saja, silakan baca2 info dari member lain di sini, dan jika ada info/pengalaman bisa anda bagikan juga di sini…
Desember 10, 2009 at 11:13 am
Salam kenal, ikut curhat nih, anak saya 8 th 4 bln sekolah biasa tapi merasa kesulitan dalam pelajaran, mohon saran
Desember 19, 2009 at 10:33 am
Assalammulaikum wr wb.
Salam kenal papa-mama ellen dan untuk semua.
Alhamdulilah akhirnya kami dapat menemukan community ini.kami orang tua..lebih tepatnya baru belajar menjadi orang tua atas putri kami,azka,1 tahun 1 bulan, yang juga spesial.Awalnya kami desperate untuk dapat menerima kondisi putri kami tapi kami berkeyakinan ada maksud lain yang lebih mulia dari yang Maha Kuasa yang jauh dari nalar kita sebagai manusia biasa.Putri kami semenjak di kandungan terkena virus rubella dan alhamdulilah bagian pendengaran yang membuat kami lebih memberi perhatian walaupun terdapa PDA di jantung dan kista di otak.Semenjak keluar dari RS Hermina bekasi kami sudah diinformasikan kalau putri kami mengalami gangguan pendengaran dan sudah dirujuk ke dokter THT dan disarankan untuk melihat perkembangannya selama setahun.Setelah test OAE BERA dan audiometri pada umur setahun disarankan agar memakai ABD,hasil test ka ki 95 dB,untuk sekarang memang belum kami pakaikan karena memang alatnya belum jadi cuman saya pernah cobakan contoh ABDnya ke telinga azka dianya ga rewel,moga2 aja ga rewel.
Maaf kalo kepanjangan jadi seperti curhat karena kami merasa awalnya kami sendiri tapi ternyata kami dapat berjumpa dengan bapak Ibu yang sama visi.Kalo boleh minta info sudah adakah terapi wicara dan mendengar untuk daerah Bekasi.terima kasih.
REPLY >>
terimakasih sharingnya pak.
utk BEKASI silakan lihat di Daftar Terapi
Desember 19, 2009 at 5:58 pm
sptnya permasalahan saya sama dengan pak setya.
anak saya juga skrg umur 12 bln, test bera agustus 2009 ka ki 90 desibel. rencananya saya akan test ulang bera yg 4 frekuensi di ABDI.
saya juga ingin menanyakan
1. mulai kapan anak bisa di terapi ?
2. ada yang tahu tidak tempat terapi wicara yang bagus di daerah bekasi / jakarta dengan harga terjangkau?
sblmnya thx ya …, saya mohon infonya dan sharing dari teman2 smua.
Desember 31, 2009 at 6:42 pm
secepatnya setelah anak memakai alat bantu dengar
Januari 8, 2010 at 8:30 am
di daerah pancoran juga ada terapi , di eartech tebet bisa kontak di no 8352383 dengau ibu melati dan pak aji
Februari 17, 2010 at 3:06 am
nuril terima kasih sekali info nya, rencananya umur 1,5 thn nti anak saya akan saya masukin ke KB (klub bermain)kira2 anak saya sudah bisa masuk di sekolah umum atau di TKLB , sperti TKLB santi rama?
Februari 21, 2010 at 4:01 pm
anak anda sekarang uda mamakai alat bantu dnegar? sebaiknya secepatnya anak anda memakai alat bantu dengar yang sesuai setelah tes bera ulang stelah itu melakulakan terapi untuk memaksimalkan pendengaran sehingga anak bisa berkomunikasi verbal. karena anak anda masih tergolong kecil . untuk sekolah boleh2x saja , tapi sebaiknya terapinya dulu dijalankan. bpk bisa sms ke 08175023937.
Februari 28, 2010 at 7:25 pm
Penanganan anak harus mulai sedini mungkin bu, datanglah ke PRODINI Santi Rama ( Program Intervensi Dini Anak & Orangtua)di Jl. Kramat VII/13, Jakarta Pusat, untuk mendapat layanan lengkap dalam pengembangan bahasa-bicara,pendengaran, kognitif/daya pikir anak dsb dan bimbingan thdp orangtua, secara individual 2-3 x seminggu dan mempersiapkannnya untuk mengikuti KBermain tunarungu di Santi Rama atau terpadu di KB anak Dengar
Desember 22, 2009 at 10:30 am
sy jg mempunyai anak umur 2,5 thn yg mengalami gangguan pendengaran di telinga ka-ki dgn frekuensi 90-100 db. sdh dipakaikan abd digital super power sumo dm selama 6 bln tp blm ada hasilnya. anak sy ngomongnya msh blm jelas spt bergumam. mau terapi avt yg terdekat di daerah serpong dmn ya? trus apa lg yg hrs sy lakukan agar anak sy bs berkomunikasi? trimaksh
Januari 25, 2010 at 8:58 am
kami akan segea buka di BSD untuk infotrmasi lanjut anda bisa email ke: nuril88 [a] yahoo.com
Maret 2, 2010 at 11:27 am
terapi wicara ada bbrp, kalau terapi avt belum pernah dengar
Desember 31, 2009 at 6:39 pm
ada bu tdk terlalu dekat . ibu bisa contak di 0217496706
Januari 7, 2010 at 10:36 am
haidar, anak saya sudah memakai ABD.Alhamdulillah sekarang banyak perkembangan.umurnya skrg 5th. dulu kalau minta susu jempolnya dimasukkan mulut.Tetapi sekarang sudah dapat bilang,”ibu hai minnta cucu”.menulis agak bisa.misalnya la,ta ma.cuma kadang2 kardi.(karepe dibik).
REPLY >
terus semangat bu…
Januari 19, 2010 at 8:41 am
bu anak saya “nela” usia skr 4.5th, hasil tes pendengaran 90db telinga kiri 120db telinga kanan. sudah memiliki ABM tetapi anak sy tidak mau memakai dg alasan sakit. skr sdh mulai bs mengucapkan beberapa kata (mimik, ayah, mama, nela, sekolah, dan bbrp kata sehari2) walaupun pengucapannya belum jelas benar. skr anak sy sekolah d TK reguler, dan menurut gurunya anak saya dapat mengikuti proses pembelajaran dengan sangat baik. saya sedang mencari terapi yang cocok untuk anak saya, dulu pernah d sarankan oleh dokter untuk terapi k surabaya, tetapi mengingat keterbatasan waktu dan tempat kami berupaya mencarikan terapi yang dekat dengan lokasi kami tinggal (batu-malang) tapi ternyata anak saya belum menunjukkan perkembangan yg berarti selama terapi, apalagi kondisi fisik anak saya yg tidak begitu bagus (sering sakit). mohon info ttg terapi yg cocok serta d mana tempatnya. terima kasih.
REPLY >>
mgkn ada yg tahu terapi avt di MALANG ?
Januari 20, 2010 at 2:38 pm
haloo… aq boleh tanya gak?? aq masih sekolah di sma kebon dalem kelas 12, bentar lg mau lulus kemudian lanjutkan kuliah di unika..
aku bingung…
jujur aja, saya juga kurang mendengar dari waktu bayi samapi sekarang.. jadi saya pakai alat bantu dengar selama 3 tahun tp blm isa lancar ik..
apakah dosen bisa mbantu saya dlm sulitan kuliah nanti?? soalnya tmn” ku yg orang normal pasti pisah kuliah karena jurusan beda”… tjdne aku belum bisa percaya diri coz masih belum isa coba mendengar pakai ABD jadine jarang ikut terapi..
REPLY >>
ada mas paulus yang tunarungu tapi sudah berhasil menyelesaikan kuliah: http://tunarungu.wordpress.com/#comment-110
Desember 23, 2011 at 3:30 pm
perkenalkan sy Oneng jg deaf alumni SLB.B n sejak SMP umum sampai kuliah gk pake ABD krn gk punya uang bwt beli ABD. Kmu beruntung donk pake ABD palagi ikut terapi…ya kan?? Ingat “saya harus bisa karena Allah” insya allah… dan kmu hrs punya komitmen…ya. OK?!?!?!?!?
Januari 20, 2010 at 8:25 pm
Salam kenal,
Saya punya keponakan bernama Jessalyn berumur 3 thn, sudah pakai ABD selama setahun, tapi itupun kalau di rumah kadang tidak mau pakai. kalau keluar rumah baru mau pakai. skrg dia mau masuk sekolah, tp kami bingung mau masukkan ke sekolah mana. Saya mau bertanya : apakah ada sekolah SLB di sekitar Tangerang (BSD sekitarnya)…
Sebelumnya terimakasih dan mohon informasinya..
Januari 25, 2010 at 8:51 am
keponakannya gangguannya berapa db? selama ini apa dia sudah mengikuti terapi? anda bisa membalas di email saya: nuril88 [a] yahoo.com
Januari 21, 2010 at 10:27 pm
minta alamat cabang di tangerang
Februari 8, 2010 at 4:17 pm
adakah program kredit untuk alat bantu dengar digital mengingat harganya yg cukup mahal?
Mohon informasinya karena akan sgt membantu sekali.
Terima kasih.
Februari 21, 2010 at 4:09 pm
salam kenal pak jaka, sepertinya ada , coba bapak call di mas Aji 8352383
Februari 12, 2010 at 3:05 pm
anak saya umur 4 bulan sudah diperiksa bera dan hasilnya positif tdk ada reaksi pendengaran. matanya juga kena katarak sdh dioperasi dan menggunakan kacamata +20,minta sarannya karena pasti akan berat mengajarkan dia bicara dengan keterbatasannya seperti sekarang ini
REPLY >
mgkn anda bisa masuk secara visual dulu (pakai gambar/foto) utk mengenalkan hal2 dasar yg perlu diketahuinya…
Februari 21, 2010 at 4:18 pm
salam kenal bu Nova, hasil dari pemeriksaan bera berapa desibel?, pasti berat bagi ibu untuk menerima keadaan ini . ibu tidak perlu pesimis, ibu bisa melakukan latihan komunikasi buat anak ibu, apa sekarang anak bu nova uda memakai alat bantu dengar?
Januari 23, 2011 at 7:46 pm
Assalamualaikum bu Nova, putra kami, M.Naufal,11 bln juga mengalami keadaan yg sama dg anak ibu, yakni matanya kena katarak dan gangguan pendengaran, mata sdh operasi tp blm pakai kacamata, kata dokter hrs operasi sekali lg baru pakai kcmata, rencananya dipasang abd juga krn hsl bera nya 110 db ka ki, setlh membaca tulisan ibu, rasanya kami sebagai ortu merasa tidak sendiri, kami ingin tahu di rs mana ibu mengoperasi mata anak ibu?
Februari 25, 2011 at 1:20 pm
ibuk jgn sedih kita senasib anak sy jg sama dg ibuk tp wkt masih umur 3 th sy lakukan operasi dan wkt itu dr bil bw korneo matanya tdk bagus lagi ibarat jeruk yang busuk sekarang sy cuma pasrah dan sekarang dg usianya sudah remaja dia selalu mengelu matanya tdk dpt melihat ,sy bs apa cm memandang dan menyerahkan sama yang diatas amin
Februari 17, 2010 at 10:48 am
Alhamdulillah, haidar anak saya umur 5th yang tuna rungu sekarang banyak kemajuan. awalnya kami khawatir, tetapi sekarang kami yakin hai dapat berbicara, membaca, menulis dan berhitung. Terimakasih pada blog ini, dan semua pihak.semoga kebaikan2 selalu berpihak. amin.
REPLY >
terimakasih bu. semoga haidar terus berkembang…
Februari 28, 2010 at 1:56 pm
salam kenal..
saya juga punya anak tunarungu yang bernama shafa husnul khatimah, sekarang usianya 18 tahun..alhamdulillah dari TK sampai sekarang SMA kls 3 sekolah umum dan berbicara layaknya orang normal, sebelah kiri 100dB dan kanan tak terditeksi..
bila ingin tau tentang shafa silahkan mampir ke
http://shafahk.multiply.com/
dan
http://khoriyatulj.multiply.com/
selamat berjuang sahabat2ku,tetap semangat.. anak adalah permata yang tak ternilai, mari kita bergandengan tangan tuk mendampingi mereka menggapai mimpi2 indahnya..
salam AKRAB (AKu bisa mendengaR dAn Bicara)
REPLY >>
trimakasih infonya bu, semoga nambah semangat para orang tua yg lain…
Maret 2, 2010 at 11:56 am
shafa ikut terapi gak??
klo ikut,lokasinya dimana ya??
Trimakasih
Maret 15, 2010 at 8:16 am
shafa ikut terapi wicara di RSHS bandung..
semua kisah shafa telah ditulis didalam bukunya yg berjudul Shafa Saatnya Tunarungu Bicara
Maret 2, 2010 at 10:46 am
Salam Kenal….
Anak saya (1 th 3bl)sudah memakai ABD,saya ingin anak saya ikut terapi pendengaran dan terapi wicara. Klo di bekasi lokasi terapinya dimana ya??
Trimakasih
Maret 12, 2010 at 5:57 pm
Ibu Nurlita, salam kenal.
Kami dibekasi ada pelayanan terapi wicara untuk anak2 gangguan bicara, dan untuk anak2 yang tuna rungu ada sekitar 14 anak, dengan berbagai usia dan tingkat kemampuan verbalnya.
Kita praktek terapi wicara di Klinik thamrin bekasi. Bila ibu berminat bisa hub. 8814262
Kami juga melayani pemeriksaan BERA dan OAE.
Trimakasih
Waspada Terapis Wicara
Maret 2, 2010 at 10:55 am
saya jg punya anak usia 4 th yang juga tuna rungu dengan pendengaran 90 db.Sudah punya ADB tapi tdk pernah mau memakainya, bagaimana cara supaya anak saya mau memakai alat tersebut,
Maret 12, 2010 at 10:16 pm
salam kenal bu dewi, anak ibu uda berapa lama mamakai ABD? biasanya kalau masih baru memang anak sulit untuk memakainya, bagi dia itu mengganggu, awalnya cobain beberapa menit dulu, pada saat anak memakai alat,anak jangan dibiarkan sendirian ajak anak berbicara, kenalkan anak akan suara sehingga anak tahu fungsi dari alat itu. kalau anak sudah mengerti akan fungsi alat itu dia akan suka memakainya. dan sebaiknya anak ibu mengikuti terapi supaya anak bisa berkomunikasi dengan baik.
Maret 15, 2010 at 8:41 am
Terima kasih atas sarannya, anak saya telah 1 tahun mempunyai ADB tapi mungkin hanya beberapa kali dia mau memakainya sudah saya coba berbagai cara agar dia mau memakainya tetapi ada saja alasannya untuk tidak menggunakannya. Bagaimana saya bisa mengetahui ADB nya berfungsi dengan baik. Saya berfikir mungkin penerimaan suara di ADB nya kurang jernih (berdesir) diterima ditelinga anak saya. Anak saya sudah diterapi bicara tetapi dia tidak mendengar bunyi-bunyian yang dilakukan oleh terapis. Apakah harus dibera ulang ?
REPLY >>
ibu bisa coba dengarkan suara dari ABD dgn dipasangi selang semacam stetoskop (di tempat yg jual biasanya ada), jadi kedengaran di telinga kita tidak terlalu keras, tapi kita punya gambaran suara seperti apa yg keluar dari ABD (jernih/tidak).
Selain faktor jernih/tidak juga mungkin power-nya (keras/lemah) kurang pas, kalau terlalu keras mengganggu, kalau terlalu lemah tidak ada bedanya dgn tdk pakai.
Kemungk perl BERA ulang, tapi sblmnya bisa dicoba dulu yg lebih murah (kadang gratis) yaitu tes audiometri.
Lalu juga coba terapinya dari samping (dekat telinga 10cm) ada respon tidak.
Maret 4, 2010 at 3:12 pm
anak saya sekarang 2.10th dan udh pakai ADB yg kr sekitar 11 bln (80 db)tego pro dan yg kn br 2 bln (90+ db)hit pro udah menjalankan terapi wicara seminggu 1-2 kali perkembangan kurang maksimal karena kosa kata yang di keluarkan fadil (nama anak)masih belum jelan (bergumam) dan bila minta sesuatu dia tunjuk tangan atau mendorong saya/yg lain ke tempat yang dia maksud,pada pertengahan dia pakai ada kemajuan yang bagus dengan respon bila di panggil nama dia/ sebutan “ade” dia nengok tapi sekarang kaya,ya ko berkurang grafiknya gimana ya supaya perkembangan anak sya supaya cepat, terapi macam apa yang bisa di kembangkan di rumah agar bisa membantu fadil dalam berbicara karena saya & istri bekerja, demi memnuhi kebutuhan setiap hari dan terutama kebutuhan fadil yang makin kemari semakin bertambah.. untuk semua yang komentar di atas dan teman2 yang sering trims itu semua membuat kami makin semangat dalam membatu anak kita untuk lebih baik lagi
REPLY >>
bpk bs coba http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
Maret 7, 2010 at 8:50 am
Ass. Wr. Wb
Salam Hormat untuk semua saudaraku yang mendapat amanah buah hatinya mengalami gangguan pendengaran.
memang betul apapun jenis terapi yang dilakukan tdk masalah, yang terpenting memiliki KOMPETENSI, ini penting sebagai bentuk pertanggung jawaban dalam bekerja secara profesional.
Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan dalam anak tuna rungu:
1. Apakah hasil Tes pendengaran sudah lengkap ( Tympano, OAE, BERA dan ASSR ).
2. Apakah pemilihan jenis alat sdh Sesuai?
3. Apakah Anak sudah Rutin memakai ABD sepanjang hari , kecuali mandi dan tidur ?
4. Apakah sudah terdeteksi respon saat memakai ABD ?
5. Dikisaran berapa dB respon tersebut ?
6. Mulai kapan ABD digunakan ?
7. Mulai Usai berapa anak terindikasi gangguan pendengaran ?
8. Intervensi apa yang sudah dilakukan untuk membantu anak tersebut.
Perlu diketahui bahwa terapis wicara memberikan pelayanan terapi mempertimbangkan berbagai multimodal yang dimiliki oleh seorang anak yang mengalami gangguan pendengaran.
biasanya melihat dari beberapa faktor :
1. Usia anak
2. Kemampuan Motorik
3. Kemampuan Kognitif
4. Kemampuan Sensori ( mendengar, melihat dan Rasa )
4. Kemampuan Konsentrasi
5. Kemampuan tingkah laku sosial
dari berdasarkan faktor-faktor tersebut terapis wicara mencari dan menentukan modalitas yang dimiliki seorang anak, dan selanjutnya menyusun rencana penanganan terapi wicara yang kemudian dilakukan evaluasi setelah dilakukan penanganan selama 3 bulan.
Wassalam
Waspada
Ketua Terapis Wicara
Bogor, Depok dan Bekasi
Maret 7, 2010 at 2:21 pm
Pak Saefudin yth, Kami memahami kerisauan bapak tentang perkembangan Fadil dan ingin sekali kami membantu maka datanglah ke PRODINI( Program Intervensu Dini Anak & Orangtua ) Santi Rama di jl Ktamat VII/13, Jakarta Pusat, tel 021-3140047. Ditempat itu aanak akan dilayani secara individual agar kemampuan bahasa-bicara, pendengaran dan daya pikir/kognitif berkembang secara utuh dan terpadu dan orangtua/pengasuh dibina melalui contoh/petunjuk bagaimana kendati anak tunarungu dapat tetap berkomunikasi/bercakap dengannya.
Maret 30, 2010 at 4:30 pm
terimakasih atas saran & suport ibu kepada kami, itu semua membuat kami makin semangat dalam membantu fadil dalam belajarnya, cuma yang sering jadi kendala intensitas pertemuan kami kurang di karenakan kami ( saya&istri ) bekerja demi untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari di tambah dengan kebutuhan fadil yang tidak sedikit biayanya baik terapi mapun yang lainnya sehingga sering kami berfikir apakah ada metode yang paling tepat untuk kami bukan sekedar kuantitas pertemuan tapi kualitas pertemuan dan pengajaran yang baik untuk anak saya dan kami sebenarnya mencari baik terapi/sekolah seperti di santi rama tapi yang dekat dengan rumah kami yaitu di daerah karawaci tangerang, sekali lagi terimakasih atas saran ibu & kami mohon maaf baru bisa balas dan blm tlp ibu, jika ada info yang bagus wilayah tangerang mohon di kabarin ke kami di 021-97400627/081574378201
Maret 15, 2010 at 6:47 pm
Untuk Ibu Dewi yth,
Di mana ibu belikan ABD untuk anak ibu ? Di Jakarta di beberapa tempat penjualan ABD,ada pemeriksaan yang dinamakan “aided audiogram”, yaitu pemeriksaan fungsi pendengaran anak dengan memakai ABD,guna tahu alat itu cocok atau tidak. Disamping itu seperti juga sudah disarankan, selain dibelikan ABD anak perlu mengikuti terapi atau program intervensi dini yaitu suatu penanganan yg berupaya mengembangkan kemampuan berbahasa, bicara, mendengar dan pengetahuan anak.
April 7, 2010 at 11:20 am
saya pesan ABD di padang sumatera barat tetapi saya tinggal di riau, model abd itu belakang telinga harga Rp. 20 juta (digital). pada saat dia memakai abd itu dia tidak dengar bila kita panggil atau bunyikan sesuatu dibelakangnya atau disampingnya padahal sdh tes bera. tetapi setiap dipasangkan abd dia berkata-kata sendiri seakan ada suara yang didengarnya dr abd tsb.kami sdh melakukan terapi wicara tetapi karena dia tidak mendengar shg mnyulitkan terapisnya dan terapinya kami hentikan. apakah perlu volume abdnya diperbesar. saat ini abdnya distel volumenya di toko tsb.
REPLY >>
bu bisa coba dengarkan suara dari ABD dgn dipasangi selang semacam stetoskop (di tempat yg jual biasanya ada), jadi kedengaran di telinga kita tidak terlalu keras, tapi kita punya gambaran suara seperti apa yg keluar dari ABD (jernih/tidak).
Selain faktor jernih/tidak juga mungkin power-nya (keras/lemah) kurang pas, kalau terlalu keras mengganggu, kalau terlalu lemah tidak ada bedanya dgn tdk pakai.
Kemungk perl BERA ulang, tapi sblmnya bisa dicoba dulu yg lebih murah (kadang gratis) yaitu tes audiometri.
Lalu juga coba terapinya dari samping (bicara dekat telinga 10cm) ada respon tidak.
Februari 25, 2011 at 1:29 pm
maaf buk kalau blh sy sarankan ibuk beli alatnya dimana biasanya tempat kita beli dia akan dicoba berulang2 sampai anak nyaman
Maret 15, 2010 at 9:53 pm
Anak saya, Zacky (2,9th), sudah mengikuti tes bera di RS. D Muwardi Solo dan dilanjutkan Tes ASSR di RSCM Jakarta disarankan memakai Alat Bantu Dengar. Sekitar 1 bulan ada respon yang cukup, namun untuk penanganan selanjutnya kami mohon bantuan informasi, adakah terapi wicara di Solo/sekitarnya? Berapa biayanya? Terima kasih atas informasinya!
Oktober 12, 2010 at 10:58 am
salam
pak ehwandi, setahu sy di solo ada ABDI cb saja tanya disana…biasanya mereka tahu. oiya pak, saya tinggal di semarang, anak saya jg istimewa hearing loss profound, hasil BERA rs Kariadi 100 dsb ke2nya, tapi ini saya mau ASSR di ramelan surabaya, sekalian mampir ke AURICA utk belajar parents exercise. kalo bapak mau sharing bs kontak saya di 0818365220, sy jg py teman madiun yang kalo terapi anaknya datang ke solo naik kereta, nt sy tanyakan.
salam….
Maret 20, 2010 at 12:26 pm
Salam Kenal,
Nama Saya Jundan, punya anak dengan gangguna pendengaran umur 3.5 th, saya sudah belikan ABD (2 tahun lalu) tetapi masih sulit memakainya gimana caranya. Mohon saran dan bantuannya.
REPLY >>
silahkan lihat reply sejenis di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98
Maret 21, 2010 at 8:54 pm
Salam kenal pak Jundan.
Sangat baik bahwa anak bapak sudah diketahui ketunarunguannya waktu ia berusia 1;6 th dan sudah dibelikan ABD pula, namun memang tidak cukup sampai di situ. Anak Tunarungu beserta orangtua perlu mengetahui program intervensi dini seperti diselenggarakan di Santi Rama, Jl Kramat VII/13, Jakarta Pusat, tel 021-3140047. Paling tidak bapak akan memperolah saran-saran tentang bagaimana berinteraksi dengan anak sehingga berkembang kemampuan bahasa-bicaranya, pengetahuannya dan cara-cara melatih pendengaran anak. Saran kami jangan menunggu terlalu lama sebab usia balita merupakan masa emas di mana semua dasar-dasar kemampuan anak yang dibutuhkan untuk mengikuti pendidikan, mulai dikembangkan.
Maret 21, 2010 at 5:37 pm
slam kenal,
anak saya umur 1.4 tahun.ketika umur 7 bulan ank saya di diagnosa mengalami bisu tuli sejak lahir.. yang saya baca melalui media anak saya menderita tuli kongenital..yang ingin saya tanyakan apakah anak saya bisa memakai ABD seperti penderita tuna rungu pada umumnya ?? trim’s
REPLY >>
Ketulian kongenital bs berupa tuli sebagian (hearing impaired) atau tuli total (deaf). Kalau msh ada sisa pendengaran bisa dibantu ABD. (kebanyakan kasus memang tuli sebagian, tapi perlu tes BERA utk memastikan level pendengarannya) –> langkah pertama memang biasanya test BERA
Maret 30, 2010 at 4:37 pm
Dear All, saya Saefudin orang tua dari Fadil sekarang usia 3 th sudah pake ABD sbl kiri 80 db sblh kanan 90 db mohon infonya mengenai temen2 yang senasib dengan saya di tangerang maupun terapi yang bagus di wilayah tangerang/klo bisa kita jalin kebersamaan antar orang tua tuna rungu di tangerang agar kita bisa saling shering/bertukar informasi mengenai perkembangan anak tuna rungu, jika ada mohon hubungi kami di 021-97400627/081574378201
April 12, 2010 at 1:16 pm
Dear all,saya rosa domisili yogya, orang tua dari Joselyn usia 2,6 thn br pakai ABD 3 bln.Rencana mau membawa anak saya k JKT terapy AVT. Saya pernah menghubungi Ibu Sinta dr yayasan Aurica sby,beliau bersedia dtg k yogya untuk melakukan therapy asal ada beberapa anak sekaligus.Klu ada yg berminat boleh menghubungi saya 02749358802/08179423169.Agar anak2 kita bisa ikut terapy diyogya…
April 14, 2010 at 12:55 pm
Dear All, saya adalah Orang Tua dari anak Tuna rungu, Anak saya sekarang umur 8 Th, sudah sekolah di SLB B Pangudi Luhur kelas 1 SD, anak saya sudah cukup jelas dalam berkomunikasi, Domisili saya di Tangerang, Untuk P. Saefudin, yang ditangerang juga, ada terapi wicara yang cukup bagus di tangerang pak, coba bapak hubungi RS. Siloam di Lippo Karawaci. Tapi menurut pengalaman saya, Untuk terapi wicara ini hasilnya masih kurang maksimal, pengalaman pada anak saya dulu ya pak, Karena klu terapis ini kan tidak setiap hari. Dan tipical anak Tuna rungu adalah pelupa, pada saat anak saya 3 th saya sudah masukan dia ke TLO di PL (jakarta Barat) jadi langsung sekolah tanpa terapi. Dan Hasilnya cukup memuaskan. Setelah 6 bln perkembangannya begitu pesat. karena klu sekolah kan ada komunitasnya, jd mereka merasa punya temen yang senasib, dan yang penting setiap hari mereka harus bicara. klu ada yang kurang jelas boleh menghubungi saya ke :
No. Telp. saya 0812 9225044
Salam
April 25, 2010 at 3:26 pm
saya adalah calon sosial worker dari slh satu UNIV di jawa timur,, saat ini saya sdang mlakukan pndampingan pada anak brkbutuhn khusus (tunarungu) .. menyenangkn sekali jika sluruh komponen kluarga dan lingkungan ikut andil dalam perkmbngan ank,, karena tak bs dipungkiri support dari ortu adalah kunci dari kesuksesan ank
April 30, 2010 at 11:35 am
salam kenal
mohon informasi apakah ada playgroup khusus tunarungu, dan berapa biayanya. oh ya anak saya dhyas 17 bulan baru terdeteksi gangguan pendengaran berat diatas 100db kanan kiri. kata dokter sih masih bisa pake ABD. apakah benar jika gangguan dengan level diatas 100db masih bisa ditolong dengan ABD. sekedar info, dhyas saat saya tes manual dengan bunyi mainan kincringannya kok bisa dengar ya (dia mencari bunyi kincringannya saat dibunyikan dibelakang kepalanya). Tks sebelumnya
REPLY >>
diatas 100dB kalaupakai ABD yg super power. tapi biasanya dibilang kurang optimal (disarankan implan). kalau bunyi kincringan keras & dekat mgkn msh bisa dengar, tapi kalau tidak begitu keras & msh dengar kemungk perlu test Bera ulang (di tempat lain sbg pembanding).
Juni 11, 2010 at 1:01 am
Salam kenal saya ibu yuli di Wonogiri Jawa Tengah yang juga memiliki anak tunarungu kanan 107db kiri 110 db usia 3 th 1 bln sudah pakai ABD 6 selama bulan. Saya ingin ikut bergabung disini untuk termotivasi dalam membimbing anak tunarungu. Buat bp Ehwandi di Solo kalau kami selama ini terapi di tempat Ibu Bekti daerah Pajang dekat Tugu lilin, perkembangan anak kami setelah pakai ABD dan terapi jika dipanggil sudah nengok dan mengucapkan dua huruf awalan kata. No. telp ibu Bekti 08156734502
Oktober 12, 2010 at 11:04 am
salam kenal ibu yuli…sy ibu dyah tinggal di semarang…mgkn bs sharing, trmksh infonya
Juni 23, 2010 at 11:49 am
ass wr wb
anak saya 9.5 th kami ditanggamus lampung.mohon kalau ada inpo tentang mengajar
anak tuna rungu agar bisa membaca atau berkomunikasi ; karena dikabupaten kami belum ada slb khusus tuna rungu.anak kami sudah sd kelas 2 hanya bisa menulis saja tdk tahu maksud makna yg ditulis.adakah pembelajaran lewat internet yg bisa diakses?
Juli 7, 2010 at 7:55 am
sy ingin bertanya mengenai perbedaan dr BERA dan ASSR
terima kasih
REPLY >>
ASSR (SSEP) vs ABR (BERA) ada referensi di http://www.oticonusa.com/eprise/main/SiteGen/Uploads/Public/Downloads_Oticon/The_Hearing_Review/Document1.pdf
Juli 13, 2010 at 11:18 pm
Nama saya moses, saat ini mengelola blog http://bahansekolahminggu.wordpress.com, sedang berusaha mengumpulkan bahan untuk membantu pengajaran anak sekolah minggu yang tuna rungu. Saya ingin mohon ijin untuk mengutip materi di blog ini. Salam.
Juli 14, 2010 at 11:52 pm
Berulangkali saya baca tulisan ini, ada sesuatu yang sangat menarik dari tulisan Anda. Sangat detil dan penuh perhatian. Akhirnya saya memahami, betapa besar kasih sayang dari Mama Ellen dan Papa Ellen untuk Ellen, tapi tanpa mengabaikan perhatian juga untuk si kecil. Ah, seandainya semua orangtua bisa seperti Anda berdua. Ada penerimaan, pemberian dan perjuangan hebat di sana. Saya percaya, buahnya akan sangat baik. Salam saya untuk Ellen dan Anda sekeluarga. Semoga perjuangan Anda tak surut, tapi kian menyala-nyala.
Agustus 2, 2010 at 8:00 pm
Salam kenal sya astri ank saya Aurora 2,5th penderita tuna rungu kanan 60db kiri 70db walau tdk sejak lahir krn ank kmi terkena panas saat usia 5 bl n saraf pendengaranya kena kami sudah membelikan ABD tp msh blm mau pke pdhl kami sudah berusaha tp ank kmi selalu nangis nek pke,mohon beri masukan agar ank kami mau pke ABD,dan mhon infonya terapi n sekolah yg dekat di wilayah TEMANGGUNG terima kasih
November 9, 2010 at 3:22 pm
Ibu, pendengaran Aurora sangat memungkinkan menghasilkan peningkatan daya dengar yg lebih baik krn hanya 60 dan 70. apakah ini sudah sensory neural atau adakonduktifnya ya ? harusnya kalo nanti pake kontinyu hasilnya bs bagus. coba diperhatikan pemasangan alatnya hati2, dan kalo mau dpt hasil yg maksimal pake alat yang Digital Program. Gunakan waktu untuk selalu membujuk aurora pake alat terusmenerus. wasalam trims
Agustus 26, 2010 at 10:34 am
Beaya sepertinya bervariasi pak. Kalau di sekitar jakarta, terapi wicara 1 jam sekitar 100ribu, biasanya seminggu 2 kali (tapi anak saya terapi wicara gratis di sekolah).
——————————
salam kenal,
anak saya proupund kanan/kiri 100 db, pake adb umur 3,5 thn. terapai mendengar beberapa kali. terapi wicara belum pernah.
namum belum bisa mengucapkan kata2x, namum bisa mendengar. dimana sekolah yg ada terapai gratis?
September 6, 2010 at 12:47 pm
saya adalah adik dari penderita runa rungu.
Umur kakak saya sudah 29 tahun..kakak sempet sekolah di SLB B
Mohon solusinya, informasi kursus keterampilan yang bisa dilakukan olehnya..?
kami tinggal di denpasar, Bali
keinginan saya agar kakak bisa hidup mandiri..
Ika, denpasar
September 14, 2010 at 11:31 pm
sy org tua anak tuna rungu, anak sy umur 3 thn hsl berra ka/ki 90 dB, kami tinggal di medan, saat ini kami sedang kebingungan mencari alamat terapi mendengar dan terapi wicara atau playgroup khusus anak2 tunarungu di medan, mohon bantuannya sebab kami benar2 bingung apa yg hrs kami lakukan. terima kasih sebelumnya untuk info dr teman2
September 26, 2010 at 9:16 am
sy orang tua anak Tuna Runggu, anak sy 3 org semuanya Tuna Runggu. Anak sy yg pertama berumur 8 Tahun skrg sekolah di SD Umum, yang No. 2 Berumur 6,7 Thn jg sekolah di SD Umum, yg No. 3 berumur 1,8 Thn, sy jg merasakan gmn jadi anak dari orang tua penyandang tuna runggu, tetapi sy mengajak kepd kita semua sabar !!!, karena itulah amanah yang diberikan Tuhan kpd kita, sy tinggal di Dolok Masihul Kab. Serdang Bedagai
kepda Para Orang Tua anak pendertia Tuna Runggu sy mengajak tetap semangat untuk mendidik buah hati kita walau dengan segala kekurangannya
Juni 17, 2011 at 7:07 pm
mama kristiani
sy salut dg bpk walau ketiganya TR tp tetap bs sklh umum,apa tipsnya?
putri sy 2,5th jg TR,smpi skrg blm bs bicara.anak bpk komunikasinya lancar ya,mknya bs sklh umum?
Oktober 5, 2010 at 12:29 pm
kami mau tau dimedan dimana tmpt terapi yang bagus utk anak2 umur 3 tahun
Oktober 12, 2010 at 11:42 am
salam kenal utk semua..sy ibu dyah…mama dr annisa 19 bulan, hearing loss profound 100dsb ini hasil dr BERA kariadi semarang, rencana mau ASSR di ramelan surabnaya akhir bulan ini sekalian mampir ke AURICA utk belajar parents exercise…oiya sy tinggal di semarang. senangnya ketemu dengan para ortu dr anak2 istimewa..smg bs sharing…
Oktober 21, 2010 at 1:08 pm
putri sy usia 5thn memakai abd dengan desibel 95 kanan dan 96 kiri.kendalanya anak sy sering x menolak u memakai alat tersebut.saya ingi skali bertemu dan bertukar pikiran denagn para orang tua yg memiliki anak penguna abd. sy ingin menyekolahkan n menerapi anak sy tersebut. untuk wil jakarta apakah ada komunitas nya.tk irfan 08129654463/98238393
November 9, 2010 at 3:13 pm
Ada Beberapa alasan kalo Anak tdk mau pake ABD .
1. Mungkin baru Adaptasi jadi belum terasa nyaman.
2. Mungkin Anak terlalu sensitif/ risih
3. ABD nya kurang cocok : terlalu keras, suara kurang jernih.
November 14, 2010 at 11:47 am
anak saya menderita tuna rungu sekarang usianya 8 thn sdh bersekolah di SLB B DHARMA ASIH Pontianak kelas 2 dia sdah bisa membaca walapun vokalnya ada yang blm jelas sudah saya tes bera ternyata hanya 60 db saya ingin anak saya bersekolah di sekolah umum apakah bisa ,sampai saat sekarang saya masih memanggil guru terapi kerumah.Saya melakukan anak saya dirumah seperti anak normal,sekarang alhamdullilah sudah banyak kosa kata yang ia dapat ucapkan. sampai saat ini anak saya sudah bia mengeluarkan kata2 sedikit demi sedikit,dia tidak menggunakan ABD, apa ada cr lain selain menggunkan ABD,dia jga da guru les drumah
November 17, 2010 at 9:11 pm
Salam kenal utk semua, sy Anne ibu dr hanifah usia menjelang 13 th, Kami tinggal di cirebon jw brt, anak sy diketahui tuna rungu usia 2 th di yysn suryakanti bdg, saat itu melalui tes bera diketahui hslnya ki 70 db ka 90 db, ank sy lgsg pake ABD dan lgsg terapi di yysn tsb. Kami bolak balik bdg crbn utk terapi di berbagai tempat di bdg slm krg lbh 4 th, Alhamdulillah bicara ank sy saat ini termasuk lancar dan bbrp thn belakangan sdh bs komunikasi lwt tlp, skr ank sy sklh di SMP umum sesuai saran guru SD nya tp ternyata masih ada kendala dlm pemahaman shg benyak pelajaran yg ketinggalan, sekiranya ada yg punya saran apkh sy hrs memindahkan sklh ank sy ke SLB atau tetap di umum?
Februari 6, 2011 at 1:57 pm
tetap di sekolah umum saja..dibantu dengan les2 tambahan untuk mengejar pelajaran yg tertinggal.
November 19, 2010 at 9:48 am
saya mempunyai anak umur 3th5bulan dengan hasil tes BERA 110dcbel,,mohon info tentang langkah2 perkembangan tumbuh kembang anak saya sekarang ia telah memekai lata bantu
November 22, 2010 at 3:38 pm
Ibu/bapak Yasin yth.
Bila bpk tinggal di daerah Jabotabek datanglah ke Program Intervensi Dini Anak & Orangtua (PRODINI)Santi Rama yang khusus memberi bimbingan bagi anak tunarungu berusia dibawah 6 th beserta orangtua beralamat di jl Kramat VII/13 Jakarta Pusat tel.021-3921184, setiap hari kerja Senin s.d. Jumat
November 22, 2010 at 11:33 pm
salam kenal saya mau tanya bagaiman cara mengajarkan menulis dan berbicara karena anak saya sulit sekali di ajari walaupun sudah sekolah usia anak saya 4 tahun terima kasih
November 23, 2010 at 10:06 am
saya punya adik tunarungu kelas 3 SMALB. mohon informasi untuk perguruan tinggi atau universitas khusus untuk anak tunarungu supaya adik saya punya pendidikan yang tinggi dengan harapan nantinya bisa bekerja dan mandiri. terimakasih buu..
Januari 6, 2011 at 9:50 pm
salam kenalsmuanya
, saya mau minta informasi mengenai jumlah penyandang tunarungu di indonesia pada tahun 2009 dalam bentuk persenan.besar harapan saya balasan dari smuanya..trim’s….
Januari 24, 2011 at 10:33 pm
Adakah sekolah unt anak tuna rungu di cirebon?
Februari 10, 2011 at 9:01 pm
Salam kenal semuanya, saya mahasiswa jurusan Desain Produk sedang membuat tugas tentang jam weker bagi anak tuna rungu, dengan tujuan supaya anak-anak tersebut dapat belajar dan mengenal kemandirian. Tetapi saya membutuhkan data-data tentang kebiasaan anak-anak ini seperti lingkungan, kebiasaan (habit), atau sistem yang diterapkan oleh setiap orang tua kepada anaknya. Mohon bantuannya untuk brainstorming. Terima kasih.
Februari 13, 2011 at 12:52 pm
slm…. kenal ak nama sifa asal parakan kbupten temanggung, ak adlah anak tunarungu dn skg ak umur 22 thun, aku mu butuh alat pendengar tapi aku tak tau berada di mana, saat mu beli alat pendengar….?tolong ya….
Februari 18, 2011 at 7:38 pm
Salam kenal juga.
Sebelum membeli alat bantu dengar jangan lupa melakukan tes pendengaran terlebih dahulu, untuk mendapatkan hasil kemampuan pendengaran yang sifa miliki, selanjutnya baru menentukan jenis alat yang sesuai, karena sifa sudah berumur 22 th, biasanya respon mendengarnya bisa langsung dirasakan, sekalipun seringkali tidak memahami maksud yang di dengar. dan alat kalo memang sifa kesulitan mencari bisa juga menghubungi kami di 08128001194 dengan sdr. Waspada. trims
wassalam
Maret 20, 2011 at 11:21 am
Salam kenal pak Waspada, anak saya berumur 9 bulan dan baru saja memakai ABD kemarin di ABDI. Kami mendapatkan informasi untuk menghubungi bapak Waspada untuk terapi wicara. Saya mau tanya Kalau pak Waspada melakukan terapi wicara saja atau juga dengan terapi mendengar. dan boleh tahu mengenai biaya terapinya (apa bisa datang ke rumah mengingat saya dan istri bekerja namun ada Mertua saya yang jaga anak saya dirumah serta ibu saya yang tidak jauh rumahnya dari rumah kami) Terima kasih
Maret 6, 2011 at 1:03 pm
Salam kenal….’ saya mempunyai anak laki2 3,6th mengalami gangguan pendengaran 105db kiri kanan, yang mau saya tanyakan apakah ada alat bantu dengar untuk derajat gangguan tsb,trmakasih
Maret 15, 2011 at 5:16 pm
Ada pak,anak saya jg hasil tes berranya sprti itu,bpk coba aja ke Alat Bantu Denagr Indonesia (ABDI)
Mei 25, 2011 at 2:17 pm
salam kenal pak yanto, anak saya irhamsyah divonis oleh prof. hendarto dr klinik jl sawo bahwa dia mengalami gangguan pendengaran berat sd 120 db, sejak itu dia memakai alat bantu dengar, alat ini menurut distributornya udah yg paling canggih, artinya alat ini memakai latest technology, irham memakai alat ini sampai umur 3,5 th namun kami merasakan tidak ada kemajuan yg berarti, sampai akhirnya kami putuskan utk cochlea implant, sejak 2 bulan lalu ABD nya sdh tidak dipergunakan lagi, bila bapak berkenan silakan menghubungi kami, terima kasih
Desember 8, 2011 at 11:49 am
Maaf Bapak salam kenal, saya suyatno tinggal di daerah Pondok Jagung, anak saya yang ke 3 Ratu Bilqis pada umur 2 tahun baru ketahuan ada kelainan pendengaran sampai di atas 100 db kanan dan kiri, waktu itu tes Bera di RS Bintaro, dan sudah pakai ABD yang semi digital seharga 6 jutaan dan belum pernak saya ikutkan terapi karena keterbatasan dana, apakah ABD utk anak Bapak sudah ada yang pakai, barangjkali bisa cocok untuk anak saya, tks
Maret 22, 2011 at 9:46 pm
salam kenal…
sama dengan bapak yanto, anak saya ketahuan tuli 105db kiri kanan. Usia 1,5 thn, kami bawa ke yogya, test bera, kemudian ke abdi kami belikan alat, kemudian kami pulang ke riau..setalah berjalan beberapa bulan kami menyadari alat tersebut kayaknya kurang berfungsi..berhubung jauh kami bertahan sambil kumpul uang. Sekarang anak saya sudah 3,5 thn dan tetap belum bisa mendengar apalagi bicara. Jadi apa yg sebaiknya saya lakukan? apakah saya harus test bera ulang? apakah di usia 3,5 thn masih ada kemungkinan anak saya bisa bicara atau mendengar lagi? terimakasih pak/bu dan rekan2 semua atas informasinya…
April 14, 2011 at 10:39 am
mhn,bantuan info nya saya punya putra umur nya sekarang 1tahun 10 bln dia memerlukan alat bantu dengar yang cocok untuk anak saya apa nama alat nya terus harga berapa dan di mana beli nya saya sangat memerlukan bantuan saudara
April 14, 2011 at 9:16 pm
nama anak sy dzaky umur 5,9 thn dgn gangguan pendengaran knn 120 db kiri 110 db.kami perlu beberapa tahun untuk mengetahui hasil test krn dya termasuk anak hiperaktif jd susah tdr.n baru ketahuan pas pada umur 5 th,dgn test BERA,ASSR,AUDIOMETRI dgn hasil yg tak jauh beda.dzaky bru pake abd 6 bulan.pake naida up 3tp masih punya 1 krn uangnya masih cukup beli 1.kmi rencana mw bli 1 alt lg.tp byk saran buat implan koklea.bagi tips dong
April 27, 2011 at 7:33 pm
ada yg tahu forum ut anak tuna rungu?
April 27, 2011 at 8:39 pm
salam kenal..
saya juga, mempunyai keponakan yg tuna rungu, sekarang umur nya sudah 5 tahun, sebetul nya dari umur 3,5 tahun dia sudah menggunakan ABD tapi, dia selalu ga nyaman menggunakan alat tersebut, sampai saat ini dia belum bisa berkomunikasi sama sekali, padahal dia sudah mengikuti terapi wicara selama 1,5 tahun. dia hanya mau menggunakan ABD tersebut pada saat terapi wicara saja, itu pun dilakukan 1 minggu 2x dengan durasi 45 menit. tapi untuk saat ini, terapi wicara nya di hentikan karena tidak ada perkembangan sama sekali. mohon solusi nya, bagaimana cara nya agar keponakan saya bisa nyaman menggunakan ABD tersebut
Terima kasih
Mei 16, 2011 at 9:07 am
saya punya anak usia 21 bln,namanya Aria. baru tes BERA dan hasilnya 90 db (kiri) dan yg kanan tidak terdeteksi (lebih dari 100 db).untuk telinga kiri sy sudah beli ABD, tp untuk yg kanan saya msh ragu krn pada waktu konsultasi dengan dr THT, katanya sebaiknya telinga kanan dipasang implan karena kalau cuma pakai ABD yg biasa, tdk bakalan berpengaruh besar (alasannya telinga kanan tergolong berat). betul ngga sih? kalau kerusakannya di atas 100 tdk bisa pakai ABD?
Mei 27, 2011 at 9:41 am
Salam kenal bunda Ari, Anakku namanya Nadira, sekarang usianya 18th, dulu usia 3th sekolah di santi rama, terus aku pindahin ke Pangudi luhur selama 2th. Alhamdulillah, anakku integrasi (rekomendasi dari sekolah Pangudi Luhur) ke sekolah umum sejak SD kls 1.pakai ABD merk Phonak kiri/kanan sejak usia 2th8bln. sekarang pakai ABD yg digital. hasil tes bera kira2 sama dengan anak ibu. memang benar, ABD lebih baik dipakai kiri & kanan. Anakku kan sudah besar, jadi bisa menyampaikan apa yang dia rasakan. Menurut anakku , kalau pakai ABD sebelah saja, akan bingung dari sebelah mana sumber bunyi berasal. Dan juga kalau tidak dipakaikan ABD, maka syarafnya tidak selalu mendapat rangsangan bunyi, kata konsultan di ABDI, hal tsb akan menjadikan kondisi yang lebih buruk lagi. Kalau implan kan mahal tuh, ada kok alat yang sesuai untuk yg dbnya diatas 100, coba aja bunda datang ke ABDI di jl salemba no. 34 – 36jkt, disitu kita bisa tanya-tanya dulu alat yg bagaimana yang cocok untuk anak kita, walaupun gak jadi beli…..semangat terus ya Bunda, insya Allah dengan berkembangnya anak, Ari menjadi lebih baik pendengarannya, tetap harus dibiasakan pakai ABD
Juni 19, 2011 at 12:55 am
salam kenal semuanya.Nama saya Agus Purwanto, dari surabaya.saya mengharap banget adanya informasi pengobatan gratis( sampai dengan mendapat alat bantu pendengaran ). dikarenakan saya mempunyai tetangga ( kebetulan sampai dengan saat ini saya masih ngontrak rumah ),tetangga saya sudah sepuh ( baik pihak laki2 maupun perempuan ), sedngkan mereka masih harus menghidupi cucunya ( 2 anak ) dan yang satu tuna rungu, namanya Lia ( cewek, 11 Tahun ). alhamdulilah saya bersama istri dah bisa ngambil ( ngadopsi ) anak satunya ( adeknya Lia ), cuman saya masih kurang ” sreg ” apabila belum bisa membantu Lia,dikarenakan keretbatasan saya n istri saya dalam hal keuangan.Nah…saya mohon banget apabila ada informasi ato apalah caranya agar dapat pengobatan gratis buat Lia.
sebenarnya kami pernah membelikan alat pendengar buat Lia, tapi karena kejahilan temen sekolahnya, alat pendengar itu dirusak pada saat Lia sekolah ( mungkin jg bercanda ),
mungkin ini curhat saya, mudah2 an anda yang tau informasinya bisa email ato balas di rubik ini..terimakasih.
Oktober 12, 2011 at 11:05 pm
salam kenal.nama saya oneng dari jogja menginginkan mengadopsi lia bolehkah pak? sy sendiri tunarungu tapi menginginkan memandirikan lia walau sepi gak slamanya tetap sunyi pastilah bisa mendengar. sy skrg guru slb tunarungu juga guru privat. sy sudah S1 BK (Bimbingan n Konseling. sy dr SDLB, SMP umum hg perguruan tinggi. sy pake alat bantu dengar wkt d SDLB (dpinjamkan SDLB) n SMP umum hg kuliah gak pake krn mrasa gk nyaman (secara pribadi). Pak, klw bpk mengijinkan alangkah bahagia sy. pak,hbgi via sms 0852-28282460
Juli 6, 2011 at 11:19 am
Salam Kenal…
Saya Ichsan, ayah dari Naila.. kami berdomisili di Aceh. Setelah membaca tulisan ibu saya mendapatkan banyak informasi.. anak saya juga seperti Ellen hanya hanyabedanya yang kiri 90db kanan 120db.. Mohon dinfo terbaru ke alamatemail saya.. karena saya agak kewalahan mencari tempat terapi didaerah kami…
Juli 13, 2011 at 3:19 pm
salam kenal….
nama saya Anita, anak saya bernama Vanessa, umur 2 tahun 2 bulan, baru mnggu kemrin sya cek ERA dan hsilnya itu 95 telinga kiri/kanan sama hsilnya, dan anjuran dokter itu menganjurkan untuk implan, karena dengan ABD yg digital pun ktnya hsilnya kurang, apa benar? dan apakah ABD yang digital bisa membantu? sya membutuhkan informasinya, terima kasih sebelumnya, karena saya kurang tahu untuk hal ini, dan satu lagi, sya minta informasinya bu di tempat mana atau alamat untuk terapi anak wicara, terima kasih untuk infonya
Juli 15, 2011 at 7:45 am
Salam kenal ibu Anita, anakku namanya DIra , sekarang udah kls 3 sma dan pakai abd digital Naida….beli di ABDI jkt. seblmnya (sejak usia 2th 8bln)pakai phonak biasa. Beda digital dng yg biasa, kt anakku bisa distel utk kondisi bising dan tdk bising, yg dirasakan anakku katanya, jadi dengarnya lebih jelas. . Coba deh ibu Anita datang ke ABDI jkt, mereka (consultantnya) mau kok melayani kita memberi info sebanyak-banyaknya, walaupun kita belum memutuskan utk membeli, boleh nyoba beberapa abd utk memastikan abd mana yg cocok utk kondisi anak kita. Saran saya sih ibu Anita cari tahu dulu sebanyak2nya mengenai abd, jadi nanti pas ketemu consultantnya kita bisa nyambung dan banyak2in nanya deh. Gak gampang loh membiasakan anak usia 2th pakai abd, butuh usaha (trik) dan kesabaran. Kalo Implan, kl ibu Anita ada dana sih silahkan, …..muahal….ratusan juta, Mengenai terapi wicara, enaknya sih ambil dari sekolah slb B (Pangudi Luhur, Santi Rama), bisa kok private. Saran saya sih, langsung sekolahin aja di SLB B, jangan buang waktu utk nyoba2 ke play group segala, soalnya emang kondisi anak kita harus di sekolah khusus, anak kita tuh ketinggalan ribuan perbendaharaan kata dari anak lainnya yg normal. Jadi memang harus ditangani secara khusus. Anakku pas masuk SD sudah bisa integrasi ke sekolah umum.sampai sekarang. ok……selamat berjuang……semangat ya…
Juli 27, 2011 at 2:41 pm
Salam kenal semuanya, terima kasih Bu Prapti,
Ternyata kami tidak sendirian, pertama di”vonis’ dokter, dunia rasanya runtuh,tp setelah membaca keberhasilan teman-teman disini ,Tuhan menunjukkan jalanNYA.
Anak kami , felisitas 13 bl minggu kmrn cek BERA 95 dB telinga kiri/kanan Seperti Bu Anita Yuliana dokterpun menganjurkan untuk implan, karena dengan ABD yg digital pun ktnya hsilnya tidak optimal. Tetapi setelah membaca keterangan dari Papa Ellen di http://tunarungu.wordpress.com/2008/01/30/abd-vs-cochlea-implant-vs-terapi/ dan keterangan Ibu Suprapti, saya mengalami “pencerahan”.terima kasih semuanya.GBU
Agustus 5, 2011 at 9:41 am
Salam kenal juga bu Lilik, wah senang bisa berbagi. Dulu juga rasanya “hancur-hancur hatiku…”, terus aku ke SLB B Santi Rama, aku dikasih buku cara menangani anak tunarungu didlm keluarga. Lumayan tuh, dari situ aku banyak tahu cara menanganinya. Selanjutnya aku selalu cari tahu bgmn cara membiimbingnya, supaya hasilnya maksimal. Soalnya aku pernah ketemu si Mr…apa tuh lupa (bule di KING AID th 1995), cas cis cus panjang lebar, pokoknya intinya harus sedini mungkin anak dipakein ABD, jangan lewat dr 5th. Nah aku rasanya benar2 ngejar target, supaya anakku bisa mendengar dng bantuan ABD dan bisa bicara tanpa bahasa isyarat. Dulu ya…kalau anakku bicara menggunakan bahasa isyarat, aku pegang kedua tangannya. aku suruh ulang bicaranya 10 x (he he…sadis juga ya), Untuk membiasakan dan senang pakai ABD, aku pancing dengan mendengarkan lagu anak-anak dan menari2, lumayan tuh ampuh. OK…..see you….
Agustus 9, 2011 at 5:19 pm
Hai salam kenal smua,ada yang tau gak AVT yang bagus di Medan sumut?saya lagi nyari untuk anak saya yg baru melakukan implant 2blan,tetapi sama sekali belum melakukan terapi.trims
Agustus 19, 2011 at 9:07 am
mohon bantuan dan penjelasan atas pengalaman bapak dan ibu orang tua dari anak yang mengalami keterbatasan mendengar. Anak saya mendapatkan hasil tes BERA 105 db kedua telinga, kemudian kita lakukan beberapa observasi dan test sehingga di simpulkan harus menggunakan ABD, yang saya tanyakan bahwa dari hasil test dan observasi tersebut maka kami ditawarkan beberapa ADB, yakni RIVA 2 dan NAIDA III, tentu saya kedua alat ini harganya sangat jauh. tetapi yang saya ingin tanyakan dari kedua alat ini mana menurut pengalaman bapak atau ibu dapat optimal penggunaannya. terima kasih
Agustus 19, 2011 at 2:25 pm
salam kenal saya agung terpis wicara jakarta saya sangat senang membaca smua ini menurut saya untuk terapi anak tuna rungu hars dilihat dulu brp db untuk telinga kiri dfan kanan.dan jangan hanya mengandalkan terapi saja tetapi pola asuh atau pembelajaran dirumah jg tak kalah pentingnya. jadi terapi wicara dibantu dengan melakukan home program dirumah, saya yakin pasti hasil akn lbh maksimal.salam agung 082111890542
Agustus 31, 2011 at 7:53 pm
Kalo tdk salah di cirebon ada sekolahnya. Mohon info nama dan alamat yayasannya
Terimakasih
September 2, 2011 at 10:28 pm
Hi, terima kasih byak atas infonya bu suprapti.. kalo boleh tau sekolah yg disebutkan itu di mna ya, sya domisili di jakarta pusat.. mungkin untuk operasi implan sya tdk bisa lakukan, krena implan itu mahal hrgnya ratusan juta, sedngkan kami berdua bekerja sebagai karyawan… terima kasih banyak atas srannya sya akan coba ke ABDI, dan memang sya mrencnakan utnuk meyekolahkan vanessa, saat ini sya belom menemukan sekolahnya itu kendalanya, apakah bisa da kemajuan dengan terapi wicara dan ABD krena saya sudh test BERA 2 x dan hsilnya itu diatas 100 DB vanessa tidak ada respon…terima kasih tas infonya…
September 9, 2011 at 9:04 am
Hi juga bu Anita……., SLB/B Pangudi Luhur, Jl. Pesanggrahan 125, Kembangan, Jak-Bar 11610; TKLB Taman Latihan Santi Rama, Jl Kramat VII no. 13 Jak-Pus.
Mengenai hasil/kemajuan terapi wicara dan ABD, banyak faktor yg mempengaruhinya. Semua melalui proses dan butuh waktu. Dari kitanya dulu bu Anita, sebagai ortu hrs optimis dan berusaha semaksimal mungkin utk membantu anak kita.
Waktu pertama kali pakai ABD di usia 2th 8bln, anakku juga pernah mencopot ABDnya sendiri lalu dilempar ke lantai…..(wah rasanya………). Terus aku coba pasang CD lagu anak2 dan aku ajak menari2, Nah dia merasa ada suara tuh yg didengar, terlihat dari mata dan mimik wajahnya…..anakku kelihatan senang. Aku disiplinkan utk memakai ABD kecuali mandi dan tidur.
Nah terusnya aku ke TKLB Santi rama, disana diobservasi (ditest IQ, dan tingkat pendengaran……..testnya sederhana kok, pakai puzzle dan sumber bunyi2an dr alat permainan).
Utk terapi wicara…..bukan berarti langsung diajar bicara…..tapi awalnya diajari niup lilin, tisu……pokoknya yg sederhana dulu lah dan sambil diajak bermain/diselingi dengan permainan puzle , Nah selama terapi itu aku juga mempelajarinya bgmn cara terapinya, dan aku kerjakan terapi sendiri tuh tiap hari diulang beberapa kali.
Kalau masalah ABD, kalau memang cocok dengan kondisi pendengaran anak kita, ya tentunya hasilnya optimal lah….kan bisa kita lihat dari reaksi anak kita. Pokoknya banyak cari tahu/tanya tanya lah ke gurunya, terapist, consultant di tempat penjualan ABD.
Pokoknya kitanya harus aktif dan kreatif utk mengusahakan supaya anak kita mau pakai ABD dan membantu mengenalkan benda2 dilingkungan rumah dulu, dan mengenalkan bunyi2an dan sumber bunyinya.
Ok…..semoga bu Anita diberi kemudahan oleh Allah; dalam membantu vanessa……Aaamin
September 3, 2011 at 9:26 pm
terima kasih atas sarannya ,…. ada yang ingin saya tnyakan juga apakah bisa anak umur 2 thun memakai ABD, krena yang saya lihat anak saya itu aktif sekali, tkutnya memakai ABD itu nanti bisa dibuang dan dibanting…memng rsanya butuh kesabaran untuk anak sya ini, dan satu hal lagi apakah private lebh bgus untuk perkmbangan anak tau sekolah bisa bergabung dgn anak2 yang lain lebh bgus, terima kasih bayk seblumnya, dari wacana ini jadi memberikan sya semangat untuk anak saya, yang tadinya sya sempat putus asa tidak tau pa yg musti sya lakukan utnk vanessa… dari wacana ini saya dapat pengalaman dan semangat yang tidak saya sangka sebelumnya, terima kasih banyak ya…..
September 23, 2011 at 8:05 pm
Salam kenal bu. Saya Pak Waspada ( Terapis Wicara angkatan 1996 )
saat ini bekerja di RSCM Jkt dan Klinik Tamrin Bekasi Timur. Dan Alhamdulillah diperpacaya oleh orang tua anak2 yang mengalami gangguan pendengaran sekitar 50 anak aktif terapi di klinik Tamrin bekasi ( ada yang sudah beberapa tahun terapi dan ada yang baru beberapa bulan ). dari 50 an anak ini terdiri dari berbagai usia dari 1,5 tahun dan ada juga yang 14 tahun usianya. Menurut info yang sya dapat pemakaian ABD sebenarnya Idealnya dari sejak awal diketahui dan paling baik usia 6 bulan. ini kata orang Amerika bu.
Memang ada beberapa kendala dalam pemasangan ABD untuk beberapa anak tertentu :
1. Seringkali anak menolak bila dipasangkan ABD
2. Tidak Mampu bertahan lama pada awal2 memakai ABD
3.Sulit mengobservasi respon yang akurat atas Efektifitas pemakian ABD, ( Biasanya krn Anak blm kooperatif ).
4. Untuk Pola pembiasaan perlu dicarikan temen yang jg memakai ABD ( bisanya di tempat terapi/sekolah ).
Hal yang penting dilakukan juga adalah pengamatan atas pemakaian ABD, apakah sdh ada respon ?
1. Biasanya agak sulit mengamati respon pada anak yang masih sangat kecil, butuh kesabaran dan pengulangan2 an.
2. menentukan dimana respon dapat dicapai ( dB nya stlh pake ABD )
3. Anak sudah berapa lama memakai ABD ?
4. Berapa lama dalam sehari memakai ABD?
5. Rangsangan2 apa saja yang sudah diberiakan pada anak ?
6. Apakah anak juga sedikit aktif ?
7. Tingkat kepatuhan bagaimana ?
8. Berapa lama kita memberikan rangsangan2 bunyi pada anak.
Catatan : tidak ada jaminan anak yang sudah merespon bunyi dengan berbagai tingkatan NADA dari rendah smp Tinggi sudah bagus , terus anak mampu mengucapkan kata2 dan mendengarkan kata2 dengan baik. Prinsipnya kita harus mampu mengoptimalkan MULTI MODAL dengan mempertimbangkan Modalitas yang dimiliki ANAK kita.
ini saran dari saya. Apabila ibu masih ingin berkonsultasi lebih lanjut bisa datant ke klinik Tamrin Bekasi Timur 021-8814262 atau 0812 8001194
September 4, 2011 at 8:11 pm
bu suprapti, kalo boleh tau brapa db anak ibu? spertinya anak sya tergolong berat bu… terima kasih sblumnya.
dan Mama ellen kalo boleh tau serkg ini usia ellen brapa tahun ya? dan sudh opersi implan di singapura bgaimana kberhsilan dan apak ada efek smping dri opersi tsb? dan kalo boleh tau altnya dri negara mana? itu implan bisa smpe sumur hidup ya.mohon maaf sblumnya krena sya kurg informasi untuk ini, takut bermasalah nantinya, saya ucapkan terimakasih atas infonya
September 12, 2011 at 10:10 am
Bu Anita, anakku wkt umur 2th 8bl itu , kondisi kiri 90 db, kanan 100 db. Tapi jangan khawatir bu….kan ABD jenisnya disesuaikan dng tingkat ketuliannya, menurut keterangan si consultant di ABDI, anak dng tkt ketulian diatas 100db, kalau memakai ABD yg sesuai (pastinya sih lebih mahal), ada reaksinya/hasilnya kok. Sudah ke ABDI belum…..
Memang sih, menurut anakku ….bahwa telinga kanannya mendengarnya gak jelas. Jadi anakku mengandalkan telinga kirinya. Nah dng pemakaian 2 ABD, kata anakku jadi bisa membedakan dr arah mana sumber bunyinya, jadi kalau ada orang lain bicara dngnya dari arah selain didepannya, anakku gak kebingungan mencari sumber bunyi tsb.
Kadang aku suka ingin tahu seperti apa anakku mendengar pakai ABD, jadi aku sering tanya2. Nah kalau telinga kanan walaupun dipakaikan ABD, suara yg didengar tidak membentuk kata…..hanya ada suara saja. Kalau telinga kiri sih suara yg didengar jelas. Tapi tetap tidak seperti kita yg normal….., kalau kita bicara terlalu cepat….ya…anakku minta diulang.
Bu Anita….anak pakai ABD…bukan seperti anak pakai kacamata minus loh…..yg langsung bisa dirasakan dapat melihat obyek dengan jelas, dan selesai masalahnya. Tapi anak pakai ABD …prosesnya lebih rumit .
O iya….mengenai les private itu, maksudnya sebelum tahun ajaran baru mulai, kan anak kita menunggu tuh beberapa bulan….nah lebih baik di kasih les Private…nah kalo sudah masuk sekolah sih…terserah…kalo punya dana lebih sih monggo., Pastinya harus sekolah….les private sih hanya tambahan, kalo kita sudah tahu caranya…bisa kita kerjakan sendiri kok. Jadi kalo lagi terapi wicara, kitanya juga harus mempelajari cara mengajarinya..
Bu Anita…..intinya mau implan ataupun ABD biasa….pokoknya anak kita butuh latihan mendengar dan bicara…dan harus segera mungkin.
OK sampai disini dulu…..see you……
September 15, 2011 at 10:36 am
salam kenal,saya mempunyai anak putri usia 4 thn,di diagnosa memiliki ambang batas pendengaran 110 db,d anjurkan dktr bt implant,namun krn biayanya tak terjangkau,maka saya berniat dgn ABD sj, ternyata setelah kesana kemari mencari info tetap saja harga ABD sngt mahal utk ukuran kami,satu saja sdh sekitar 20 jutaan aplg ank saya memerlukan 2 ABD, saya membaca posting ibu,yg ingin saya tanyakan barangkali ibu mempunyai info ttg ABD yg terjangkau oleh kami yg krng mampu? adakah yysn yg bersedia membantu,krn yg tunarungu mungkin saja orng tuanya tdk semuanya sanggup utk membeli ABD,
atas penjelasanya terima kasih banyak.
September 23, 2011 at 8:17 pm
Salam kenal bu, saya pak waspada Terapis wicara.
kalo boleh tahu apakah sudah di TES dengan ASSR ? ATAU ini ASSR secara UMUM atau hasil BERA ?
dengan usia anak ibu 4 tahun apabila kooperatif sebenarnya bisa kita COBA kan dulu aja Beberapa Alat ABD, pengalamsn kami kalo anak kooperatif bisa terlihat respon bunyi yang diterima anak. Dan kalo ibu berminat mencoba ABD kami siap membantu, kita bisa melakukan observasi bersama2. dan mudah2 an alat yang kami jual harganya terjangkau oleh ibu. Trims
September 15, 2011 at 8:54 pm
saya yumie dari cirebon, putri pertama saya ahla, umur 2thn 5 bln, baru saja dites bera kemarin di klinik a.ksoem bdg, dgn hasil diats 100db kedua telinga,saya perlu bantuan temen2 untuk mengetahui langkah penanganan pertama dan selanjutnya, bagaimana mencari abd yang tepat dan tempat terapi wicara yang cocok di cirebon…saya msih dalam keadaan syok berat dan bingung…terimakasih untuk semua info…pls help me…
September 23, 2011 at 8:24 pm
Saya pak Waspada Terapis Wicara bu, saya sarankan ibu melakukan TES ASSR dulu biar bisa diketahui secara mendetail di frekwensi spesifiknya 500 Hz, 1000 Hz dan 2000 Hz serta 4000 Hz. jadi kita bisa dapatkan hasil terperinci . Apakah memang semua 100 dB atau beda2 bu. Baru nanti kita carikan ABD yang memadai sesuai dengan gangguan adik serta menyesuaikan juga dengan kondisi keuangan yang dimiliki, karena harga ABD sangat bervariatif bu. trims.
September 18, 2011 at 9:10 pm
Ada yang bisa kasih referensi terapis wicara yang udah berpengalaman ?
Lokasi saya di jakarta selatan. Thanks.
September 19, 2011 at 1:07 pm
aduh terima kasih sekali penjelasannya bu suprati……. saya berterima kasih ats penjelasan ibu yang panjang lebar, begini bu, saya memang blum ke ABDI soalnya kemrin itu libur jadi blom buka, tapi saya sempatkan ke Kasoem cikini , saya ajak observasi pke alat eticon dlu, memgn blom ada reaksinya, baru mau coba memakai naida/phonax ya kalo ngk salah, krena waktu sudh sore, jadi nanti bru berlanjut, mungkin mnggu depan sya bwa lagi utnuk mencoba mana yang cocok untuk anak saya. untuk pilihan ya bu, dana sekrg saya lagi mengusahakan utnuk implan, krena saya mendapt dkungan dari keluarga, jadi sya sedang mengumpulkan dana untuk anak saya impplan, jikalau memang tidak terkumpul dananya saya akan membelikan ABD yang sesuai dengan anak saya bu, mau tnya lagi bu, maaf apakah anak ibu serkg mengucapkan kata2 dengan jelas sperti lyaknya anak normal? memang saya merencanakan untuk diles private, cman blom mencari dmana guru bisa les private ke rumah, soalnya saya ngk da kenalan bu. jika ibu ada info, tlong diberitahu, terima kasih sbelumnya ya bu, maaf jika saya byk bertanya, tapi saya senang bertanya, apa lagi saya blom da pengalaman sblumnya sperti ini, dengan yang lain pun sya juga byak bertanya, krena demi anak ya bu, terima kasih bu suprati…..kalo lebh leluasanya boleh saya meminta no telp ibu, trima kasih
Oktober 3, 2011 at 12:24 am
salam kenal,buat semua di forum ini.
tanpa mengurangi rasa hormat saya untuk para org tua dan yg mengalami masalah gangguan dgn pendengaran/hearing loss
saya hanya sekedar ingin sharing saja,/(bukan mengurui.)
terutama buat ibu Anita yg saya hormati.
anak saya (15bln) saat ini, pada usia 8 bln sy menyadari ada masalah dgn pendengarannya, dan stlh 2 x BERA test di 2 kota yg berbeda, hasilnya : 90db dan 80 db.
saat ini 7 bln sudah berlalu.
banyak hal yg saya pelajari selama itu:
1. jgn panik.(anda tdk sendiri,dan selalu ada jawaban untuk semua itu. ini bukan akhir )
2.cari informasi.(dari test BERA,ASSR, OAE,dsb, penyebab masalah,solusi,dsb.pelajari kasus anak anda sendiri dgn ahli terkait,dan analisa anda sendiri,komunikasi dgn org yg mengalami hal yg sama,browsing,dan luangkan waktu utk belajar mengenai “hearing loss” ini.)
3.tidak pernah ada kata terlambat. jd jgn ambil tindakan pada saat anda blum paham sepenuhnya akan kondisi anak anda sesungguhnya(solusi terbaik utk anak,bkn hak anda yg menentukan,dalam hal ini melakukan “implant” kepadanya,pelajari dulu/luangkan waktu utk itu), dan anda hrs paham tiap pengalaman org lain, case/kasusnya berbeda dgn yg anak anda alami, dan informasi terkini mengenai solusi itu selalu ada.
4.ABD adalah satu jawaban terbaik saat ini(menurut saya walaupun sifatnya hanya membantu/alat bantu), dgn catatan setting yg baik dan benar sesuai test BERA,(sy sendiri blum melihat hasil maksimalnya, krn sy jg sedang mencari ABD yg cocok utk anak sy sendiri.)
**utk case ini: sy hrs mencari”audiologist” yg bagus utk setting/menentukan ABD yg tepat utk kondisi anak sy.(kebetulan saya jg blum ketemu.)
5. Kasih sayang, perlakukan anak anda sebagaimana mestinya.mereka anak 2 yg memiliki hak dan perlakuan yg sama dgn anak2 lainnya.
Hasil dari browsing sy,:
salah satu solusi yg kelak akan bisa membantu/mengobati “hearingloss”
adalah “stemcell”, saat ini utk beberapa penyakit, STEMCELL sdh diakui kesuksesannya, dan untuk “ketulian” sdh ada kasus yg berhasil,
silakan anda browsing sendiri,, krn sy sendiri jg sedang menanti kabar-kabar baik dari mereka yg sukses di sembuhkan dgn “stemcell” ini/atau menanti anak sy besar dan memutuskan sendiri ,krn saat ini buat sy yg terpenting adalah mencari ABD yg tepat utknya, sehingga dia bisa bersosialisasi di masyarakat.(mohon maaf,sy tdk bisa memutuskan “implant”utk anak saya,implant adalah hal yg besar,yg hrs diputuskan yang bersangkutan sendiri,sementara anak sy blom cukup dewasa utk itu.
mudah2an ini bermanfaat,dgn kekurangan bahasa saya yg terbatas,saya jg sedang mencari solusi terbaik buat”PENDENGARAN” anak saya tercinta.
hormat saya
Joni
September 29, 2011 at 1:10 pm
Saya punya banyak teman tunarungu. Mereka menuturkan bahwa terapi wicara sangat sulit mereka kuasai juga alat bantu dengar sangat tidak nyaman mereka gunakan (itulah sebabnya banyak penyandang tunarungu tidak mau memakai abd setiap waktu). Di negeri2 maju, terdapat banyak pnterjemah bahasa isyarat profesional bagi tunarungu, bahkan universitas yg menggunakan bahasa isyarat dalam mengajar mahasiswanya. Berita dalam channel tv cable ada penterjemah bahasa isyaratnya : http:// www. youtube. com/watch?v=_SMAMutQgY4 atau
http:// www. youtube. com/watch?v=OrbX6dcPmb8
Memang terapi wicara juga penting, tetapi ada alternatif menggunakan pendekatan dengan bahasa isyarat. Anak tunarungu yang berkomunikasi dengan teman2nya sesama tunarungu, mereka terlihat sangat menikmati komunikasi dari hati ke hati dengan bhs isyarat. anda bisa menjadi teman yg akrab bagi anak anda yg tunarungu dengan belajar bahasa isyarat.
http://deafness.about.com/od/newtodeafness/a/nonsigningpars.htm
http://www.voanews.com/indonesian/news/Penelitian-di-Amerika-Kemampuan-Baca-Tuna-Rungu-Rendah-120003109.html
Oktober 7, 2011 at 10:58 am
anak saya berusia 2th, setelah tes BERA,OAE dan audiometri dinyatakan mengalami gangguan pendengaran 95db kanan kiri. disarankan memakai ABD ultra power. memang setelah dicoba dia respon terhadap bunyi. yang ingin saya tanyakan, apakah anak saya harus langsung mengikuti terapi wicara? ( banyak fasilitas terapi wicara yg penuh dan kita masih waiting list ) atau bisa kita latih sendiri ? adakah dari bapak / ibu yang mempunyai referensi buku panduan terapi wicara? mohon infonya … terima kasih banyak….
November 5, 2011 at 9:17 pm
Salam kenal bu Ita, kalo di tempat terapi wicara masih waiting list, coba ibu ke SLB B (misalnya Pangudi Luhur, Santi Rama), mereka…guru2nya Insya Allah mau kok membantu terapi wicara.
November 15, 2011 at 4:06 pm
terima kasih atas sarannya bu suprati….:)
Oktober 9, 2011 at 7:44 pm
Saya menderita tunarungu semasa balita, di awal-awal SD sekitar tahun 1975 saya ga begitu peduli menderita tuna runggu, anggap budek aja kata dan ejekan orang, dan hari terus berlanjut. Orangtua membawa ke akunputurr dan membelikan ABD, tapi ga nyaman hanya semtara dipakai. Sekolah terus berlanjut di SMP beban yang dihadapi cuma satu, kesulitan mengikuti pelajaran dengan rilek, tapi insya Allah di SMP juara umum. Masuk SMA deg-degan, karena diri ini semakin mengerti tuna rungu adalah cacat. Tapi pemikiran dan cita-cita saya jalan terus, walau belum tahu yang dicita-citakan. Lulus SMA masuk IKIP jurusan FISIKA D3…. ya…ampun… masuk kampus dengan gagah, keluar kampus loyo… tak banyak pelajaran disimak, cuma sedikit-dikit… tapi banyak pelajara yang saya ambil dari majalah INTISARI saat itu, banyak hikmah yang diambil dengan membaca dan menyerap ilmu dengan sendirinya membuat diri ini percaya diri, masa depan tak akan pernah meninggalkanku. Sambil menunggu kelulusan, saya pelajar Pagemaker & Freehand di komputer Macintosh SE punya sodara.. Nyaris cepat menyerap belajarnya secepat menyerap bacaan INTISARI. Langganan, 4-5 orang nungguin saya disamping, minta bikinin logo atau setting lay-out. Pernah saya minta mereka 1 atau 2 orang ditempat lain aja, tapi mereka tak mau. Saking banyaknya pekerjaan, saya ditawari pindah di bidang yang sama ditempat lain. Disini saya bertemu Bos-bos percetakan yang saling memperebutkan saya. Lalu saya mencoba melamar sendiri dan terus berterang punya masalah pendengaran. Syukurlah diterima. Dan masih memegang desainer graphis di tempat lain sampai sekarang.
Oktober 16, 2011 at 11:04 am
sy kagum perjuangan anda. sy sendiri juga deaf. kini sy guru slb tunarungu juga guru les privat yang sering diminta ngajar les. selain itu masih diminta kerja di luar profesi guru (desain, restorasi lukisan, volunter). anda krn rajin membaca menjadikan diri deaf yang mandiri…sy salut..!!
November 17, 2011 at 8:16 am
Hallo Oneng, anak saya kondisi sampai sekarang pakai ABD, sampai Kls P3 (setaraf TK) sekolah SLB B Pangudi Luhur, nah sejak SD s/d sekarang kls 3 SMA, sekolah di sekolah umum, dia pingin kuliah di Desain Produk (Alhamdulillah udah ditest dan diterima di Univ. Mercu Buana Jkt). Boleh gak minta e-mail atau fb nya utk anak saya, biar bisa bertukar pikiran, minta saran dng oneng.
Terima kasih sebelumnya.
November 22, 2011 at 8:46 pm
bisa m,inta sesuatu buat dihubungi, pak???
saya pnderita tuna rungu yg jua mahasiswa smster pertama UGM jurusan sastra indonesia…
saya pilih sastra indonesia karena hobi dalam bidang tulis-menulis..
teman2 n guru2ku, serta orang2 disekitarku juga nyaranin m,asuk jurusan ini…
alhmdlh. tulisanku udah dimuat beberapa buku antologi. doakan saja sem,oga bisa menerbitkan buku solo…
emailku: mukhanif.yasin.y [a] mail.ugm.ac.id atau 0819 02985926
November 26, 2011 at 9:07 pm
wow salut! hebat kmu mhs UGM. Sy sendiri deaf n guru. Sy pernah punya tmn deaf mhs psikologi UGM n skrg kuliah S2 di Australia. Kmu jangan berkecil hati. Banyak tmn2 deaf yg berprestasi. Tunarungu bukan hambatan untuk berkarya. Sy doakan smoga kmu bisa menerbitkan buku solo.. SEMANGAT! emailku: andarku_sayang [a] yahoo.co.id
Oktober 12, 2011 at 12:25 pm
Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak Rumah Sahabat Yogyakarta juga melayani speech terapi. lokasi: Rumah sahabat di Perum Gambiran C 2 UH V, Jl Perintis Kemerdekaan Yogyakarta phone 0274 8267882
Oktober 16, 2011 at 11:05 am
trima kasih info
Oktober 22, 2011 at 5:34 pm
sy mencari info tempat les/bimbel utk anak tunarungu di bandung,,
November 6, 2011 at 9:42 am
kalau mo cari bimbel utk tunarungu cari aja guru privat yang benar-benar berempati n punya niat mulia krn ank bpk anak istimewa…
Oktober 24, 2011 at 10:56 am
anak saya zaki umur 4,5 thn penderita tuna rungu dan sedang terapi di santi rama sebagai pra sekolahnya. Ternyata biaya untuk sekolah para penderita tuna rungu saya rasakan sangat mahal. Apakah ada yang bisa memberi informasi untuk pemberian biaya sekolah semacam BOS disekolah umum yang juga memberikan beasiswa untuk anak kurang mampu. atau ada yayasan atau apapun namanya yang bisa memberikan bantuan biaya sekolah untuk penderita tuna rungu.email saya sitibadriyah [a] gmail.com atau HP 085217418728. Terima kasih untuk informasinya.
Oktober 26, 2011 at 11:12 pm
Assalammualaikum…
Bapak/ibu, saya mau tanya.. Kalau Sekolah Mengenah Pertama (SMP) khusus buat yang menderita tunarungu di Medan yang bagus n berkualitas tinggi dimana ya?
Soalnya adik syg yg pendengarannya kurang baik akan melanjutkan ketingkat pendidkan SMP.
Terima kasih..
November 6, 2011 at 8:20 am
mualaikumsalam…
kalau bpk/ibu mau mencarikan SMP untuk ank deaf (tunarungu) sebaiknya SMP inklusi dimana di situ mau menerima ank bpk/ibu. sy sendiri deaf pernah di SMP negeri 1 jogja hingga lulus hingga ke universitas. yang terpenting ank bpk/ibu punya bekal moril/psikologis dan dukungan dari bpk/ibu. Tanamkan kemandirian baik akademik, sosial maupun emosionil pada ank bpk/ibu insya allah. Karena ank bpk/ibu adalah ANAK ISTIMEWA yang wajib bpk/ibu syukuri… Semua karena Allah. Sepi gak selamanya tetap sunyi pastilah bisa mendengar…. Mendengar oleh PENGHARGAAN dari keluarga, lingkungan dimana dia bertempat….. Trmksh n wass
Oktober 31, 2011 at 10:05 am
kenalkan nama saya andri, saya mau curhat juga nih. anak saya 5,5 thn laki-laki dah pakai alat bantu sejak umur 3 yahun, sekarang masih terapi wicara dah 2 tahun lebih, tapi kosa katanya juga masih minim bahkan baru bisa menyebut mamama…mamaa. saya jd khawatir dengan anak saya , saya mohon sarannya dari semuanya…, memang terapinya sempat terhenti selama 1 tahun akibat biaya, tai sekarang dah mulai terapi lagi…
November 5, 2011 at 9:10 pm
Salam kenal juga bu, coba deh segera disekolahkan di SLB B. Kalau di sekolah khusus kan ditangani langsung oleh guru2 yg spesialis menangani anak2 dengan kebutuhan khusus tsb. Anak jadi bisa bersosialisasi. Insya Allah perkembangannya akan terasa banyak dan cepat.
November 10, 2011 at 8:03 pm
salam kenal jg. sy sendiri tunarungu dan jg sependapat dg bu suprapti. Bila anda di jogja coba cari SLB.B Karnnamanohara jl Pandean gg Wulung 2 Condong Catur Sleman atau cari google Karnnamanohara n call 02747471326. Trimakasih
Oktober 31, 2011 at 10:19 am
Salam utk semuanya,,,saya bunda dari VERO 6th penyandang tuna rungu,,,sekarang dia sekolah di SLB TUNA RUNGU PAYAKUMBUH..terima kasih utk semuanya,,krn ini semua sangat membantu saya,,
November 5, 2011 at 10:33 pm
Salam kenal’ bs. Kah bantu informasi alamat terapis wicara yang bs di hubungi
November 9, 2011 at 9:29 am
Hai..blognya keren lho…saya udah baca beberapa konten…
salam kenal..nama saya Kak Zepe.
Saya juga punya sebuah blog yang membahasa segala sesuatu tentang dunia anak.
Khususnya tentang lagu anak-anal..
Kalau mau tahu lebih lengkap, silakan bergabung di blog saya.
Ada di
http://lagu2anak.blogspot.com
Sekalian ikut serta dalam mengembangkan lagu anak di tanah air yang kian merosot…
Mohon dukungannya untuk mensukseskan gerakan ini.
Salam cinta lagu2anak…
November 10, 2011 at 5:21 pm
Adik sepupu saya dari bayi telah mengalami kerusakan pendengaran yg membuatnya juga tidak bisa berbicara layaknya anak seusianya.sekarang sudah berumur 4 tahun lebih.padahal ia cukup cerdas untuk mengamati keadaan sekitar dan cepat meniru apa saja yg dicontohkan padanya. keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkannya untuk bersekolah.adakah sekolah gratis untuk anak tunarungu di medan? Atau paling tidak yang biayanya tidak semahal SLB swasta?sebelumnya saya ucapkn terima kasih.
November 15, 2011 at 9:19 am
Saya ingin bisa ( ngerti ) bahasa isyarat ke mana harus belajar ?
November 22, 2011 at 6:43 pm
Bila tinngal di Jakarta bisa datang ke Sekolah Luar Biasa Santi Rama di jl RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan (021)- 75818101 / 7694741. Ada layanan kursus Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI)bagi yang berminat.
November 24, 2011 at 9:10 pm
silakan hubungi andarku_sayang [a] yahoo.co.id
trimakasih
November 18, 2011 at 2:51 pm
pemirsa
saya ada masalah kegangguan kedengaran karena saya sakit panas dengan kencang saat orangtua saya pergi ke haji . walaupun nenek saya mengasuh saya dengan penuh kasih . orangtua saya datang kembali dn memanggil dengan baik meskipun saya tdk tau apapun . nah orangtua membawaku di rmh skit . aku sabar tapi ak pny prestasi ttg OSN
aku bahagia kalo ak tunarunggu dalam kecobaanan
November 18, 2011 at 2:55 pm
Selamat siang semuanya, kenalkan saya Ginanjar tinggal di Bandung sudah berkeluarga dengan anak tiga perempuan sehat semuanya.Saya bersyukur kepada Allah telah di berikan seorang istri yang mau mengerti dengan kekurangan saya, padahal sebelumnya saya pesimis mana ada perempuan yang mau di nikahi oleh saya yang TUNA RUNGU.IBU saya lah orang yang paling berjasa dengan menerima keadaan saya, dengan kesabaran dan doanya Ibu selalu memberikan dorongan dan perhatian yang tulus agar saya menjadi orang yang Percaya Diri.Dengan doanya pula saya bisa bekerja di sebuah Bank BUMN terkemuka di Indonesia,BANK MANDIRI,saya tiap hari pakai alat pendengar, itu saya pakai ketika Sekolah Dasar sampai sekarang, masalah komunikasi Ibu selalau menanamkan agar senantiasa belajar dengan banyak membaca. Itu saja semoga selamat siang.
Desember 4, 2011 at 7:56 am
Salam kenal Pak Ginanjar, anak saya perempuan, kls 3 SMA di sekolah umum, sampai sekarang pakai ABD. tahun depan Insya Allah kuliah. Saya ingin tahu…bagaimana proses bapak saat masa kuliah…., apa kendalanya dan bagaimana mengatasinya. Terima kasih sebelumnya ya …pak.
Desember 23, 2011 at 4:06 pm
salam kenal jg. Sy sndiri jg deaf alumni SLB.B n dr SMP umum hg kuliah gk pake ABD krn gk punya duit. Alhamdulillah sy bisa melewati… Ibu beruntung sekali dberi kpercayaan dr Allah ank istimeawa.. Tolong beri PENGHARGAAN moril krn ank ibu adalah ANAK ISTIMEWA yang wajib dsyukuri krn Allah.. Berilah keyakinan moril pd ank ibu… Sy wkt kuliah buanyak kendala yg sy hadapi n alhamdulillah sy bisa mlewati krn mndapat penghargaan di sekitarnya Sy yakin ank ibu punya potensi tinggi gk dimiliki org lain….dan akn memberi senyum gk terduga buat ibunya…Ammiii..nnn. Bu, ayo berjuang jadi ibu yang berhati hajjah yang mabrur…buat ank ibu….
November 18, 2011 at 4:05 pm
salam kenal untuk semuanya…..anak saya elfa juga tunarungu. sekarang usianya 4 th. sejak umur 1,5 th sudah memakai ABD sumo dm, alhamdulillah elfa sekarang sudah bisa mengucapkan beberapa kata meskipun pengucapannya ada yg belum sempurna. tetapi sudah mulai mengerti komunikasi 2 arah meskipun kadang dibantu dengan bahasa tubuh. terapi AVT pernah kami jalani, karena tempatnya di sby jadi hampir 1 th ini tidak berlanjut (kami tinggal di malang). sekarang kami hanya melakukan terapi wicara saja. karena terapi AVT di malang setahu saya belum ada. Soalnya kalau digabungkan hasilnya memang bagus, anak lebih cepat paham akan kata2 yg dipelajarinya. ini saya maunya bisa menyekolahkan elfa di sekolah umum. mohon kiranya teman2 bisa membantu langkah apa yg harus saya lakukan agar anak siap untuk sekolah di sekolah umum. terima kasih.
Desember 19, 2011 at 1:17 pm
Ass Wr Wb
mama elfa..aku mama jojo…aku akan sedikit cerita ttg jojo sekarang jojo sklah di SD umum dan sudah mulai lancar bicaranya tp jg ada kendala di sklahnya mengenai pengertian ttg pelajarannya khususnya pelajaran PKN,IPS,BHS Indonesia boleh dikatakan kesulitan menangkap makna dari pelajaran tsb,adakah tips2 utk jojo agar bisa menangkap makna pelajaran yang dimaksud diatas
November 27, 2011 at 9:45 pm
Anak saya fakhri skr 5,5th, mengalami gangguan pendengaran sejak lahir, dgn hasil tes berra kiri 60db dan kanan 90db, pd awalnya kami hanya bisa membelikan abd utk telinga kiri dan mengikuti terapi AVT di daerah Cikini, herannya saat terapi anakku sprt tdk respon dgn terapisnya tapi malah sibuk dgn mainan yg digunakan sbg alat peraga saat terapis, krn penasaran sy coba dirumah melakukan hal yg sama yg dilakukan oleh terapist saat terapi, ternyata anak saya lgs respon, seperti saat saya bilang ba ba ba, anak saya mengikuti apa yg saya ucapkan, lalu saya coba ucapkan suara yg lain lagi , dia juga menirukan apa yg sy ucapkan. Skr anak sy sdh memakai alat bantu kiri-kanan, harapan sy semoga anak sy bs berkembang lbh baik lg dr sblmnya, yg ingin sy tanyakan bagaimana caranya agar sy bs melakukan terapi mendengar dan terapi bicara utk anak saya, adakah referensi buku yg bs saya baca dan saya pelajari. Terima kasih sblmnya
November 28, 2011 at 6:19 pm
salam kenal smuanya…anak saya mau 3th blm bs mndengar n bebicara
saya bngung hrs gmn,konsultasi dokter sudah..
mau beli alat bantu saya jg tidak tahu sperti apa?
mohon dibantu yah
Desember 6, 2011 at 9:02 pm
Salam kenal utk Bp Razif.
Bapak harus segera action…..bertindak.
1. Coba bapak datang ke Tempat penjualan Alat Bantu Dengar….disana bapak dapat informasi dan konsultasi dengan mereka, (datang kesana kan bukan berarti harus langsung beli), Bapak bisa pilih yang berkenan dng bapak….bisa ABDI, Kasoem, Optik Melawai dll.
2. Bapak bisa dpt informasi banyak dari blog2 , mengenai bagaimana menangani anak dengan kebutuhan khusus.
3. Bapak mulai cari-cari sekolah SLB-B, datangi langsung…walaupun belum tahun ajaran baru….bapak bisa konsultasi kepada guru2 yg ada disana.(Misalnya : Santi Rama, Pangudi Luhur)
4. Kalau bisa cari guru privat yg bisa segera mengajar anak bapak wicara & persiapan utk masuk sekolah. (penanganannya semakin cepat semakin baik).
Selamat berjuang ……semoga Allah memberi kemudahan kepada bapak sekeluarga.
November 29, 2011 at 4:05 pm
jakarta 29-11-2011
salam kenal untuk semua
anak saya fakhri umur 4,5th Db 100 kanan kiri. sudah pakai ABD sejak umur 1th,
Respon pendengaran bagus,ABD dulunya manual,umur 3th saya belikan ABD yg
Digital( Naida 3 UP ) satu yg kanan, tp malah respon mendengar nya jelek, kl pake manual mlh bagus, bulan kemarin sudah setting ulang hasil masih kurang optimal,
Sama kl anak berkebutuhan khusus seperti Fakhri sedik aktif sama kurang konsentrasi. bagai mana solusinya biar fakhri bisa konsentrasi, TKS
Desember 6, 2011 at 8:43 pm
Salam kenal utk Bpk Sri Yanto.
Anak saya sejak usia 3th pakai ABD Phonak (manual), Nah baru 6bln ini pakai Naida (kiri-kanan) (usia 18th). Menurut anak saya, dengan memakai Naida ini , pendengaran lebih jelas, lebih enak. Waktu di setting anak saya menyampaikan ikepada consultantnya, apa yg dirasakan dng alat Naida ini (krn sudah besar, bisa diajak komunikasi)
Karena Fakhri (4.5th) belum bisa menyampaikan apa yg dirasakan (dlm hal mendengar dng ABD Naida), mungkin dlm mensetting alat tsb ada hambatan.
Dari alat manual ke alat digital (Naida) mungkin Fakhri butuh waktu utk penyesuaian, krn anak saya pun demikian.
Desember 8, 2011 at 12:00 pm
Salam kenal semuanya, anak saya no 3 umur 3 tahun, sudah hampir 1 tahun pakai ABD, kanan kiri sama di atas 100, tapi tidak ikut terapi karena keterbatasan dana sehingga hasilnya masih sedikit sekali, mohon bantuan kalau ada rekan rekan yang ada kenalan terapi yang murah yang tinggal di sekitar Tang Sel atau Bintaro, saya tinggal di Pondok Jagung Serpong, terimakasih untuk semuanya
Desember 27, 2011 at 12:05 pm
Salam buat ibu Suprati
Terimakasi untuk informainya… sekarang istri saya mengejar agar Fakhri biasa sekolah Umum, tp kadang masih bingung gmn cara nya, Fakhri sekarang sekolah di Paud Normal, tp agak kesusahan untuk mengikuti nya.. Mungkin ibu bisa memberikan saran… terimakasi,
Januari 4, 2012 at 6:24 pm
Kepada Bp. Sri Yanto.
Berdasarkan pengalaman saya, di usia anak saya 3th (1996), setelah memakai ABD saya langsung panggil guru privat ke rmh utk terapi wicara. Saat tahun ajaran baru, saya masukkan keTL SLB Santi rama (1 th), di SLB Pangudi Luhur P1, P2, P3 (3th), Bp. Sri yanto, anak kita dengan kondisinya, butuh penanganan khusus, jadi saran saya lebih baik disekolahkan di SLB B dahulu, utk mengejar ketinggalan dalam hal kemampuan bicara/komunikasi (perbendaharaan kata, sosialisasi dll).
Selama sekolah di SLB, saya berusaha membimbingnya semaksimal mungkin utk mempersiapkan agar bisa ke sekolah umum.
Selelah dr SLB Pangudi Luhur, anak saya meneruskan ke SD (umum) atas rekomendasi SLB Pangudi Luhur. Sampai sekarangpun kls 3 SMA di sekolah umum.
Cari tahu bagaimana cara membimbing anak dng kebutuhan khusus tsb (bisa tanya2 dng guru SLB, bisa baca2 dr blog2) supaya kita bisa membimbingnya dng hasil yg maksimal….. (maaf bukan menggurui, cuma berbagi pengalaman)..
Januari 11, 2012 at 5:03 pm
Assalamualaikum bu,,
Saya jg sudah mau coba Fakhri ke Santi Rama atau SLB B,, tapi istri saya yg ndak mau, dia masih bersikukuh agar Fakhri masuk ke sekolah umum. padahal saya udah bilang kl anak berkebutuhan khusus kyk fakhri perlu penanganan khusus jg.. istri kayak nya blm bisa terima kl anak nya sekolah di SLB,.. Ibu saya mau tanya kl di Pangudi luhur ( SLB B )gitu masih menggunakan bahasa isarat ndak bu. soal nya selama ini fakhri saya ajar kan untuk tidak menggunakan bahasa isarat.
terimakasih…
Wasalam
Desember 29, 2011 at 10:05 pm
assalamualaikum
salam kenal semuanya,nama saya heri,anak pertama saya umur 1,6 tahun menderita katarak kongenital,mata sebelah kanan.kata dokter sejak lahir.
pendengaran Anak saya juga kayanya terganggu.
ini saya rasakan waktu saya panggil “RASYA” nama anak saya tapi dia tidak
merspon.walaupun sudah cukup keras suara panggilan saya.
saya ingin bertanya?
Tindakan apa yang harus saya ambil terlebih dulu….
apakah anak saya harus operasi mata terlebih dahulu ataukah harus tes BERA lebih dulu?
mengingat dana yang yang saya punya hanya pas2an…..
tolong dong kasih tau saya,siapa saja yg pernah mengalami hal yang serupa denganku……..
.YA ALLAH…YA ROBBI….yang maha merencanakan dan maha tahu segalanya,kuatkanlah hati hambamu ini agar bisa menerima dengan ikhlas dan mampu melewati segala ujian yang engkau berikan……..aaaaaminn.
wassalam
Januari 10, 2012 at 3:58 pm
Assalamualaikum..
Salam kenal pak, Bapak harus kuat dan menerima apa yang di titipkan Allah kepada kita.. Dulu awalnya saya dan istri saya jg tidak bisa menerima.. tp apapun kondisi anak kita itu anugrah dr Allah, Mungkin yg utama bpk cek untuk pendengaran adik, kl operasi katarak umur masih kecil blm bisa kan pak. Bpk tes bera dl sj. kl udah dapat hasil baru menentukan tindakan selanjut nya. Tetap semangat ya pak..
Wassalam
Januari 13, 2012 at 12:49 pm
assalamualaikum,
Berdasarkan pengalaman pada putri saya,operasi katarak bisa dilakukan diatas umur satu tahun itupun atas saran dokter anak putri saya.Karena syaraf mata mulai berkembang sejak baru lahir dan maksimal perkembangan syarafnya s/d usia 5 th.Setelah operasi nanti dilakukan terapi dengan menggunakan opticlude dan kacamata khusus terapi untuk mengoptimalkan visusnya.Keadaan putri saya dulu dr lahir jg katarak dan gangguan pendengaran profound ka/ki di atas 100db.Kemudian dilakukan cek darah terutama torch (positif rubella),CT Scan kepala,bera,oae,dll lengkap.Dengan pertimbangan beberapa dokter spesialis akhirnya lebih dahulu ditangani matanya,dengan alasan sama dengan komentar saya sebelumnya…
Semoga bapak heri bersabar,karena di setiap cobaan dari Alloh pasti ada jalan keluarnya jika kita terus berikhtiar dan tawakkal.
Wassalam,
Januari 12, 2012 at 9:08 am
Waalaikum salam,
Utk bpk heri,kondisi putra bapak sama spt putri saya.Sebaiknya yg dilakukan dahulu adalah operasi mata pak,karena klo tidak segera dioperasi matanya nanti akan terjadi mikroftalmia dimana ukuran mata anak bapak akan tidak sama dengan matanya yang normal.dan syaraf2 matanya tidak akan bisa berkembang lagi.Setelah itu baru lakukan tes bera,OAE,dll untuk pendengarannya.Karena nanti klo terapi AVT maupun speech therapy dibutuhkan peran mata juga.
Januari 23, 2012 at 9:58 pm
asalamu’alaikum…..
salam kenal ibu wulan.
ibu wulan kalau boleh saya bertanya
usia berapa putri ibu waktu kataraknya dioperasi?
di rumah sakit mana putri ibu melakukan operasi?
bagaimana dengan perkembangan matanya?
mohon maaf ibu kalau memang saya banyak bertanya…..
Januari 13, 2012 at 12:25 am
asalamualaikum. bapak.. bukanlah kesulitan yg membuat kita taku,tapi ketakutan yg membuat kita sulit.. krn itu jangan perna mencoba untuk meyerah.maka jangan katakan kepada Allah aku punya masalah. tapi katakan pada masalah aku punya Allah…Rob yg maha besar,maha segalanya. semoga hari ini dan hari2 berikutnya sampai habisnya hari umur kita mati”selalu melihat masalah yang kecil dibalik Allah yang Besar,maha segalanya….kesabaran kita sedang di uji… terima atau tidak masalah itu tetap ada..sekarang kita berjuang untuk pahala, yg berlimpa. bapak harus mendidik anak ini sapai dia menjadi orang yg berguna bagi agama & bangsanya. AMIN
Januari 13, 2012 at 3:45 pm
Assalamu’alaikum…..
salam kenal, pak…..
bapak harus kuat, bahwa apa yang ditakdirkan Allah adl yang terbaik bagi umat-Nya, tinggal bagaimana kita menyikapi dan memaknainya…
saya juga mengalami tuna rungu ketika usia 11 tahun, ditambah lagio kondisi ekonomi sangat terbatas….
akan tetapi, alhamdulillah saya dapat melangkah sejauh ini, yakni menjadi mahasiswa UGM.
yakinlkah pada kuasa Allah….
sejak SD-sekarang aku tanpa alat bantu dengar karena keterbatasan ekonomi, meski harus bersaing dengan yang normal karena mengeyam pendidikan di lembaga pendidikan formal umum, yang semuanya adalah orang normal semua, aku juga satu-satunya yang tuna rungu dari 50ribuan mahasiswa UGM…
maklum, SMA dan Kuliah hanya mengandalkan beasiswa……
semua harus yakin dan optimis, saya juga optimis insya Allah bisa ke luar negeri……
Januari 23, 2012 at 9:27 pm
assalam’ualaikum
sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya untuk semua yg telah memberikan masukan kepada saya.
karna semua masukan sangat bermanfaat bagi saya.
setidak-tidaknya itu semua membuka jalan pikiranku dan saya jadi tahu tindakan apa yg harus saya lakukan terhadap anak saya.
semoga ALLAH memberikan balasan dan rahmatNYA kepada semuanya………aaamiiiinn
Desember 30, 2011 at 1:09 am
Assalamu’alaikum u/ semuanya. Nama saya Purwa Rusyana, seorang guru SMK. Istri saya juga guru (SMP). Domisili: Pelabuhanratu Kab. Sukabumi Jabar. Kami punya 2 anak: Yg ke-1 Marsa Muhammad (L/17 th); adiknya Salma Sa’adah (P/10 th). Anak yg pertama normal. Salma mengalami proudly deaf (gangguan biliteral berat) hasil tes Bera di A. Kasoem Bandung pada saat usianya mau 3 tahun. Sudah kami belikan ABD tipe pocket. Tp jarang dipakai. Sekarang dia minta dibelikan yg Behind The Ear. Oh, ya! Saat ini Salma masih sekolah di bangku SLB (B) kelas IV. Anaknya lincah. Dia sdh bisa menyebut nama IBU, BOLA, MOBIL, dll. Kata2 benda dia sudah kenal. Nama2 temannya, ayahnya, ibunya, kakaknya jg — sdh bisa dia tuliskan. Hanya sekarang dia lebih asyik di rumah: nonton TV/DVD. Jarang bergaul dengan teman sebayanya yg normal seperti dulu. Ngajinya juga sdh stop. Katanya kegedean (badannya memang tinggi kurus). Sy menginginkan Salma sekolah inklusi. Tp, mungkin masih perlu waktu. Kapan? Sy mohon responnya dari komunitas ini. Terima kasih. Salam kenal ….
Januari 16, 2012 at 11:45 pm
pak purwa rusyana:
wa’alaikum salam…
kalau ingin ke sekolah inklusi faktor utama tetap pada aspek psikologis, karena sejatinya inilah yang paling dominan, apalagi bagi ABK.
nama saya mukhanif yasin yusuf, saya mengalami tuna rungu sejak usia 11 tahun, ektu itu langsung keluar sekolah karena malu, meski sudah kelas 6 SD. tapi 2 th kemudian atas permintaan kepsek dan ortu aku kembali bersekolah dan langsung duduk di kelas 6. semua teman-temanku normal karena si SD umum. akan tetapi saya telah siap untuk menjalaninya, memang perlu perjuangan keras, harus bermental “tembok” karena saya hanyalah minoritas, satu-satunya yang tuna rungu. jadi apabila seorang ABK hendak berbaur dengan dunia ‘luar” perhatikan dulu aspek psikologis.
saya sejak SD-sekarang (kuliah) juga menjadi satu-satunya yang tuna rungu. akan tetapi alhamdulillah saya cukub bisa bersaing dengan mereka…
saya juga sama sekali tak berpikiran, bahkan ketika masih normal, untuk kuliah di UGM. akan tetapi alhamdulillah, apalagi dibebaskan biaya..
kini saya mahasiswa semester pertama Sastra Indonesia. bapak/ibu yang memiliki anak deaf harus yakin terhadap masa depan mereka. perlu diingat, ortu sangat berpengaruh terhadap masa depan mereka, tentu saja mereka sendiri-lah yang tentunya turut menentukan masa depannya sendiri..
bapak/ibu bisa menghubungi saya di mukhanif.yasin.y [a] mail.ugm.ac.id, atau lebih mudah via FB: Mukhanif Yasin Yusuf.
terima kasih
Januari 6, 2012 at 5:47 pm
Assalamualaikum..
Saya masih bingung… Fakhri anak saya kl di ajak komunikasi 2 arah gitu belum begitu bisa, padahal untuk bicara dia sudah lumayan banyak.. kl di tanya gitu dia selalu mengulang apa yg saya tanyakan, kayak kebiasaan mengulang-ngulang kata gitu, apa yang harus saya lakukan, sekarang fakhri berhenti terapi wicara krn ikut keluar kota,saya ditugas kan luar kota,Saya kepingin fakhri bisa di ajak interaksi normal walaupun dia mempunyai kekurangan. mohon saran dr bapak/ibu…..
Terimakasih
Wasalamualaikum..
Januari 24, 2012 at 8:35 am
Ass, Wr, Wb, Bp. Sri Yanto.
Mohon maaf, saya baru baca tulisan bp. yg tgl 11.01.2012.
Kalau di Pangudi Luhur memang mereka (murid dan guru) dlm berkomunikasi kadang dibantu dng bhs isyarat. Tapi pengalaman saya, saya mendisiplinkan kpd anak saya utk tdk menggunakan bhs isyarat. Yah namanya anak2 kadang terbawa juga sih kebiasaan berkomunikasi dng teman yg menggunakan bhs isyarat. Tapi kalau di rumah,….bahasa isyarat…NO….., kalau anak saya tangannya mulai ikut bergerak2 saat bicara…., kedua tangannya saya pegang, dan saya minta untuk mengulang perkataannya sebanyak 5 – 10 kali (sadis kali ya….tapi dng begitu anak jadi mengerti bhw tdk boleh pakai tangan (isyarat), dan itu harus dilakukan terus menerus sampai dia sadar. Alhamdulillah cara itu berhasil utk anak saya.
Oh ya, Fakhri suka mengulang pertanyaan bpk ya, bukan menjawab…..he he …..coba deh ingat2 / perhatikan anak2 lain (yg normal) yg baru bisa bicara, ada kok yang seperti itu, kalau ditanya , eh malah mengulang pertanyaan kita……sabar …….butuh proses dan waktu kali ….pak.
Januari 8, 2012 at 8:22 pm
selamat malam. untuk semua teman teman tolong bagi pengalaman nya. karna saya memiliki anak yang mengalami ganguan pendegaran. anak saya telah terdekteksi tidak bisa mendengar sampai100dsb. sekarang anak saya berumur 19bulan. dokter tempat saya, meyarankan untuk pakai alat bantu dengar. tapi saya masik ingin jalan lain, misalnya alternatif. bagi siapa saja untuk bisa bagi info kepada kami.. di forum ini. semoga tuhan membalas kebaikan anda semua…
Januari 13, 2012 at 11:30 am
Pak Hadi sekarang tinggal dimana, putri kami juga mempunyai permasalahan yang sama dan telah melakukan alternatif sejak umur 1 bln, bisa share alamat email bapak ke saya di setyaamin (a) gmail .com. terima kasih
Januari 14, 2012 at 2:51 pm
yth pak Setya Amin,
Nama sy Budi Nigina salam kenal,sy juga mempunyai ank yg tunarungu ka/ki 100db, usia 2thn , sudilah kiranya memberitaukan pengalaman bpk mengenai terapi alternatif.yg sy ingin tahu dimana bpk telah menjalani terapi alternatif tsb,apa namanya dan menurut pak Setya sejauh ini apakah sudah ada kemajuan?.mohon bpk balas ke email sy: budi_gilang [a] yahoo .com .
Terima kasih.
Januari 14, 2012 at 9:01 pm
Selamat malam pak hadi, saya jg memiliki anak dgn gangguan pendengaran ki/ka 60db/90db dan sdh 2 tahun ini menggunakan abd dan sempat 6 bulan mengikuti terapi Avt di daerah cikini. Sblmnya saya jg ingin mencoba pengobatan alternatif, tp gak tau hrs kemana, jika berkenan bisa kah saya meminta info lebih lanjut ttg tempat terapi alternatif anak bapak. Terima kasih sebelumnya
Januari 18, 2012 at 12:34 am
saya tinggal di pasuruan. azaa808 [a] gmail .com. mulai kapan pak amin tau kalau anak pak amin tidak bisa mendenggar…..? trm kasih
Januari 14, 2012 at 10:47 am
Anak saya berusia 3 tahun perempuan. Saat ini di dideteksi kurang mendengar dengan tingkatan sedang dan sudah memakai ABD. Tiga bulan pertama dia mau memakai ABD . Namun sudah 1 bulan ini tidak mau memakainya kecuali bila akan terapi wicara. Berbagai cara dan pendekatan sudah kami lakukan, dari merayu, jalan2, memberikan reward dan sedikit paksaan. Pernah ABD tersebut dibanting karena kami agak sedikit memaksa dia untuk memakainya. Memang butuh kesabaran yang lebih untuk memakaikan ABDnya. Meski Dia tidak mau memakai ABD namun saya tetap menjalankan terapi wicara dan terapi mendengar di rumah. Berbagai teknik dan media kami gunakan agar dia mau mendengar dan berbicara. memang sebagai orangtua harus rajin melatih dan memvariasikan teknik terapi di rumah. setiap kesempatan bersamanya, selalu kami gunakan dengan terapi-terapi terebut. Apalagi kalau di rumah dia tidak bisa belajar seperti saat belajar dengan terapistnya. Apapun dia lihat, dengar, dan raba selalu kami ajarkan artikulasi dan pengucapannya meskipun kadang2 dia tidak mau mengikutinya. Alhamdulillah meski jarang memakai ABD kosakatanya semakin bertambah meski ada beberapa kata ada yang masih salah artikulasinya. Jangan menyerah dan kerjasama seluruh anggota keluarga itu kunci kami mengajarkan berbagai hal padanya.
Januari 18, 2012 at 12:42 am
salam kenal ibu nina.hehehe.. yang nama nya anak memang susah untuk di mengerti. tapi ada baik nya ibu periksa kan alat dengar itu. mungkin kurang pas untuk anak ibu.atau butuh di servis. kalau boleh tau anak ibu memakai alat bantu denggar merek apa & tipe apa…….? salam
\
Januari 18, 2012 at 1:17 am
salam kenal ibu Rohayati. untuk alamat trapi suda banyak saya kunjungi, tapi hasil nya oooo. ibu sabar ya. kalau boleh saya minta alamat email ibu biar kita bisa tukar pikiran untuk anak kita..atau kirim alamat nya langsung ke azaanswailim [a] yahoo .com
Januari 21, 2012 at 9:50 am
sekedar sharing informasi saja:
untuk pemeriksaan pendengaran pada anak bisa dilakukan dalam beberapa tahapan,dimulai dari OAE,BERA/ASSR. dari pemeriksaan OAE akan dihasilkan diagnosa apakah si anak mengalami atau tidak dalam masalah pendengaran (referr or pass),jika hasil OAE reffer, bisa dianjurkan untuk pemeriksaan BERA/ASSR, baru bisa dipastikan seberapa besar penurunan pendengarannya.
Januari 21, 2012 at 6:30 pm
semlikum ortu ellen!! lama saya ingin kenalan dengan sesama tunarungu!!
nma sya aji sumiardi! saya tinggal di nusa tenggara barat! umur saya sekarang 13 tahun dan sudah smp!! saya juga pake alat bantu dengar sejak kelas 5 sd!! jd salam kenal ya,,,:”)