Sekolah Anak Tuna Rungu


(Sudah lama tidak mengupdate blog ini. Sebenarnya ingin melanjutkan ‘Memulai terapi mendengar di rumah’ tapi belum sempat. Untuk sementara ini dulu…)

One Lesson at a Time

Ini kejadian sudah lama sekali saat Ellen masih di Play Group.
Namanya anak baru belajar, ada jawaban yang salah itu wajar.

Tapi suatu kali saya sungguh kaget & heran karena lembar jawaban Ellen salah semua. Saya lupa saat itu sedang latihan topik apa, yang jelas model latihannya berupa menjodohkan soal di kiri dengan pilihan jawaban di kanan, dengan cara menarik garis (menghubungkan).

Saya heran karena sebelumnya tidak pernah sefatal itu: salah semua. Lagi pula beberapa soal di situ seharusnya Ellen sudah paham.

Saya amati lembar jawaban Ellen dan menemukan sesuatu yang ‘mencurigakan': ada bekas tarikan garis yang dihapus. Tarikan garis yang tidak lurus & tidak tegas.
Saat itu memang Ellen belum mantap memegang pensil & menarik garis lurus dengan mantap.

“Ini dia biangnya!” pikir saya.
Saya menduga (dan yakin 99% persen dugaan saya benar) bahwa semula Ellen sudah menjawab soal pertama, menarik garis ke jawaban yang BENAR di sisi kanan. Tapi karena garisnya tidak bagus (lurus/tegas), disuruh perbaiki menarik garis dengan bagus, dengan terlebih dahulu menghapus garis yang kurang bagus itu.

Karena cara menjawabnya tidak bagus & disuruh memperbaiki, si anak merasa jawabannya salah dan harus mengganti jawabannya. Jadi setelah garisnya dihapus, ia menarik garis baru ke jawaban yang lain yang justru SALAH.
Soal lain yang seharusnya dihubungkan ke jawaban tersebut jadi terpaksa berbelok ke pilihan jawaban yang lain. Dan seterusnya terjadilah efek domino: pasangan/kombinasi soal & jawaban menjadi kacau balau, salah semua.

Note: dalam kasus anak normal mungkin hasilnya tidak akan seperti itu karena si anak normal lebih mudah dijelaskan bahwa garisnya yang salah, bukan jawabannya yang salah. Tapi dalam kasus anak tunarungu yang masih sangat-sangat terbatas kemampuan komunikasinya, hal seperti itu sangat rentan terjadi.

Karena itu sebaiknya ajarkan suatu hal tanpa bercampur hal lain yang potensial jadi rancu. Saat mengajarkan pegang pensil & menarik garis, latih itu tanpa melibatkan hal sulit lainnya. Ketika mengajarkan/latihan suatu topik yang menjawabnya dengan cara menarik garis, biarkan si anak menarik garis sebisanya, yang penting jawabannya benar (atau jika mau memantapkan garisnya, setelah selesai menjawab semua soal si anak disuruh menarik garis ulang dengan tegas).

Prinsip dasarnya one lesson at a time (satu pelajaran pada suatu waktu) biar tidak rancu dan membuat si anak bingung. Setelah satu hal mantap dimengerti, baru digabung dengan yang lain. Tidak saja dalam menjawab soal atau dalam dunia pendidikan formal di sekolah, tapi juga dalam mengajari anak sehari-hari.

by: papa Ellen

NB: Terus terang sebenarnya saya tetap masih tidak habis pikir kenapa anak Play Group selalu harus dituntut pegang pensil dengan benar, karena perkembangan motorik anak kan berbeda-beda. Ada yang perkembangan motorik halusnya cepat tapi motorik kasarnya lambat, dan sebaliknya. Saya selalu berpikir “Toh nanti tambah besar ia juga akan mantap pegang pensilnya!” :-)



Keywords: koordinasi, peran, orang tua, guru, sekolah, terapis, belajar, terapi wicara, auditori verbal, tuna rungu / tunarungu

Kendala Ellen

Peran guru

Tim PP

Teman

Orang tua

Memahami percakapan di kelas Memberi tahu orang tua materi harian, kalau bisa >1 hari sebelumnya (untuk mencari gambar yg sulit diperoleh)

 

• Menyiapkan Ellen sebelumnya• Mengulang lagi sesudahnya
Memahami instruksi guru Guru pendamping mengulang dengan bicara dekat telinga, volume normal, kalimat pendek, pointnya saja

jika belum mengerti:

• dengan gerakan tangan

• ditulis di buku catatan

 

Melatih di rumah sesuai catatan dari guru
Memahami pembicaraan teman

 

Berbicara secara biasa (bertatap muka)

jika blm mengerti:

dengan gerakan tangan

Mengajar Ellen menjawab pertanyaan/ mengucapkan sesuatu Berbicara dekat telingajika Ellen sulit mengucapkan:• dibantu dengan Ellen melihat gerakan mulut

• ditulis di buku catatan

 

Melatih di rumah sesuai catatan dari guru
Pengucapan belum jelas Membetulkan pengucapan dgn teknik2 terapi wicara • Memberi masukan pada tim PP mengenai kata-kata baru yang sudah dimengerti Ellen, untuk dibetulkan pengucapannya• Membantu follow up dengan teknik auditori verbal
Keterbatasan vocab

 

Menguji pemahaman berdasarkan laporan berkala dari orang tua

• Memasok kosa kata2 baru dengan teknik auditori verbal, terutama yang sedang jadi materi di kelas

• Melaporkan pada tim PP secara berkala (mingguan)

(by: mama Ellen)

Ke Halaman Depan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.