Keywords: terapi mendengar / terapi dengar, auditory verbal therapy / terapi auditori verbal, auditory oral therapy, AVT / TAV, terapi wicara, implan koklea / cochlea implant, alat bantu dengar / ABD, komunikasi, tunarungu
Banyak yang mau ditulis, tapi masih repot sama si baby. Tapi kemarin harus nulis buat pihak sekolah si kakak, jelasin beberapa hal. Ini menyangkut komunikasi si kakak, Ellen (6 tahun), yang tuna rungu tapi kami masukkan sekolah umum. Sekaligus berbagi informasi di sini, kalau-kalau berguna. Tulisan terkait akan menyusul (silakan lihat di Recent Posts).
Prinsip Dasar Terapi Ellen
(Terapi terpadu = terapi mendengar + terapi wicara)
1. Mendengar melalui telinga yang dibantu ABD, bukan karena melihat gerakan tangan atau gerakan mulut.
2. Keterbatasan si anak dalam merespon pembicaraan kita adalah karena belum mengerti kata/kalimat yang didengar (keterbatasan kosa kata, karena baru mulai mendengar selama 2 tahun), sehingga perlu dibantu dengan gambar/gerakan tangan. Tetapi bantuan inipun sifatnya hanya sesaat dalam rangka memasok kata baru, setelah kata tersebut dimengerti, bantuan visual dihilangkan.
3. Karena itu yang penting adalah memasok kosa kata ke telinga Ellen, tanpa menuntut dia segera/langsung dapat mengerti apalagi mengucapkan. John Tracy Clinic menuliskan: untuk dapat mengerti suatu kata si anak harus mendengar 100 kali, untuk dapat mengucapkan ia harus mendengar 1000 kali. Jadi sejak Ellen memakai ABD kami konsentrasi memasok dan memasok kata ke telinganya (saat bercakap-cakap normal, maupun saat spesifik mengajarkan kata-kata baru).
4. Teknik berbicara adalah dengan volume suara normal di dekat telinganya. Hal ini bertujuan agar suluruh konsonan dapat ditangkap. Bicara pada jarak yang lebih jauh dengan suara keras (berteriak) menyebabkan yang ditangkap hanya vokal saja.
5. Kami telah menerapkan point 1-4 selama 1 tahun dan telah terbukti menunjukkan hasil yang baik. Pada akhir tahun pertama, dia baru memiliki bahasa reseptif (paham beberapa kata yang kami ucapkan tanpa dia melihat gerak bibir, tapi dia belum bisa mengucapkannya), lalu setelah itu mulai muncul kata-kata pertamanya (walau pengucapan tidak sempurna, tetapi konsisten), dan langsung disusul dengan kata-kata berikutnya. Metode ini biasa disebut teknik auditory verbal. Ini yang kami terapkan…
6. Kendala yang muncul adalah pengucapan yang masih sangat lemah, karena itulah atas saran John Tracy Clinic kemudian Ellen dibantu terapi wicara (di suatu RS). Terapis wicara membantu membentuk pengucapan Ellen dengan teknik terapi wicara terhadap kata-kata yang sudah dimengerti Ellen tetapi belum bagus pengucapannya. Walaupun hanya 4 bulan (terpaksa quit karena tidak tertampung jadwal baru mereka yang hanya pagi–siang), pola ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Metode auditory verbal + terapi wicara ini biasa disebut auditory oral. Ini yang kami lanjut-terapkan saat ini (dengan bantuan terapis wicara di sekolah).
Catatan:
- Penelitian modern menyatakan hampir semua anak tuna rungu masih punya sisa pendengaran (tidak 100% tuli). Sisa pendengaran ini dapat dioptimalkan dengan bantuan alat bantu dengar (ABD, walaupun tidak secanggih implan koklea).
- Tetapi memakai ABD tidak sama dengan orang memakai kaca mata, yang langsung bisa melihat dengan lebih jelas. Karena respon atas stimuli visual adalah langsung, sedangkan respon atas stimuli auditori adalah melalui tahap pemahaman/interpretasi dulu. Untuk mencapai tahap pemahaman yang penting adalah harus sering mendengar dan mendengar, dengan pengucapan yang jelas, kalimat pendek, dan jika perlu disertai bantuan visual: gambar & gerakan tangan (kadang tanpa bantuan akan sulit anak memahami kata-kata baru, mirip kita nonton film berbahasa asing dimana kita mendengar pemain berbicara cas-cis-cus tanpa kita menangkap artinya). Tetapi bantuan itu perlahan dihilangkan, sehingga nantinya hanya akan berkomunikasi secara verbal. (by: mama Ellen, edited by papa Ellen)
Januari 14, 2008 at 7:27 am
Kalau boleh saya tahu berapa gangguan yang diderita ellen. bagaimana perkembangannya di sekolah umum dalam hal pelajaran dan interaksi dengan teman-temannya. kami tunggu cerita tentang ellen selanjutnya.
Januari 14, 2008 at 9:12 am
Ellen termasuk profound: kanan 90dB kiri 120dB. Kami sudah melalui perjalanan yg sangat panjang (mentok sana mentok sini) utk bisa saat ini sampai di (yg kami yakini sbg) “jalur yg benar”. Saya rencana akan tuliskan juga pengalaman tsb biar para orang tua yg lain kalau bisa tidak usah mentok sana sini dulu utk bisa menemukan jalur penanganan yg sesuai utk anaknya masing2. Mudah2an ada waktu longgar…
Juga sekalian menuliskan perkembangan ellen selanjutnya, termasuk di sekolah. Silakan anda juga berbagi tips penanganan dan perkembangan anak anda, mudah2an bermanfaat bagi kita semua…
Maret 9, 2008 at 2:01 pm
hallo, semua tulisan ibu & bapak saya sudah baca dan banyak membuat pencerahan didalam mendidik anak dgn kekurangan pendengaran. kami mempunyai komunitas tuna rungu tidak resmi di multiply.com yang saling bebagi pengalaman, ide, informasi mengenai tuna rungu. Alangkah indahnya apabila Bapak & Ibu juga mempunyai blog di Multiply serta berbagi dengan kami demi kemajuan anak tuna rungu. salah satu impian saya adalah kita mempunyai komunitas yang solid bagi perkembangan anak tuna rungu agar anak tuna rungu dapat maju berkembang dengan baik, terima kasih
Maret 11, 2008 at 5:20 pm
Terima kasih ibu utk ajakannya, nanti kalau sdh cukup sering online bisa bergabung. Membernya sdh brp? Saya sdh intip blog anda dan juga mendpt info/link berharga soal adanya komnas PGPKT (mudah2an bs berperan nyata).
Di blog ini tadinya kami ingin tuliskan tiap perkembangan Ellen (semacam blog beneran) tapi ternyata cukup repot, jd sementara ini tulisan lbh ke hal2 yg umum.
April 8, 2008 at 4:28 pm
Salam kenal,
saya pun sedang menerapkan hal yang sama dengan anak saya an hasilnya cukup memuaskan. mari berbagi tips dan tricks supaya bisa memberikan stimulasi terbaik buat anak – anak kita.
-audiyanti ibunya falisha-
April 11, 2008 at 2:40 pm
salam kenal bu, silakan anda juga berbagi metode yang anda pakai, mudah2an bermanfaat bagi orang tua lain yang juga sedang mengusahakan yg terbaik buat anaknya…
Mei 7, 2008 at 3:40 pm
Selamat siang,
Salam kenal, anak saya yang pertama (8 tahun) juga mengalami gangguan pendengaran (tuli). Saat ini dia sekolah di Dena Upakara (www.denaupakara.org
PAda awalnya kami melakukan AVT di Surabaya. Perkembangannya cukup bagus dan anak kmai bisa mengucapkan kata dengah cukup jelas,. Tetapi dengan berbgai macam pertimbangan anak kami seklah di Dena Upakara. Terima kasih mau berbagi
Mei 8, 2008 at 5:34 pm
Salam kenal juga pak, mudah2an anak anda terus berkembang. Silakan anda juga berbagi kalau2 bisa bermanfaat bagi yang lain.
Mei 8, 2008 at 5:56 pm
Saya sangat hormat dan terima kasih kepada ibu Yefvie dengan penuturan pengalaman mendampingi Ellen. Hanya saya juga ingin tahu, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang terapis wicara ? Kebetulan saya seorang guru di SLB B Karnnamanohara, yogyakarta ingin sekali membekali anak-anak seperti llen tapi tak kuat dengan biaya program ATV dan auditory verbalnya.
Terima kasih.
Mei 8, 2008 at 5:58 pm
Beaya sepertinya bervariasi pak. Kalau di sekitar jakarta, terapi wicara 1 jam sekitar 100ribu, biasanya seminggu 2 kali (tapi anak saya terapi wicara gratis di sekolah). Terapi mendengar sekitar 300ribu, seminggu sekali, melibatkan orang tua & anak (prinsipnya, terapis mengajari orang tua agar bisa bertindak sebagai terapis di rumah –karena terapi mendengar pada dasarnya adalah terapi sepanjang hari). Di surabaya sepertinya ada yang jauh lebih murah sekitar 100ribu.
Bapak bisa search di internet utk contoh2 terapi AVT. Saya & papanya Ellen sebenarnya berencana berbagi di sini tapi belum kesampaian nulis, mudah2an sedikit demi sedikit bisa nulis.
Mei 26, 2008 at 7:35 pm
saya ikutan sharing ya….anak saya Didan sekarang umurnya 3,5 th dan sudah pakai alat bantu dengar yang analog sejak usianya 1 tahun 7 bulan..terlambat ya? dan udah sekolah di SLB B setahun ini untuk playgroupnya, tapi kosa katanya kok masih minim sekali ya, tapi Didan sering kali saat berkomunikasi dengan kita dia ciptakan bahasa2 isyaratnya sendiri (ciptaan dia sendiri) sehingga dia merasa nyaman saat harus bermain dengan teman2nya yang normal karena dia merasa temanya mengerti. dan Didan sangat canggih banget main komputernya sampai pada tahap program2 bukan game lagi yang dia mainkan. Sebenernya saya juga bingung untuk memilih tempat terapi bicara di surabaya. dan bisa ikutan dong..ato dapetin informasi lebih lanjut tentang terapi terpadu ini, karena saya tertarik sekali……Terima kasih
Mei 27, 2008 at 1:13 pm
Salam kenal,
Saya mau bertanya
1. Berapa harga ABD, dan belinya dimana?
2. Apakah ada efek samping dari pemakaian ABD terhadap si pemakai?
3. Terapi apa saja yang baik untuk anak tuna rungu?
4. Apakah ada Sekolah, Yayasan, Organisasi atau LSM yang membantu anak tuna rungu yang tidak mampu?
Maaf kalau banyak bertanya, karena saya buta dalam hal begini.
Terima kasih.
Juni 11, 2008 at 3:09 pm
Utk ibu Nani, trimakasih sharingnya. Di Surabaya ada terapi mendengar, relatif murah, nanti kalau sudah ketemu alamat/telp saya email ke anda.
Utk cyberkatrox,
ABD bisa dibeli di hearing aid center, biasanya buka cabang di rumah sakit yang menangani gangguan pendengaran, atau perluasan optik (kasoem, melawai dsb) juga ada yang khusus menangani ABD (ABDI dsb) yang kadang tempatnya nebeng di apotik. Harga bervariasi, bisa anda tanyakan di situ.
Terapi ada terapi wicara, terapi mendengar (kedua terapi sialkan baca artikel2 di blog ini), juga ada bahasa isyarat.
Hal-hal lain (efek samping, yayasan/dana) kamim kurang tahu. Mungkin ada netter lain yang berbagi info…
Juga ada artikel utk referensi di http://www.ketulian.com/v1/web/index.php?to=article&id=7
Juni 22, 2008 at 11:29 am
terima kasih atas jawabannya, yang saya tau disurabaya untuk terapi mendengar ada 2 tempat yaitu Aurica dan Jala Puspa biaya terapi per jamnya : Rp. 125.000 untuk Aurica.saya tunggu bila ada informasi lebih lanjut yang bukan 2 tempat itu dengan biaya lebih murah. bulan September depan mungkin saya akan ke Jakarta untuk terapi lilin di Ibu Susana di Tubagus Angke Jakarta Barat , apakah ibu pernah dengar atau mungkin pernah kesana? kalau ya terapi tersebut efektif tidak, saya mohon informasinya untuk terapi tersebut karena biayanya juga tidak murah sekali terapi bisa Rp. 800.000 sdh lkp dengan obat2an dan lilinnya. Terima kasih
Juni 22, 2008 at 11:49 am
Betul yay Aurica, kami pernah ikut seminarnya di Jkt, tahun lalu masih Rp 75.000
selain itu kami tidak tahu.
Ttg terapi lilin pernah dengar sekilas, tapi tidak tahu detilnya. Biasanya kalau kami diberitahu teman atau kenalan mengenai sesuatu terapi (akupuntur, renang dll), yang pertama kami tanyakan adalah apakah pernah berhasil menangani anak dengan kasus yang sama persis dgn anak kami (tunarungu sejak lahir), daripada buat coba2… tapi mgkn juga ada baiknya dicoba daripada tidak sama sekali? kembali ke kemantapan hati masing2.
Juni 22, 2008 at 12:14 pm
Anak saya 2 th 10 bln dengan gangguan pendengaran 90 db, dan baru memakai ABD, saya sedang mencari informasi mengenai terapi audio verbal (AVT) dan terapi wicara, saya juga sedang mencari tau mana yang lebih baik dilakukan, AVT atau terapi wicara, kalau dilakukan dua-duanya apa anak tidak bingung? please infonya….send to; effa.sopandi@gmail.com
Juni 22, 2008 at 12:32 pm
Dulu sehabis periksa dokter menyarankan Ellen pakai ABD dan terapi wicara. Kami jalankan, dengan hasil minimal (juga ada faktor ketidakakuratan hasil periksa sehingga ABD kurang powernya).
Kemudian kami mengenal terapi mendengar (AVT), dan hasil periksa yang baru sekaligus ABD baru. Kombinasi ABD yang sesuai + terapi mendengar kira2 1 tahun memberi hasil yang bagus (reseptif: si anak mulai mengerti apa yang kami ucapkan).
Tapi kemudian ada kendala pengucapannya kurang bagus (ekspresif), maka disarankan terapi wicara. Dan ternyata membantu.
Jadi… jika dari awal anda mengenal terapi mendengar dan menyediakan ABD yang bagus (jangan sayang agak mahal, anggaplah investasi tak ternilai buat anak), coba tekuni barang 1 tahun dan lihat hasilnya. Jika ada perkembangan bagus (reseptif mulai mengerti yang didengar, dan mulai mengoceh), bisa dilanjutkan terapi mendengar.
Jika bagus di reseptif tapi kurang bagus di ekspresif (pengucapan tidak jelas) bisa dibantu terapi wicara.
Jika selama 6-12 bulan pertama perkembangannya kurang bagus (reseptif) mungkin ABDnya kurang sesuai (mungkin juga hasil test yang kurang tepat -> perlu test ulang, jika perlu di singapura).
Yang penting jalur mana yang kita pilih, jalani dulu secara all-out; setelah sekian waktu pantau hasilnya, dan terbuka terhadap jalur lain yang mungkin ternyata lebih sesuai.
Juni 25, 2008 at 1:01 pm
Sy pengen sharing, krn anak sy jelang 4 thn, tahuan gagal dengar,hsl di cipto hrs pakai ABD, sy pengen tau ttg cara penanganan krn kami berdua kerja pagi pulang malam sbg pekerja tp bukan penghasilan baik, apa saja dampak dari penggunaan alat tsb, msh bingung & blum brani putuskan pakai ABD…sy dpt komunikasi selain email juga Hp : 08128176234 trims atas perkenaannya…Sukses !
Juni 27, 2008 at 3:01 pm
Sebaiknya ibu segera carikan ABD yang memadai sesuai hasil periksa di cipto (jika perlu bisa coba test di tempat lain utk meyakinkan hasilnya tepat), agar si anak mulai bisa mendengar.
Pada dasarnya ABD perlu diset sesuai level sisa pendengaran si anak (kalau powernya kurang si anak tetap tidak bisa mendengar, kalau powernya berlebih, si anak bisa sakit telinga karena suara yang masuk terlalu keras). Biasanya di tempat beli ABD dilakukan penyesuaian bertahap, mulai yang lemah dulu, supaya si anak mulai terbiasa mendegar, baru nantinya powernya dibesarkan.
Efek samping lainnya sepertinya tidak ada yang perlu dikuatirkan.
Setelah pakai ABD si anak perlu dibiasakan mendengar dan mendengar (tidak perlu harus langsung bicara). Kalau seharian ia bersama pengasuh atau neneknya, maka mereka perlu dikasih tahu agar mulai membiasakan berkomunikasi secara verbal dengan si anak (sebagaimana kita berbicara kepada bayi kecil, dia belum bisa bicara tapi terus mendengar; suatu saat ia akan bicara)…
Juli 21, 2008 at 12:06 pm
Anak sy skr sdh sklh d santirama, dan menjalani terapi wicara,umurnya 3 th.Ada keinginan pd diri sy suatu saat anak saya bisa masuk sklh umum. Kemampuan memaksimalkan sisa pendengarannya alhamdulillah sdh ckp baik. Sy berpendapat demikian karena kami sdh dpt berkomunikasi untuk topik2 dan kosakata yg dia pahami tanpa harus melihat bibir(pastinya dengan pelafalan dan volume yg tepat). Tapi masih ada keraguan pada diri saya karena sampai saat ini anak sy jika sdg bermain dgn temannya yg bisa mendengar normal,masih sering ga nyambung kalo diajak komunikasi. Mohon masukannya agar sy bisa memberikan yg terbaik u/ anak sy. Trm kasih
Juli 21, 2008 at 12:07 pm
Putra kami tunarungu sekarang umurnya 23 tahun , sedang kuliah disalah satu perguruan tinggi semester 5 . kepada bapak / ibu yang punya putra / putri tunarunggu jangan menyerah ,anak2 tunarunggu tidak kalah dengan anak normal lainnya , cuma beda harus butuh kesabaran untuk mendidiknya karena keterbatasan komunikasi, bahkan banyak anak2 tunarungu yg sudah menyelesaikan kuliahnya ( s1 ).
SD & SMP sekolah khusus Tunarungu , SMA sekolah umum s/d sekarang kuliah, dan sekarang sudah banyak sekolah umum yang menampung anak2 tuna runggu.
Juli 21, 2008 at 12:09 pm
Bu Ranurti , bagi penderita tuna runggu problemnya pasti masalah pendengaran , apalagi anak ibu umurnya baru 3 tahun ( tahap belajar bicara dan kata2 nya terbatas )
Mungkin saja bahasa dan kecepatan bicara teman bermain anak ibu cepat , bisa saja dia lagi konsent dengan mainannya yg lain.
Anak normal seumur anak ibu juga kan begitu bu , bicaranya juga lambat sampai si anak siap berkomunikasi biasanya umur 4 tahun , anak2 tunarungu biasanya butuh waktu lebih panjang.
Jadi sabar dan yakin bu kalau membaca cerita ibu , anak ibu masih ada sisa pendengaran. Rajin diajak bicara saja bu , pasti berhasil tks
Juli 21, 2008 at 12:29 pm
Trimakasih utk sharing ibu & bpk.
Biasanya anak tuna rungu memang tidak segera bisa berkomunikasi dgn teman2nya. Ellen juga suka bergaul, dgn komunikasi yg masih terbatas. Beda dgn di rumah yang sudah lumayan, karena orang rumah ngerti apa yang dia katakan walaupun banyak kata2 yang belum jelas (tapi konsisten). Orang rumah juga kalau berbicara kpd ellen menggunakan kosa kata yang dia sudah tahu. Sedangkan di luar, teman2nya atau orang lain bicara secara biasa (dgn kosa kata yg banyak) yang belum dimengerti ellen.
Kuncinya di kosa kata (yang si anak ngerti, baik ketika dengar ataupun ketika ngomong) dan kejelasan pengucapan si anak, serta kejelasan pengucapan orang yang didengar si anak (keterbatasan ABD).
Yang penting keuletan kita, perlahan tapi pasti…
Juli 23, 2008 at 10:22 am
Bapak Ibu Mohon informasi, anak sya usia 1,5 th ganguan pendengaran 100 DB kiri kanan, anak sy sudah mengguankan ABD 6 bulan tapi blm ada respon mendengar, dari pengalam bapak/ibu berapa lamakah si anak setelah mengguankan ABD baru ada respon mendengar dan kami mohon informasi tempat untuk terapi mendengan, atau adakah cara2 ( Tips N Trik ) terapi mendengar yang dapat dilkukan dirumah. mohon sharing dari bapak & ibu, terima kasih
>>> silakan lihat reply di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-99
Juli 24, 2008 at 3:06 pm
Anak saya umur 13 tahun penderita tuna rungu sejak lahir, saat ini masih sekolah khusus Tuna rungu kelas 6. Untuk Pak Azmar Azis, mohon sharing pengalaman bagaimana cara belajar anak tuna rungu di sekolah umum,dan apakah ada dampak psikologisnya bagi si anak bila di sekolah umum, seperti misalnya diejek atau dikucilkan dari pergaulan rekan-rekannya. Kemudian bagaimana cara belajarnya apakah si anak dapat mengikutinya. Mohon dijelaskan, pak terimakasih.
Agustus 4, 2008 at 11:06 am
Bu Dera , masalah berapa lama respon sianak jika menggunakan ABD ( anak ibu sdh 6 bulan tapi blm ada respon mendengar), mungkin ibu bisa konsultasi lagi ke dokter . Anak ibu baru I.5 th mungkin saja butuh waktu ( kalau kita bandingkan dengan anak normal umur 1,5 thn kan masih terbats juga komunikasinya bu ). sabar & usaha bu mudah 2an cepat berhasil. Mohon maaf tks
Agustus 4, 2008 at 11:11 am
Anak saya diketahui menderita gangguan pendengarn ketika usia 3 tahun 4 bulan. Saat itu saya langsung memakaikan alat bantu dengar dan melatahnya untuk mendengar selama kurang lebih satu tahun. Alhamdullikah anak cepat merespon suara jika ia dipakaikan alat bantu dengar, bahkan dia bisa membedakan suara pesawat dan azan. Namun ketika alat bantu anak saya rusak pada saat ia berusia 5 tahun dan harus diganti dengan yang baru, sementara harga alat bantu saat ini cukup mahal akhirnya anak saya tidak lagi saya pakaikan alat bantu. Yang ingin saya tanyakan, apakah jika anak saya saya pakaikan alat bantu dengar dan melatih pendengarnya masih memungkinkan mengingat sekarang ia sudah berusia 7 tahun? kedua adakah informasi dari rekan-rekan sekalian tentang harga alat bantu yang bisa dicicil atau yang murah, atau barangkali ada lembaga atau yayasan yang memberikan sumbangan alat bantu dengar. Terima kasih
Agustus 4, 2008 at 11:12 am
Bu Rifah Zainani , kalau membaca tulisan ibu , sisa pendengaran anak ibu masih ada tetapi berapa % ( mungkin bisa di cek pada dr THT / rumah sakit ) , dahulu anak ibu bisa memebedakan suara Azan dengan Pesawat berarti pendengarannya ada respon. Pertanyaan ibu , apakah jika anak saya pakaikan alat bantu dengar dan melatih pendengarnya masih memungkinkan mengingat sekarang ia sudah berusia 7 tahun?, tidak ada yang tidak mungkin bu semua pasti bisa cuma kita butuh upaya lebih dan kesabaran , Mungkin ibu bisa latih banyak dengan bahasa gerak bibir ( sesuai saran bpk/ibu yg lain ) , itu akan lebih membantu disamping alat bantu dengar ( jk sdh ada) . Anak tunarungu harus sering diajak bicara /berkomunikasi , dan kita harus siap banyak mendengarkan kalau dia berbicara & sebagai orang tua sebaiknya juga harus banyak belajar bahasa nya sianak, sehingga dia tidak minder nantinya. Demikian bu terima kasih moga bermanfaat mohon maaf jika salah & dan menggurui.
Agustus 4, 2008 at 11:14 am
tolong minta alamat lengkap sekolah terapi wicara terpadu untuk anak tunarungu lokasi di jakarta
Agustus 4, 2008 at 11:14 am
tolong minta alamat lengkap sekolah terapi wicara terpadu (avt) untuk anak tunarungu lokasi di jakarta, SELAIN DI RSCM
replay please
Agustus 4, 2008 at 2:02 pm
Buat pak /ibu Ade Prasadi , pengalaman anak kami sekolah umum ( SLA ), insyaallah tidak ada hambatan yang berarti hanya pelajaran bahasa ingris dia agak sulit mengikuti, mengenai lingkungan sekolah dan tempat kost ( kebetulan pada waktu itu kami tinggal di Denpasar sedangkan anak kami sekolahnya di Jokyakarta ( kost ), selama 3 tahun sekolah malahan banyak teman2 nya yang bantu , apalagi guru2nya kebetulan sangat mendukung , dari 40 orang murid 1 klasnya ranking ratanya urutan 10 s/d 16. Yang penting keluarga jgn bosan2 memberikan dukungan sehingga si anak percaya dirinya menjadi tinggi , sehingga dia kelak bisa mandiri.
Ada satu hal pengalaman kami, anak kami lebih suka melihat TV dan menggambar dan matematik / berhitung , pada umur 8 tahun kami sudah mengenalkan ke dia komputer sehingga pada waktu masuk SLA dia sudah agak mahir menggunakan komputer dan sangat membantu sekali pd saat kuliah sekarang.
Demikian mohon maaf terima ksih
November 1, 2009 at 9:02 pm
Pak Azmar..tolong nama dan alamat SMA anak bapak..saya berencana memasukan anak saya yg tuna rungu ke sekolah umum..terima kasih banyak..
Agustus 7, 2008 at 10:57 am
Bp Tahar / ib Irma, pada dasarnya belum ada terapi terpadu (ala artikel kami), yang ada terapi mendengar (TAV) dan terapi wicara terpisah. Kami sendiri memadukan keduanya berdasarkan kebutuhan anak kami.
Ada yang cukup menjalani terapi mendengar saja (pengucapannya bagus tidak perlu dibantu terapi wicara) — silakan baca Reply kami sebelum2nya.
Lihat Daftar terapi mendengar (tav) dan terapi wicara.
Agustus 11, 2008 at 10:11 pm
Kini telah tersedia baterai ABD da Cochlear Implant berbagai brand kelas dunia dengan harga yang sangat ekonomis berkisar antara 20 – 30 ribu rupiah.
Semoga informasi bermanfaat bagi mereka pemakai Alat Bantu Dengar (ABD) dan Cochlear Implant.
[...]
Best Regards
Andy Suseno
[...]
Blog : http://kotabatere.wordpress.com
Agustus 25, 2008 at 11:53 am
Kali kedua saya berkirim kabar, semoga putri ibu dan bapak semakin baik perkembangannya.
Bu, sekarang (baru 3 minggu) saya dimintai tolong oleh salah seorang orang tua yang anaknya berumur 3 tahun selesai operasi kohlea. Anak ini dulu murid saya ketika usia 2 tahun.
Saya sangat takjub dengan perkembangan bahasanya, karena teman-temannya yang senasib dan masih bersekolah di SLB tempat saya bekerja tidak secepat itu perkembangannya. Yang ingin saya tanyakan, apakah putri ibu dalam perkembangan artikulasinya mengalami pengucapan yang kurang jelas seperti cilat/ cadel ?
Kemudian struktur kalimat mana yang cepat dikuasai anak.
Terima kasih, kami sagat menunggu. Salam dari Yogya.
Oktober 16, 2008 at 3:17 pm
Betul pak, banyak anak yang operasi kohlea yang berhasil baik karena memang kualitas suara yang didengar lebih baik daripada ABD. Tetapi faktor yang lebih menentukan (biasanya) adalah penanganannya (terapi), karena ada juga yang sudah operasi tetapi kurang berkembang kemampuannya karena penanganannya kurang bagus.
Anak kami sendiri masih banyak kekurangan, pertama karena keterbatasan ABD, dan juga belakangan dia agak sulit diajak terapi. Pengucapan ada yang kurang jelas dan ada yang belum keluar ucapannya (misal konsonan ‘k’). Tetapi sepertinya yang penting si anak mengerti dulu (ngerti ketika mendengar, dan konsisten ketika mengucapkan walau belum jelas), karena beberapa pengucapan yang dulu kurang jelas sudah membaik perlahan-lahan sambil jalan. Struktur kalimat masih suka kebalik (misal ‘Ellen jepit beli mau’) karena awalnya kami ngajari dengan penekanan ke kata-kata kunci dulu, bukan kalimat lengkap (yang penting dia bisa sampaikan maksudnya dulu), tapi sekarang mulai sambil dibetulkan kalimatnya.
Salam juga dari kami, selamat mendidik anak2 tunarungu di Jogja.
Oktober 16, 2008 at 3:33 pm
bapak/ibu yang terhormat,
mungkin saya termasuk orang tua yang kurang tanggap dengan kondisi anak saya. saya telat memeriksakan ke dokter THT. waktu itu umur Arina ( anak saya ) sudah 2,3 tahun baru test BERA, waktu ke dokter THT pertama kali, diagnosanya hanya karena kotoran saja. sekarang saya sudah belikan ABD dan terapi wicara, tapi sampai saat ini anak saya belum mau memakainya, bahkan marah2 sambil menutup telinganya. saya terus berusaha dan terapi wicara, namun baru 2 kosa kata yang bisa diucapkan kata BOBOK dan SUSU ( minta minum susu ). selebihnya belum. sekarang Arina sudah 3 tahun. untuk itu saya minta saran bapak/ibu bagaimana caranya agar Arina mau pakai alat bantu.
Oktober 16, 2008 at 3:47 pm
pak Joko, pada dasarnya (katanya) memakai ABD memang tidak nyaman. selain faktor risih di telinga, kadang karena keringat juga bikin gatal, belum kalau anaknya merasa malu… Paling tidak, kebersihan alat harus selalu dijaga. Sesekali cek telinga (pakai lampu senter) siapa tahu merah-merah gatal.
Kemudian yang sangat penting: settingan alat sudah betul apa belum (bisa jadi karena terlalu keras suaranya sehingga si anak tidak mau pakai, atau sebaliknya tidak terdengar apa-apa sehingga tidak ada bendanya pakai & tidak pakai). Bapak bisa coba tes audiometri (tidak usah Bera yang mahal), kalau perlu di 2-3 tempat untuk memastikan level yang sesuai bagi si anak.
Kami sendiri agak strick ke anak kalau soal pakai ABD, prinsipnya sebisa mungkin selalu pakai (kecuali pas tidur & mandi). Kadang dengan iming-iming (janjikan makanan kesukaannya), atau kalau dia yang minta sesuatu kami iyakan asal mau pakai. Kalau terpaksa ya kadang2 agak kami kerasi (bentak). Belakangan anak kami yg kecil (1 tahun) kadang ingin pakaikan alat buat kakaknya (harus dijaga jangan sampai alatnya jatuh), tapi justru si kakak lebih mudah menerima (drpd kami yang suruh).
Anda bisa coba berbagai pendekatan mana yang sesuai dengan anak anda. Jangan sampai sering berantem masalah ABD nanti malah nolak pakai terus.
Oktober 16, 2008 at 4:23 pm
bu Dera, maaf terlewat belum dijawab.
“Berapa lamakah si anak setelah menggunakan ABD baru ada respon mendengar?” Pada dasarnya kalau ABDnya tepat, responnya tidak lama. Setting ABD memang bertahap 2-3 kali (tidak langsung keras) tapi dengan ABD biasanya untuk suara keras si anak bisa dengar & noleh (misal ketika dipanggil dari dekat). Untuk mengerti yang didengar memang cukup lama, tapi respon mendengar seharusnya tidak lama. Kalau sampai 6 bulan belum menunjukkan gejala mendengar, sebaiknya cek ulang settingan ABDnya, sekalian tes audiometri (biasanya gratis) untuk menguji tingkat pendengaran anak.
Akan sia-sia lakukan terapi mendengar kalau si anak tidak bisa mendengar. Kami sarankan ibu cek secepatnya, kalau perlu ke tempat lain.
(kami sendiri pernah mengalami hasil periksa Bera yang kurang tepat sehingga pakai ABD kurang berhasil, setelah tes ulang & pakai ABD baru yang sesuai, baru mulai kelihatan hasilnya)
Silakan lihat Daftar terapi mendengar dan terapi wicara.
Mengenai terapi di rumah, saya sudah rencanakan utk tuliskan juga sebatas pengalaman,
tapi belum sempat, moga2 bisa secepatnya. Anda bisa coba dulu search di internet.silakan lihat http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
>> Bapak Ibu Mohon informasi, anak sya usia 1,5 th ganguan pendengaran 100 DB kiri kanan, anak sy sudah mengguankan ABD 6 bulan tapi blm ada respon mendengar, dari pengalam bapak/ibu berapa lamakah si anak setelah mengguankan ABD baru ada respon mendengar dan kami mohon informasi tempat untuk terapi mendengan, atau adakah cara2 ( Tips N Trik ) terapi mendengar yang dapat dilkukan dirumah. mohon sharing dari bapak & ibu, terima kasih
Oktober 27, 2008 at 9:17 am
anak saya baru pake ABD. masih mengamati, sambilo belajar dari tulisan2. Thanks banyak ya
November 15, 2008 at 2:22 pm
saya punya adik yang tuna wucara +tuna rungu, tapi adik saya ini sudah berumur 15 th,kata ibuku dulu adik saya terkena panas tinggi (mungkin itu penyababnya) terus terang saya sedih jika melihatnya ketika dia duduk termenung sendiri, saya pengen sekali tau apa yang dia rasakan, mbk ABD tu bentunya seperti apa, trus harganya kira2 berapa,tolong informasinya ya, saya sangat membutuhkannya,
November 15, 2008 at 10:22 pm
salam sejahtera.
di lingkungan pabrik yang saya kelola ada beberapa penderita tuna rungu, selama ini kami lancar-lancar saja membina komunikasi 2 arah dengan mereka. hubungan dengan karyawati yang lain juga sangat baik.
saya ingin sekali belajar bahasa isyarat baku yang dipakai di sekolah-sekolah luar biasa khususnya di indonesia lewat buku-buku, diktat atau website. mungkin administrator blog ini bisa membantu.
terimakasih.
November 18, 2008 at 2:55 pm
@ ibu Susi,
ABD ada bermacam2, ada yang pocket (di saku), ada yang dipakai di belakang telinga (BTE behind the ear) dan ada yang di dalam telinga. Ada yang analog dan digital. Kemampuan (amplifikasi suara) dan tingkat kejernihan suaranya juga beragam. Harga juga beragam mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta.
Silakan kunjungi pusat alat bantu dengar (hearing aid center) terdekat. Biasanya gabung dengan optik (Kasoem, Melawai), dan ada juga yang berdiri sendiri (ABDI alat bantu dengar indonesia). Sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter THT, dari situ biasanya diminta test telinga, baru bisa ditentukan penanganannya.
Untuk gambaran awal anda bisa search (www.google.com): “alat bantu dengar”.
November 18, 2008 at 2:57 pm
@ singa
Pada dasarnya kami tidak mengerti (dan tidak mempelajari) bahasa isyarat, tapi ada beberapa referensi yang mungkin membantu (saya sudah kirim email, silakan download).
November 18, 2008 at 3:02 pm
saya mempunyai anak umur 3.8 thn pada waktu itu saya kurang memperhatikan karena ada masalah keluarga shngga baru sekarang saya pperiksa telinga ke RSCM di klinik THT Komunitas tes bera OAE pungsi typani mendengar di 90 db Prekuensi 500 dan dianjurkan pakai ABD dan therapi bicara ,pada saat ini dia tidak mau pake tapi masih thrapi bicara kosa kata yang keluar baru ayah ibu ga mau abi dan ada yang lain tapi tidak jelas , anak saya bila ingin sesuatu bila tidak diikuti akan marah dan teriak teriak .apakah semua anak tuna rungu seperti itu , terus gimana cara menanganinya dan apa benar ABD yang mahal akan cepat dalam peroses bicara
November 19, 2008 at 2:09 pm
Hai all,
terus terang, saya juga mengalami kekurangan fisik yaitu pendengaran …
Jika ingin tahu, silakan mampir blog aku.
Terima kasih.
- Paulus -
November 24, 2008 at 9:03 pm
@ bp Agung
mengenai ABD silakan lihat reply kami di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 .
ABD memang beragam, bisa anda coba dengarkan suara outputnya (pakai selang) jernih tidak, dan sebagainya. pada dasarnya ada harga ada barang, tetapi faktor yang lebih penting daripada alatnya adalah faktor terapinya.
anak kami juga pernah mengalami masa-masa sering marah-marah (temper tantrum) yang sepertinya cukup wajar pada usia tertentu, ketika ia mulai berkembang pemikiran/keinginan/perasaannya tetapi belum bisa menyampaikannya (orang lain tidak mengerti). mungkin bisa dibantu dengan komunikasi visual, misalnya ketika mau ajak pergi, tunjukkan dulu gambar/logo tempat tujuan. kartu bergambar sangat membantu –tetapi jangan sampai kecanduan cara visual saja, karena bisa bikin malas berkomunikasi verbal.
@ mas Paulus
trimakasih berbagi. kalau dari sisi seorang tunarungu, cara/model terapi/pengajaran seperti apa yang bagus?
November 27, 2008 at 8:20 am
– komentar ini masuk ke blog lama –
Salam kenal mama ellen.Sy seorang speech therapist yg jg dikaruniai anak istimewa(tunarungu).Trimakasih….sdh menyempatkan diri utk membuat wadah utk share.Penanganan yg ibu jalankan cukup menginspirasi ortu2 baru yg mendapati ATR.Oh ya,ada jg lho di Bandung ATR(profound deaf) yg cukup menginspirasi saya.Beliau sekolh umum dr TK hingga skr(SMU).Prestasi akademiknya cukup membanggakan.ABD yg dipakai pun msh ANALOG tp mampu komunikasi verbal sangat alami(tdk lip reading or sign language).Jd buat ibu2 & bpk2,jgn putus asa bagi yg memiliki ABD dg teknologi standar,kemajuan ank kita bukan tergantung dr mahal-murahnya ABD,tp tergantung dr ketekunan kita melatih anak kita berkomunikasi.Maaf bukan bermaksud menggurui,TENGKYU
November 27, 2008 at 8:32 am
salam kenal juga bu, akhirnya ada terapis wicara yang bergabung. kalau bisa berbagi tips-tips berkaitan dengan terapi wicara (bagaimana teknik membentuk pengucapan tertentu… misalnya anak kami masih belum bisa mengucapkan konsonan ‘k’ (kakak, koko, dsb) apa ada teknik khusus untuk membantu. kalau ada info judul buku/referensi…
November 29, 2008 at 10:54 pm
Sedikit tips singkat untuk melatih konsonan /k/.Karena bunyi konsonan /k/ tdk dpt terlihat,maka kita hrs memberikan feedback tactil(perabaan)pada daerah dorsovelar(letaknya tepatnya pd pangkal leher)dgn mengarahkan tangan anak keleher anda serta rasakan getaran pd area tsb,begitupun sebaliknya.Untuk referensi buku ada ttg “METODE ARTIKULASI”.Smg bermanfaat,trimakasih.
REPLY>> trimakasih bu utk tips & infonya, kalau ada tips2 lain jangan sungkan2
Desember 3, 2008 at 6:03 pm
Dear Papa-Mama Ellen,
Luar biasa sekali tips2 disini. Saya tunarungu juga, tetapi saya lahir normal, jadi tunarungu usia 8th. Sekarang saya sudah 30th, menikah dengan orang normal, punya putra kembar yang manis2.
Saat ini saya membantu yayasan untuk tunarungu, dan karena selalu sekolah umum (bukan SLB), saya kebingungan dalam mengajar teman-teman tunarungu (rata-rata yang saya ajar sudah diatas 18th), terutama karena banyak yang cuma mengerti kata dasar dan tidak mengerti perbedaan arti awalan, akhir dll, adakah yang punya tips mengajar tunarungu usia pasca sekolah?jika ada yang tahu alat perag,kurikulum dll, saya tunggu juga kabar baiknya.
Regards
Desember 4, 2008 at 9:27 am
Dear papa ellen.
Saya mau sekali membantu ibu erika dlm mengajarkan anak2 tunarungu dalam berkomunukasi verbal di yayasan beliau.Apa anda punya alamat email beliau.Thx
Desember 4, 2008 at 12:06 pm
@ bu Dwi Yanti, sdh diemail, silakan kontak langsung dgn bu Erika.
@ bu Erika, nanti kalau ada kemajuan bisa disharingkan di sini tips2nya, tentunya akan bermanfaat.
Juga krn anda di yay tunarungu, kalau ada info yayasan atau LSM yang memberi bantuan/subsidi utk beli ABD bagi anak tunarungu yang kurang mampu…
Desember 10, 2008 at 12:27 pm
papa-mama eLlen,,,
pita ank PR dah mau nyusun TA d3,,
dan pita amBil teMa tTg komunikasi anak tuna rungu…
moHon bntuan’y yach papa-mama ellen kLo ada pTanyaan ato hal2 yang ga pita mngerti..
mohon bantuan’y yach…,,,
terima kasih,,,
REPLY>> silakan jika ada yang bisa dibantu, sebatas pengalaman kami. sebaknya di-posting di sini, siapa tahu ada pembaca lain yang juga bersedia jadi responden & berbagi info.
Desember 22, 2008 at 3:13 pm
Assalamu’alaikum. Salam sejahtera.
Salam kenal… Saya Budi, guru SMALB-B YPPALB Kota Magelang. Senang sekali saya dapat bergabung dengan Bapak/Ibu. Dalam pembelajaran saya senang sekali menerima masukan dari para orangtua/wali siswa. Saya selalu ingin tahu apa yang dikehendaki para orangtua/wali. Dengan adanya wadah ini, saya bertambah wawasan dan informasi. Benar Bapak/Ibu, kita tidak perlu berkecil hati dengan keadaan anak kita. Siswa-siswi kami juga banyak yang berprestasi. Contohnya anak didik saya, Si Agung, juara melukis Pelajar SMA (umum) Tingkat Kota Magelang dan eks Kars Kedu, Jateng. Juara 2 gambar/cerita komik tingkat nasional, juara 2 modeling tingkat kota dll (semua itu bersaing dengan anak-anak normal). Salah satu teman saya yang tunarungu (Mbak Galuh) juga punya prestasi yang membanggakan, saat ini sedang kuliah S2 di Melbourne Australia atas biaya negara (beasiswa Depkominfo). Dalam pembentukan dan penguasaan bahasa, siswa-siswi kami memang tidak semua sama, bervariasi seiring tingkat desibel
pendengaran mereka, tetapi saya sangat setuju dengan langkah-langkah dan terapi yang diterapkan Bapak/Ibu terhadap ananda. Saya akan mencobakan pada siswa-siswi saya.
Terima kasih Pak/Bu, lain waktu kita sambung. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Salam,
Budi Susilo
REPLY >>
Thanks pak atas sharingnya, silakan dicoba sekiranya ada tips di sini yg mungkin bermanfaat bagi anak didik anda. Dan sebaliknya jika ada info/tips dari pengalaman anda mengajar anak2 tunarungu silakan dibagikan juga.
Desember 27, 2008 at 4:47 pm
dear….,papa ellen.Trima ksh akhirnya sy bs kontak ibu erika.kebetulan bsk ada sharing parents dan sy mengajak ibu erika,tp syg beliau tdk bs hadir krn sdg ada tugas.kalo bpk berkenan silahkan hadir bsk diacara kami.thx
REPLY>>
Thanks ibu atas infonya.
Ibu tiap ada info gathering silakan posting di sini detailnya (atau kota & contact person-nya saja), siapa tahu ada yg berminat & bisa hadir.
Desember 30, 2008 at 6:20 pm
Ikut nimbrung dong, saya guru privat selama satu bulan ini saya mendapat 1 siswa tuna rungu berumur 16 tahun yang sedang berlibur dari SDLB . Dia ingin privat matematika , b inggris dan komputer. Dia bisa membaca gerak bibir dan keluar suara sedikit, selama ini saya komunikasi secara oral karena saya tidak bisa bahasa isyarat, dan tulisan. saya mengalami kendala untuk mengajarkan matematika terutama pembagian, apakah ada tehnik khusus. saya sangat bersyukur mendapat kesempatan , pengalaman dan pengetahuan tentang mengajar anak tuna rungu. terimakasih
REPLY >>
mgkn ada yg punya pengalaman sejenis?
Januari 28, 2009 at 11:50 am
anak saya bermasalah dengan pendengaran , sekarang sudah berumur 2,5 tahun, belum bisa berbicara,sudah pake alat bantu dengar tapi belumada reaksi, sudah terapi wicara selama 2 bulan tapi sekarang berhenti karena kurang biaya, saya mohon info apa sebaiknya yang harus saya lakukan,
trims
masyandri
pekanbaru
REPLY >>
Pada dasarnya ABD perlu diset sesuai level sisa pendengaran si anak (kalau powernya kurang si anak tetap tidak bisa mendengar, kalau powernya berlebih, si anak bisa sakit telinga karena suara yang masuk terlalu keras). Biasanya di tempat beli ABD dilakukan penyesuaian bertahap, mulai yang lemah dulu, supaya si anak mulai terbiasa mendegar, baru nantinya powernya dibesarkan.
Setelah pakai ABD si anak perlu dibiasakan mendengar dan mendengar (tidak perlu harus langsung bicara). Kalau seharian ia bersama pengasuh atau neneknya, maka mereka perlu dikasih tahu agar mulai membiasakan berkomunikasi secara verbal dengan si anak (sebagaimana kita berbicara kepada bayi kecil, dia belum bisa bicara tapi terus mendengar; suatu saat ia akan bicara)…
Silakan baca reply2 sblmnya:
http://tunarungu.wordpress.com/#comment-99
Agak detil: http://tunarungu.wordpress.com/2008/01/30/abd-vs-cochlea-implant-vs-terapi/#comment-129
Februari 7, 2009 at 11:11 pm
Trimakasih Papa Ellen atas sarana ini. Anakku 2 tahun 2 bulan yang tuna rungu sejak lahir. Tempat tinggalku yang jauh di daerah (Kota Banjar, ujung timur Jawa Barat)dan keadaan ekonomiku, membuatku kesulitan. Aku berusaha melakukan pengobatan alternatif yang tak terlalu berbahaya/mengandung resiko, tapi saat ini belum berhasil. aku mau tanya ke Ibu Nani Yusita yang katanya mau mencoba terapi lilin? Gemana Bu Sudah/belum? Gemana Hasilnya. Boleh minta lamat e-mailnya gak?
Trimakasih untuk infonya.
REPLY >>
silakan kontak bu Nani
mengenai terapi lilin, sepertinya sedang marak (pernah lihat ditawarkan juga di salon kecantikan biasa –coba anda cek ke salon terdekat)
Februari 19, 2009 at 8:00 am
salam knal papa/mama Ellen.
sy ingin menayakan, apakah terapis Ibu Dwi Yanti tinggal di bdg? Sy br pindah ke bdg dan sedang mencari tempat terapi(selain RSHS) utk anak sy yg tuna rungu. trims utk infonya.
REPLY >>
silakan ibu dwi yanti kontak lgs… ternyata di jakarta (cinere)utk Bandung silakan lihat http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/
Februari 19, 2009 at 9:22 am
Salam kenal ellen,
Saya Devi,anak saya menderita tuna runggu ki 50/ka 70, tp kendalanya hingga saat ini ia blm mau memakai ABD yang telah kami belikan,padahal ia sdh sekolah di TKA sklh umum,Bagaimana caranya agar ia mau memakai ya, tp tidak dgn cr dipaksa? apakah sy hrs mencari sekolah khusus tuna runggu yang semuanya memakai ABD agar anak sy jg mau memakai, dmn sekolah spt itu? Tolong infonya, trim. Salam Luar Biasa
REPLY >>
silakan lihat masalah sejenis di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 (mungkin ada tips disitu yang bisa dicobakan ke anak anda)
mengenai SLB anda bisa tanya ke dinas pendidikan setempat atau search di google.com “SLB kota-anda”. tapi sebaiknya anda survei dulu SLB tsb seperti apa, metodenya seperti apa, hasil (anak didiknya) seperti apa, dan apakah itu sesuai dengan harapan anda terhadap anak anda. maksudnya jangan sekedar agar mau pakai abd (kalau soal pakai abd mungkin masih bisa dicoba berbagai pendekatan dulu).
Februari 19, 2009 at 4:58 pm
Papa ellens,terima kasih banyak yaa infromasinya saya akan coba sesuai saran bapak mohon doa nya..terima kasih
REPLY >>
sama-sama bu, silakan dicoba
Februari 19, 2009 at 5:17 pm
Ibu dwi yanti mohon info lokasi/tempat ibu memberikan terapi dan mohon maaf sekali berapa biaya untuk terapi
fyi..anak sy umur 2 th, paki ABD sdh 1 thn.
atau bapak/ibu ada yang tahu tempat terapi ibu dwi yanti seblum & sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
REPLY >>
silakan ibu dwi yanti kontak lgs
Februari 21, 2009 at 12:05 am
buat mama/papa ellen, saya masih baru memakaikan ABD ke anak saya. Adakah email yg bisa saya hubungi?
REPLY >>
sdh diemail pak. utk pertanyaan anda silakan lihat http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
Februari 26, 2009 at 4:06 am
Salam kenal,
Saya memiliki anak yang mengalami hal serupa, namanya hilwa. Sekarang usianya 1,5 tahun dengan kondisi pendengaran ki-ka 110 db. Sudah memakai ABD hampir 1 tahun.
Hilwa sudah mengikuti terapi AVT di Surabaya selama 5 bulan, tetapi saya hentikan karena harus pindah ke Bandung. Saat ini hilwa mengikuti terapi NAO (Natural Auditory Oral) karena di Bandung tidak ada tempat terapi AVT. Menurut terapisnya saat ini penerimaan hilwa akan suara sangat bagus sehingga tidak perlu melakukan implant (sebelumnya saya ada rencana untuk melakukan implant).
Hanya saja kendalanya hingga saat ini ia hanya mau menggunakan alat ketika berada diluar rumah. Jika berada di rumah dengan serta merta ia akan melepas alatnya. Adakah cara untuk menyiasatinya? Karena sebagian besar waktu untuk berinteraksi justru berada di rumah.
Terima kasih.
REPLY >>
ibu bisa coba lihat masalah sejenis di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 mungkin ada tips disitu yang bisa dicobakan atau disesuaikan dgn anak anda
Februari 28, 2009 at 7:57 pm
Salam kenal ibu Rosi…
Wah..lucu ya anak ibu.Kalo memang anak ibu lebih nyaman memakai ABD ketika pergi…,sebenarnya anak ibu sudah merasa ABD adalah kebutuhan,itu sebuah pertanda yang baik bu.Hanya saja memang butuh wkt utk anak ibu mau memakai saat sdg di rmh,ibu bisa jelaskan pd anak ibu dgn bahasa yg bs dimengerti…,bahwa ABD ini akan lebih keren kalo kamu pakai di rmh ataupun pergi.Kuncinya kita tdk boleh kalah kalo anak sering melepas ABD nya,mungkin saja itu a/ perilaku anak dlm mencari perhatian.
Oh ya bu…kalo ibu punya waktu di Bandung sudah ada Parenting Support utk memotivasi kita sbg ortu anak tunarungu.Dan dibandung sdh ada anak dengan 110dB ka/ki mampu bicara sangat alami,beliau sudah usia 17thn(kls 2SMA).trima ksh.
Maret 1, 2009 at 8:06 pm
Terima kasih atas masukannya. Akan saya coba. Untuk masalah Parenting Support kalau boleh tau di mana lokasinya?
REPLY >>
ibu bs coba telp 022-6651205 (Ibu Royke)
Maret 3, 2009 at 8:34 am
Bagaimana anda belajar bahasa isyarat? apakah melalui pendidikan khusus atau seiring berjalannya waktu anda juga mulai memahami mengenai bahasa isyarat yang di pelajari ellen? Saya ingin belajar bahasa isyarat.
REPLY >>
pada dasarnya kami tidak menggunakan & mengajarkan bahasa isyarat ke anak kami; justru sebaliknya sebisa mungkin menggunakan bahasa verbal/lisan. dalam prakteknya ada beberapa ‘gerakan’ (misal: makan, mandi) yg muncul spontan/alami tapi hanya utk membantu saat awal mengajarkan kata-kata tsb.
tapi jika anda ingin belajar bhs isyarat ada bbrp referensi yg mgkn berguna (sdh diemail),walaupun antar negara bhs isyarat yg digunakan berbeda.
Maret 4, 2009 at 7:23 am
anak saya Umar 3 tahun ganggunan pendengaran di 70 dan 90 dB, dah setahun pakai ABD dan juga sudah setahun terapi AVT di yayasan aurica surabaya. Yang butuh alamat Aurica ada di Perumahan Margorejo Indah blok A-408 Suravaya telp. 031-8475341, 031-70130801. Biaya terapi 125 ribu/kedatangan dan untuk member 100 ribu. Kemajuan yang ada pada Umar Alhamdulillah cukup bagus dan sekarang Umar sedang hunting sekolah. jangan patah semangat yaa buat semua ortu ATR…kita lakukan yang terbaik untuk anak2 kita…semangat2…
REPLY >>
trimakasih infonya. silakan sharingkan juga terapi/follow-up yg anda lakukan di rumah utk anak anda, di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
Maret 14, 2009 at 2:38 pm
salam kenal….
anak saya (2th 10 bl) mengalami keterlambatan bicara. Setelah tes bera didiagnosis menderita tuna rungu. saya masih mencoba mencari 2nd opinion sebagai perbandingan. saya mau tanya nih, Bu…. dokter dan RS mana ya yang memang ahli dan pakem untuk hal-hal seperti ini? baik di Indonesia maupun luar negeri. terima kasih.
salam….tolong PM saya ya,Bu… terima kasih
REPLY >>
memang sebaiknya cross check ke dokter/RS lain & bahkan tes bera (kalau ada tes SSEP untuk mengetahui level pendengaran pada frekuensi yg berbeda). blh nanti diemail.
Maret 20, 2009 at 9:59 am
mama/papa ellen, tes SSEP di ina bs dilakukan dimana?
tx.
REPLY >>
silakan ibu hubungi RS Dr Soetomo Surabaya
Maret 25, 2009 at 8:31 am
Halo mama dan Papa Ellen, anak saya Shine juga tunarungu berat sejak lahir (karena rubela), sekarang telah 7 tahun dan sekolah di pl. Anak saya itu hanya mau pake ABD hanya disekolah, selain itu tidak mau. Dulu waktu umur 2 tahun terapi wicara di ATW jl. kramat, tetapi belum pernah terapi audiovisual (terapi mendengar, sehingga kemampuan mendengar saat ini sepertinya kurang. Disekolah dia membaca ujaran (bahasa bibir), dan kosa kata sudah agak mendingan.
Mengenai Shine ada saya tulis di
http://fitriarapurba.wordpress.com/
http://arghapetra.multiply.com/
cuma belum banyak, karena relatif masih baru. Tolong dong informasi mengenai temapat terapi mendengar di Jakarta, kalau bisa yang buka hari Sabtu karena Shine sekolah dari pagi s.d jam 3 sore.
TKS
REPLY >>
thanks juga ibu utk sharingnya, silakan terus berbagi di blog anda.
utk tempat terapi silakan lihat http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/
mengenai masalah pemakaian ABD, ada bbrp tips di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 dan http://tunarungu.wordpress.com/#comment-155 mungkin ada yang bisa dicobakan atau disesuaikan dgn anak anda
Maret 29, 2009 at 1:38 am
akhirnya saya menemukan blog khusus membahas masalah pendengaran..,ohy sebelumnya perkenalkan saya arie umur 23 tahun, saat ini udah 6 bulan lebih memakai ABD dengan harga 23 jt,awalnya saya juga risih namun dengan tekad keras,akhirnya saya paksakan memakai ABD,
ohy saya kuliah di perguruan tinggi dan sudah tingkat akhir dan udah mau nyusun skripsi, namun perasaan itu selalu muncul yaitu takut ngk nyambung, apalagi saat ujian proposal ataupun ujian skripsi…
ada ngk saran buat saya trimksh
mohon balasannnya lewat email saya
arie_moviech [a]yahoo.com
REPLY >>
silakan sharing pengalaman dgn bbrp netter yang punya pengalaman serupa:
bu erika http://tunarungu.wordpress.com/#comment-122
mas paulus http://paganekoso.wordpress.com
pak asmar (orang tua) http://tunarungu.wordpress.com/#comment-77
info diemail.
kalau ada pembaca yg juga punya pengalaman serupa silakan kontak lgs mas arie di emailnya.
April 6, 2009 at 3:37 pm
Salam kenal,
Kami orang tua anak penyandang tunarungu di Medan, berencana ingin mendirikan suatu wadah untuk berbagi pengalaman sesama orang tua anak penyandang tunarungu. Di dalam hal ini kami kurang mengetahui adanya wadah tersebut diluar kota Medan, kami mohon informasi keberadaan wadah tersebut agar kami dapat berbagi pengalaman. Terima kasih
REPLY >>
salam kenal juga…
beberapa info (bandung, semarang, jkt) ada di http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/ , anda bisa tambahkan jika di medan ada
April 6, 2009 at 4:13 pm
Salam kenal,
Ada yg tau untuk pemeriksaan di JOgja dan terapinya. kebetulan anakku 3,5 thn mengalami gangguan pendengaran.
sya msh blank apa yg hrs saya lakukan.
mohon advice nya.
thx.
lia
REPLY >>
mgkn ada netter yang tahu ttg jogja?
ibu bisa coba telp ke RS, tanyakan dokter THT yg menangani anak tuna rungu. dokter selanjutnya yg mengarahkan utk periksa di mana. setelah diperiksa baru ketahuan penanganannya (ABD, terapi dst). sebaiknya berkonsultasi ke dokter dulu…
Mei 9, 2009 at 3:57 pm
salam kenal,
saya mempunyai anak sudah berumur 12 th yang mempunyai gangguan pendengaran 90db100db saya memakai adb cuma sebelah kiri saya rajin terapi dari umur 3 th lalu saya berhenti karena tak ada kemajuan karena ditempat saya cuma ada 1 tw yaitu rs saya berasal dari lampung saya minta pendapat apa yang saya lakukan sekarang dengan umur yang sudah sebesar itu saya pengin kursus dan mempelajari cara2 mengajar untuk tw dan td siapa yang bisa bantu saya ,kalau saya harus kejakarta biayanya terlalu besar bisa balas ke email ini atau ke blog anak saya ini
REPLY >>
salam kenal juga pak,
- Itu blog yang nulis anak anda? Sudah bagus pak…
- Selama ini si anak masuk SLB atau umum? Kalau di SLB biasanya dilatih membaca gerak bibir & mengucapkannya. (kadang2 tidak begitu perlu ABD, atau ABD hanya sebagai pendukung, karena yang utama lewat mata & latihan pengucapan)
- Tapi kalau anda ingin si anak bisa berkomunikasi secara lisan (dari mendengar) maka harus dipastikan dulu ABDnya berfungsi & setting-nya benar (cek ke penjualnya). Apakah dengan memakai ABD si anak berespon terhadap suara? Atau sama saja pakai & tidak pakai?
- Mengenai ABD, kalau bisa diusahakan pakai kiri-kanan. Oraldeaf menulis: 2 selalu lebih baik drpd 1, bahkan daripada beli 1 ABD mahal, mending beli 2 ABD yang agak di bawahnya.
- Kalau ABD berfungsi dan si anak jadi bisa mendengar (walau tidak sempurna) bisa dilatih untuk mendengar & selanjutnya bicara. Langkah awalnya bisa dipraktekkan bbrp tips di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
- Anda bisa membeli buku contoh praktek terapi mendengar ke yayasan aurica (2 buku sekitar 65.000) silakan lihat infonya di http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/ atau menggunakan referensi (bbrp gratis) di http://tunarungu.wordpress.com/referensi/
Tambahan dari email:
Biasanya ABD memang di-set bertahap. Ketika pertama kali pakai diset agak lemah, setelah terbiasa beberapa hari/minggu baru dinaikkan sedikit. Setelah itu kalau perlu baru dinaikkan lagi. Dan biasanya setting alat di penjualnya gratis, bahkan ada tes audiometri (diperdengarkan suara, si anak dengar/tidak) juga gratis untuk membantu setting yang tepat.
Mengenai terapi mendengar, memang pada tahap awal si anak tidak perlu dituntut bisa langsung menirukan. Yang penting biasakan dia mendengar & mendengar dulu. Sebisanya mengucapkan, tapi tidak harus serta merta bisa mengucapkan dgn benar.
Tambahan lagi kalau si anak sudah bisa baca tulis akan sangat membantu.
Ketika anda mengucapkan, dia bisa disuruh mengucapkan sebisanya & menuliskannya –> Kalau tulisannya belum benar, diajari yang benar gimana, lalu suruh baca tulisan yg benar itu. Tapi kalau tulisannya sudah betul tapi pengucapannya belum betul, sabar saja… lama-lama juga membaik, asal tiap kali anda mengucapkannya dengan betul sehingga ia mendengar yg betul –Perhatikan anda ucapkan kata2 dengan volume suara normal (tidak teriak), di dekat telinga dia.
Tapi kalau masih ada masalah ABD (terlalu keras) berarti harus diperbaiki dulu settingnya…
Juni 5, 2009 at 10:42 am
Salam kenal
Saya orangtua Dani (8 tahun) yang tunarungu (>100 db) ingin gabung dan dapat info lebih jauh tentang kegiatan sharring ini.
Terima kasih
REPLY >>
salam kenal pak, di sini silakan berbagi info & pengalaman atau menanyakan sesuatu mungkin ada yg bisa beri masukan. kalau anda di Bandung bisa bergaung dgn perkumpulan orang tua, ada infonya di http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/
(sejauh ini baru ada info bandung, jkt, semarang, sby)
Juni 14, 2009 at 10:44 am
Sepupu sy umur 2th, br sekitar 2bln memakai ABD utk telinga sebelah kiri setelah di vonis terdapat permasalahan di Telinganya.
Kebetulan juga telinga sebelah kanan mengalami hal yang sama tetapi memiliki tingkat keparahan yang berbeda(red-Fuull tidak bisa dengar)
Keputusan yang diambil adalah pemasangan ABD digunakan untuk telinga kiri tersebut untuk bisa membantu Sepupu saya untuk dapat mendengar.
Saat ini kami berusaha untuk mencari tempat Terapi Dengar dan Bicara, karena selama ini dilakukan di Rumah Sakit, harapan kami sih tempatnya itu berupa sekolah/taman bermain sehinga sepupu saya juga bisa mendapatkan pengetahuan dan pergaulan dengan teman-temannya.
Kpada Bapak/Ibu yang punya pemngalaman yang sama, kami mohon informasi alamat untuk terapi dengar dan bicara tersebut yang berada di wilayah Tangerang. Thx
REPLY >>
Telinga kanan walaupun tidak terbaca level pendengarannya, kalau bisa tetap dipakaikan alat (super power 120dB –tdk perlu yg mahal, yg penting powernya kuat) karena biasanya masih ada sisa pendengaran walaupun tidak bisa diukur dgn alat tes Bera. Disamping itu menggunakan 2 ABD selalu lebih baik drpd 1 saja.
Untuk taman bermain tidak ada salahnya di taman bermain umum biar bergaul dengan anak2 kebanyakan.
Mengenai tempat terapi atau komunitas, infonya baru yang ada di http://tunarungu.wordpress.com/2008/08/07/daftar-terapi-mendengar-tav-dan-terapi-wicara/ Mudah2an ada netter lain yg bs menambahkan info…
Juni 16, 2009 at 4:00 pm
Mohon info, kami mau tes ulang BERA anak saya dengan frekwensi lengkap.kalau di jkt dimana ya yg paling lengkap,atau surabaya, krn di jogja terbatas hanya di frekwensi tertentu saja.
maturnuwun.
salam,lia
REPLY >>
ibu bisa coba hubungi RS Dr Soetomo Surabaya untuk tes SSEP
Juni 23, 2009 at 5:49 pm
- sharing dan numpang permohonan bantuan –
setelah membaca blog ini saya semakin terkesan dengan kemajuan dan “mukjizat” yg banyak dialami anak tunarungu.oh ya, perkenankan saya memperkenalkan diri, nama saya ismaya saya mahasiswa jurusan psikologi semester akhir di Yogya. ketertarikan saya pada dunia tunarungu membuat saya mengambil topik tentang penyesuaian diri remaja tunarungu, saat ini saya SANGAT membutuhkan bantuan papa&mama Ellen, atau bapak ibu sesama pemerhati anak tunarungu untuk berbagi ilmu seputar remaja tunarungu yang pernah / masih menggunakan alat bantu dengar.terima kasih sebelumnya untuk kerelaan dan kesediaan berbagi pengetahuan seputar ketunarunguan.
terima kasih.
ismaya
aiya_psycholog[a]yahoo.com
REPLY>>
kami sendiri blm berpengalaman dgn remaja tunarungu, silakan sharing pengalaman dgn bbrp netter yg lbh cocok:
bu erika http://tunarungu.wordpress.com/#comment-122
mas paulus http://paganekoso.wordpress.com
pak asmar (orang tua) http://tunarungu.wordpress.com/#comment-77
info diemail.
kalau ada pembaca yg juga punya pengalaman serupa silakan kontak lgs mas ismaya di emailnya.
Juli 23, 2009 at 11:08 am
salam kenal, saya orang tua alfian tunarungu (90db)pada saat dites diRSAL ramelan sby divonis auditory neuropathy.dan saat ini sudah pakai ABD.bagaimana saya harus melakukan terapi?
terimakasih
REPLY >>
kalau auditory neuropathy sptnya kasusnya berbeda (yg bermasalah bukan rumah siputnya –sbgmn kebanyakan kasus gangguan pendengaran berat). anak kami juga pernah dicurigai auditory neuropathy tapi periksa di tempat lain ternyata bukan.
ada baiknya anda periksakan di tempat lain juga siapa tahu hasilnya beda (di sby ada RS dr Soetomo), karena kalau penyebabnya berbeda bisa jadi penanganannya juga berbeda…
tapi sbg langkah awal bisa dicobakan bbrp tips di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah dan baca referensi di http://tunarungu.wordpress.com/referensi
Juli 27, 2009 at 3:28 pm
Salam kenal, saya orang tua Qonita skrg umur 7 thn dan baru saya belikan ABD yang Analog, masih 2 minggu cuma samapai sekarang anak saya tidak mau pakai ABDnya karena katanya sakit ( dgn Isyarat menutup telinganya ) bagaimana cara saya agar dia mau pakai ABDnya, tolong Tipsnya ya,,,,
REPLY >>
salam kenal bu, mungkin masalahnya bukan terasa sakit tapi hanya karena belum terbiasa. Biasanya ABD memang di-set bertahap. Ketika pertama kali pakai diset agak lemah, setelah terbiasa beberapa hari/minggu baru dinaikkan sedikit. Setelah itu kalau perlu baru dinaikkan lagi. Dan biasanya setting alat di penjualnya gratis, bahkan ada tes audiometri (diperdengarkan suara, si anak dengar/tidak) juga gratis untuk membantu setting yang tepat.
ada bbrp tips lain di http://tunarungu.wordpress.com/#comment-98 dan http://tunarungu.wordpress.com/#comment-155 mungkin ada yang bisa dicoba/disesuaikan dgn anak anda
Juli 28, 2009 at 12:38 pm
to: mama elen
salam kenal dr mama fikri, ada yang mau saya tanyakan,berapa lama elen bisa bicara setelah dia menggunakan abd? bagaimana cara mengajari elen dalam kesehariaannya? abd yang digunakan m,erek apa?tks
REPLY >>
salam kenal bu. ellen awalnya pakai ABD yg kurang powerful (karena hasil Bera kurang akurat) jadi hampir tdk efektif. setelah periksa ulang dapat hasil baru, pakai alat baru, mulai terlihat hasilnya. lalu mamanya ellen resign dari kerja dan full di rumah menemani ellen (dgn pendekatan terapi mendengar), kira-kira 1 tahun terus menerus dipasok suara, mulai terlihat hasil (bisa ngerti yang kita omongkan, walaupun belum bisa bicara). baru kira-kira 6 bulan berikutnya mulai keluar kata-kata pertamanya (dari apa yg selama itu sudah didengarnya), dan diikuti kata-kata baru, walau pengucapannya suka ada yg belum sempurna. kira2 gambarannya di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah . mengenai ABD sebaiknya dibelikan secanggih mungkin sesuai kemampuan kita orangtua, tentunya dicoba dulu (anda bisa minta coba dengarkan kejernihan suara ABD menggunakan selang).
Agustus 1, 2009 at 12:41 pm
salam kenal
aku lola tuna rungu… apakah ada tidak dewasa? aku brlajar bicara yg gerak2… tolong alamat kursus bahasa isyarat dan gerak dimana? e-mail dan ym saya: holalove_781 [a]yahoo.com
terima kasih
REPLY >>
pada dasarnya kami tdk ngerti bhs isyarat tapi ada bbrp referensi yg mgkn berguna, sdh diemail (note:antar negara bhs isyarat biasanya berbeda)
Agustus 28, 2009 at 6:40 pm
?Anak saya juga pemakai ABD, ada kemajuan tetapi sekolahnya masih juga memakai bahasa isyarat bukan bahasa bibir jadi untuk kemajuan dikatakan sangat lambat. Maklum kota tempat kami tinggal masih jarang memakainya. jadi saya mau tanya gimana solusinya selain orangtua yang aktif tetapi lingkungan sekitarnya tidak mendukung
REPLY >>
mengenai lingkungan, kebanyakan memang begitu… tapi kalau di rumah bisa ditangani dengan baik, sudah bagus. anda bisa coba terapkan bbrp tips di sini pada si anak, siapa tahu berhasil. yang penting langkah pertama adalah menguji apa ABDnya memadai (coba panggil dari samping/belakang, bicara normal di sampingnya : ada respon tidak), kalau ok lanjut dicoba melatih dibiasakan mendengar tanpa melihat (bicara normal dari samping) dst seperti di http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/ Yg paling penting memang penanganan di rumah…
November 19, 2009 at 9:18 am
Salam kenal bu Afrilin,
Kalau saran saya, jika pada saat anak kita memakai bahasa isyarat (tangan), pegang tangan anak kita, minta kpd anak kita untuk bicara. Pokoknya sadarkan anak kita bhw harus bicara, tdk blh pakai isyarat tangan.
Begitu bu, lama-lama juga jadi terbiasa deh.
Tetap semangat ya bu, semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua. Amin
September 13, 2009 at 2:49 pm
yth. papa ellen,
saya memiliki anak berusia 5 th,tuna rungu kiri 100 db,kanan 60 db, kami di samarinda kesulitan untuk mendapatkan tenaga terapis, banyak anak yg membutuhkan tenaga tersebut di kota samarinda. Apakah ada info untuk kami?
September 30, 2009 at 7:26 am
ibu siti aisyah, di samarinda mungkin bisa menghubungi ibu nining 085250944440, beliua sukses membantu putrinya yang mengalami gangguan pendengaran denga baik. Mungkin beliau bisa membantu ibu.
salam
REPLY >> terima kasih atas infonya…
September 22, 2009 at 11:02 pm
Hallo Salam Kenal,
Saya skrg sdh berusia 34 thn, lulusan S2 Trisakti, telah menikah dan memiliki 2 anak sepasang. Menilik dari pengalaman saya sedari kecil telah memakai ABD hingga kini, pesan saya “Jangan Menyerah!”. Memang agak sulit berkomunikasi dan hanya melihat gerak bibir…tapi selalu ada jalan untuk paham apa yang dibicarakan oleh lawan bicara. Dan untuk pendidikan pun saya cukup bangga dapat menempuh hingga S2. Ayo adik2…teruslah maju!!! Hanya saran penting bagi orang tua, bekali anak dengan keahlian yang berguna bagi masa depan anak anda, artinya arahkan sesuai dengan hobi/hal yang sangat disenangi anak karena itulah tujuan hidup sebenarnya agar anak menjadi MANDIRI.
REPLY >>
terima kasih sharingnya… mudah2an menjadi pemicu yg lain.
Oktober 20, 2009 at 10:16 am
Salam kenal,
setelah membaca tulisan saudara saya jadi lebih bersemangat mendidik anak saya yang juga mengalami gangguan pendengaran. Dia sekarang sekolah di SLB Pangudi Luhur Jakarta Barat. Tksh
Oktober 20, 2009 at 10:12 am
Salam kenal,
Anak saya juga mengalami gangguan pendenganran. umurnya 7 th sekarang sekolah di SLB Pangudi Luhur, Jakarta Barat kelas TK3. Dia sudah bisa bicara dan mulai banyak bertanya. di sekolah tsb TK sd SMA. tksh
REPLY >>
salam kenal pak, semoga anak anda terus mengalami kemajuan…
November 19, 2009 at 8:32 am
Salam kenal pak.
Anak saya (DIRA) juga alumni SLB Pangudi Luhur. 3th (p1 s/d p3) di sana,lalu direkomendasikan oleh sekolah utk integrasi ke sklh umum. Sekarang kls 1 SLTA. Bicaranya Alhamdulillah bagus. Saya dukung pak anak bapak sekolah di PL, soalnya terapi wicaranya dan disiplinnya OK punya, sehingga hasilnya bagus untuk anak kita. Tolong sampaikan salam untuk Bu Wiwin, Bu Is, Bu Dian, Bu Prapti. Dari Mama Dira di Cipondoh Tangerang.
Tetap semangat pak, semoga Allah selalu memberikan kemudahan untuk kita semua.
Oktober 23, 2009 at 12:03 am
Bapak / Ibu semua yang saya hormati Terima kasih atas infonya, Sekarang saya mulai mengerti cara mendidik anak tuna rungu. Selama ini saya hanya pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keadaan anak saya yang tuna rungu sekarang saya tak boleh hanya pasrah tapi harus berusaha untuk memajukan anak saya sendiri.Putra saya bernama Wira sekarang umur 8 th tuna rungu sejak lahir kami tinggal di daerah transmigran di riau jauh dari kota. terimakasih banyak, semoga tuhan membalas kebaikan bapak/ibu semua
REPLY >>
sama-sama pak, senang kalau blog ini bisa bermanfaat… kalau ada info yg kira2 berguna silakan bagikan juga di sini. semoga anak anda bisa lebih maju lagi… semangat pak!
Oktober 23, 2009 at 10:17 pm
Pagi tadi saya sudah membelikan ABD di Melawai Pekanbaru untuk anak saya, Alhamdulilah wira nampak senang sekali saya sangat terharu. sekali lagi terima kasih bapak/ibu atas blog ini dan terima kasih juga pada teman saya Primantono yang memperkenalkan dan mengajari internet pada saya. wira sudah saya daftarkan di SLB minggu depan mulai msk sekolah dan akan tinggal dng abang saya di pekanbaru. besok pagi saya akan balik ke trans, baru mingu depan saya ke pekanbaru lagi dan bisa buka internet karna di tempat saya tinggal tak mungkin bisa buka internet. kalo ada info yang dpt saya pergunakan untuk mengajari anak saya tolong beritahukan, sekali lagi saya beserta istri mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak dan ibu semua.
REPLY >>
bpk bisa coba http://tunarungu.wordpress.com/2009/02/19/memulai-terapi-mendengar-di-rumah/
ditambah baca2 referensi (ada yg bs diminta gratis): http://tunarungu.wordpress.com/referensi/
Oktober 23, 2009 at 10:23 pm
mohon infonya pak/bu, ABD itu dipasangkan tiap hari atau pada hari – hari tertentu saja seperti pada waktu sekolah.
REPLY >>
makin sering/lama makin bagus pak… sebisa mungkin bangun tidur lgs pakai, dilepas saat tidur dan mandi (resiko kena air)
November 19, 2009 at 8:40 am
Salam kenal pak Kandar,
Betul pak, usahakan selalu memakai ABD. Tapi jangan lupa perawatannya, kalau anak kita aktif, maka keringat disekita ABD sering2 dilap. Cek baterenya. O ya, supaya anak kita senang memakai ABD, berdasarkan pengalaman saya, putarkan CD lagu anak2, ajak anak kita menyanyi dan menari.
Oktober 25, 2009 at 2:02 pm
salam kenal buat semua Bpk & Ibu yg berada dlm forum ini,anak kedua kami skrg berusia 2,7th jg mengalami gangguan pendengaran dan baru 2,5bln menggunakan ABD telinga kanan 100db, kiri 80db. skrg dia baru bs menoleh jika dipanggil, kesulitan kami saat ini mencari tempat terapi bicara terdekat tmpt kami tinggal di Banyuwangi. mohon info jika ada terapi terdekat tmpt kami tinggal, saat ini kami harus ke sby 2 minggu sekali apalagi keterbatasan waktu kami yg sama2 bekerja. bila ada info buat kami bisa di email : erik.yudho [a] yahoo.co.id atau di no.Hp:081358765789, terima kasih rubrik ini sangat bermanfaat khususnya buat ortu yg butuh sharing dan berbagi pengalaman.
Oktober 31, 2009 at 1:11 pm
salam kenal, saya seorang ibu yang juga memiliki anak tunarungu dan sudah setahunan memakai alat bantu dengar tetapi pemakaiannya kurang maksimal.kiri n kanan 90 db.haidar namanya, sekarang berumur 4,5th.hai sudah sekolah TKLB di Jember.Alhamdulllah, skrng sdh dapat mengucapkan salam, dan kosa kata yang lain.kalau anak normal itu spt umur 2th.selain saya sekolahkan, dirumah saya ajari kembali spt cara ibu gurunya mengajar.huruf vokal sudah hafal, menulis dan mengucap.huruf vokal m,k,l,s,b. angka menulis dan mengucap 1-40.tetapi kalau untuk memakai ABD, kurang maksimal.dan untuk kemajuan anak saya dan yang senasib,tlong jika ada info menghubungi kami no hp 08133691675 ataudi email chopy_aries[a] yahoo.co.id. terimakasih,semoga bermanfaat. amin.
Oktober 31, 2009 at 7:24 pm
salam kenal semuanya. Saya ibu dari Umar 3,5 thn ATR 70db dan 90 db, memakai ABD sejak usia 2 thn 2 bln dan masih ikut AVT di aurica sampai sekarang. Umar sekarang sekolah di Playgroup dan alhamdulilah sudah banyak perkembangan kemampuan bicara dan mendengarnya walaupun belum sempurna dan masih harus banyak berlatih. Saran2 dari blog ini amat membantu kami . Kami tinggal di Malang dan butuh sekali komunitas tempat sharing para ortu ATR. Jika ada ortu ATR yang juga tinggal di malang, mari kita menjalin kontak. Saya ada di 0341-9337574 dan email santi_tjahjadini[a] yahoo.co.id. Terimakasih dan tetap harus semangat……
November 6, 2009 at 7:46 pm
heloo,,how are you?
anak2nya 73 murid,guru 41 orang..
aku asal skul SLB DENA UPAKARA WONOSOBO, SLB MEGERI 3 YOGYAKARTA dan SLB KARNNAMANOHARA..
aku skul SCHOOL JAKARTA..
aku umur 13th.. kls 1smp ..
aku bisa bicara cepat.. tp normalku.
tau aku Rhema skul SLB KARNNAMANOHARA ya..
bagaimana anak2nya belajar?
ada atik,prita, nando,huda,devi,bagas,eva dan lainnya TKLB.
ada skul TKLB-SMALB.
itu murah SPP skul SLB NEGERI 4 YOGYAKARTA harga 100,000 rupiah.
ini nomor hp rhema 085743762222.
thanks you..
dari rhema.
November 12, 2009 at 6:07 pm
Salam kenal saya ibu dari anak yang sangat istimewa anak saya sekarang sekolah di sekolah umum kelas 2 awal kelas satu anak saya sangat drop dari yang sudah bisa baca tulisan dengan menggunakan huruf latin sekarang sama sekali tdk bisa membaca, saya bingung dan stress gimana cara menarik memorinya agar dia bisa membaca lagi tapi dengan stress aja tdk cukup untuk dia bisa kembali lagi saya memacu semangatnya untuk mau belajar dan alhamdulillah sekarang semangatnya sudah timbul dan tinggal untuk mengembalikan memorinya dia yang jadi pertanyaan saya bagaimana cara mengajarinya agar dia bisa dapat membaca kembali supaya akademiknya tidak terlalu ketinggalan, saya juga tdk menuntut dia bisa yang penting dia bisa mengikuti pelajaran. Disekolah anak saya mendapat terapi/bantuan untuk tambahan akademiknya sekarang anak saya lebih senang belajar dengan anak reguler ketimbang di inklusinya karena anak saya sekolah di sd inklusi. Mohon bantuannya terima kasih
November 18, 2009 at 5:49 pm
Salam kenal ibu Harmi. Berdasarkan pengalaman saya, mungkin bisa ibu coba dengan membuat kartu-kartu bergambar yang dibawahnya disertakan tulisannya.
Misalnya gambar bola, dibawahnya tertulis bola. Lalu kita bacakan dengan memegang kartunya dekat dengan mulut kita, agar anak bisa melihat bibir kita, mendengar bunyinya dan melihat gambar serta tulisannya. Diulang-ulang. Mungkin kalau pernah sekolah di SLB, sudah paham.
Kalau memang harus diulang dari awal lagi, kenapa tidak. Yang penting hasilnya kan.
November 24, 2009 at 12:09 am
dear admin,
saya nikita, mahasiswa ko-ass kedokteran gigi unpad. saya tertarik untuk belajar bahasa isyarat supaya saya dapat berkomunkasi dengan para tuna rungu. dapatkah anda membantu saya dimana saya dapat belajar/kursus bahasa isyarat? saya berdomisili di bandung. terima kasih atas jawabannya ^^
jawabanny bs di posting atau dikirim k email saya : nikita_drg [a] yahoo.com
trm kasih…